Initiatives

Tiongkok Sedang Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Luar Angkasa

Akademi Teknologi Antariksa Tiongkok sedang mengerjakan pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa. Pembangkit listrik orbital ini akan menangkap energi matahari di ruang angkasa dan mengirimkannya kembali ke Bumi.

Pengguna akan dapat memanfaatkan listrik tenaga surya ini, bahkan ketika cuaca berawan di Bumi. Hal ini dikarenakan “ladang” panel surya nya akan diletakkan pada ketinggian kurang lebih 36.000 kilometer dari Bumi.

Seorang peneliti dari Akademi Teknologi Antariksa Tiongkok, Pang Zhihao, mengatakan pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa menjanjikan untuk menyediakan “sumber energi bersih yang tidak ada habisnya untuk manusia” seperti dikutip oleh The Sydney Morning Herald.

Bagaimana mendistribusikan produksi daya pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa ke bumi?

Memang kendala terbesar untuk pembangkit listrik orbital ini adalah bagaimana cara mengirimkan energi listrik yang telah diproduksi kembali ke Bumi. Para ilmuwan di balik proyek masih mencari solusi yang tepat mengenai hal itu.

Saat ini, rencananya adalah memasang rangkaian panel surya di ruang angkasa untuk menangkap cahaya dari matahari yang kemudian dikonversi menjadi listrik dan dikirimkan ke bumi dalam bentuk gelombang mikro atau laser, seperti diberitakan oleh Futurism.

Sedangkan mengenai dampak keamanan jangka panjang dari radiasi gelombang mikro oleh pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa terhadap atmosfer dan ekologi Bumi juga perlu juga masih dalam proses penelitian.

Inovasi memanen energi terbarukan

Pembangunan pembangkit listrik ruang eksperimental awal telah dimulai di kota pedalaman Chongqing, Tiongkok. Rencananya Ilmuwan Tiongkok akan membangun dan meluncurkan pembangkit tenaga surya, dengan kapasitas kecil hingga menengah, ke stratosfer antara tahun 2021 dan 2025.

Sehingga pada tahun 2030, Tiongkok akan mampu untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas Megawatt di luar angkasa

Dengan rencana mengejar energi bersih berbasis ruang angkasa. Menunjukkan bahwa Tiongkok berkomitmen untuk mendorong keberlanjutan penggunaan energi terbarukan secara inovatif dan menegaskan posisinya di antara negara-negara dunia dalam eksplorasi ruang angkasa.

Jika, hal ini berjalan sesuai rencana. Tiongkok diperkirakan akan menjadi negara pertama yang membangun pembangkit listrik tenaga surya di ruang angkasa dengan nilai praktis.

pembangkit listrik tenaga surya di luar angkasa
Sumber: earthsky.org

Sebelumnya, pada awal 2018, para ilmuwan dari California Institute of Technology mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan prototipe yang mampu memanfaatkan dan mentransmisikan energi matahari dari luar angkasa.

Prototipe mereka adalah ubin ringan yang terdiri dari tiga komponen utama. Reflektor optik memusatkan sinar matahari, sel fotovoltaik mengubah cahaya matahari menjadi listrik, dan sirkuit terpadu mengubah listrik menjadi energi frekuensi radio yang ditransmisikan melalui antena yang terpasang. 

Banyak ubin individu dapat dirangkai untuk membentuk susunan surya besar di ruang angkasa. Penerima gelombang mikro berbasis darat di Bumi akan digunakan untuk memotong energi frekuensi radio yang masuk dan mengubahnya kembali menjadi listrik yang bisa digunakan.

Apa komentar anda?

2 + sixteen =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia