Tabungan listrik PLN dengan Menggunakan Panel Surya
Application

Tabungan listrik PLN dengan Menggunakan Panel Surya

Sistem ekspor impor merupakan salah satu aplikasi listrik surya pada atap yang sedang trend saat ini. PLN dapat menerima kelebihan energi listrik yang dihasilkan oleh pelanggan pengguna panel surya, yang ditukar dalam bentuk “tabungan listrik”.

Tabungan listrik dengan kWh meter EXIM

Untuk pelanggan PLN yang menggunakan panel surya, PLN akan memasang meter listrik ekspor-impor (kWh Meter Exim). Pengiriman kelebihan listrik ini dapat terjadi karena pelanggan memiliki dua sumber pasokan listrik, dari panel surya dan dari PLN.

Energi listrik yang diterima PLN dari panel surya (fotovoltaik) akan di offset oleh PLN dengan energi listrik yang dikirim PLN ke pelanggan. Bila listrik yang diterima PLN dari panel surya lebih besar dari listrik yang dikirim PLN, maka selisihnya menjadi tabungan listrik yang akan diperhitungkan untuk pemakaian listrik pelanggan bulan-bulan berikutnya.

Sistem ekspor-impor ini dilakukan PLN kepada pelanggan pengguna panel surya sebagai upaya mendorong percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus menambah kapasitas pasokan listrik kepada pelanggan.

Para pelanggan PLN yang memasang panel surya di rumah atau bangunan miliknya untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri selain dari PLN, dapat menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya tersebut secara paralel dengan pasokan listrik dari PLN.

Secara sederhana cara kerjanya adalah panel surya akan memproduksi daya (idealnya) mulai pukul 10.00 hingga 15.00. Hasil produksi panel surya akan dikonsumsi oleh pelanggan, jika ada kelebihan daya maka listrik tersebut akan dikirim ke jaringan distribusi PLN sebagai tabungan listrik. Pada malam atau hari berawan, pelanggan akan mengkonsumsi listrik PLN, dengan mengurangi kelebihan listrik yang dikirim ke jaringan distribusi.

tabungan listrik

Petunjuk pelaksanaannya net metering dengan kWh meter EXIM

Peraturan pelaksanaan pemasangan net metering
  1. Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733.K/DIR/2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik dari Fotovoltaik oleh Pelanggan PT. PLN (Persero). >Unduh<
  2. Surat Edaran Direksi PT. PLN (Persero) Nomor.0009.E/DIR/2014 tentang Ketentuan Operasional Integrasi Fotovoltaik Milik Pelanggan ke Dalam Area Sistem Tenaga Listrik PT. PLN (Persero). >Unduh<
Mekanisme Pemasangan kWh meter EXIM untuk net metering
  1. Pelanggan mengajukan permohonan kepada PT. PLN (Persero).
  2. Bila pelanggan menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka PLN memproses permohonan pelanggan dengan menerbitkan nomor register non taglis ( non tagihan listrik) untuk biaya kWh meter Exim ( Export-Import) dan menerbitkan persetujuan paralel sistem. Namun bila pelanggan tidak menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka PLN cukup menerbitkan surat persetujuan parallel system photovoltaic dengan sistem PLN.
  3. Mekanisme penggantian kWh meter Exim telah disediakan di aplikasi layanan PLN.
Pembiayaan Pemasangan kWh meter EXIM untuk net metering
  1. Bila pelanggan tidak menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka operasi paralel tidak dikenakan biaya.
  2. Bila pelanggan menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka biaya kWh meter exim dibebankan kepada pelanggan dengan harga kWh meter exim yang berlaku di PLN. Pembebanan biaya kWh meter exim ini dikenakan ketika pelanggan pengguna sistem panel surya mengajukan operasi paralel.
  3. Biaya tagihan pemakaian listrik bulanan sesuai Tarif Tenaga Listrik yang berlaku.
  4. Kewajiban pelanggan lainnya seperti Pajak Pertambahan Nilai (jika ada), Pajak Penerangan Jalan dan Materai sesuai ketentuan yang berlaku.
Perhitungan Tagihan Listrik kWh meter EXIM untuk net metering
  1. Tagihan pemakaian listrik pelanggan pengguna Fotovoltaik yang bertransaksi ekspor-impor tenaga listrik tetap diberlakukan Rekening Minimum (RM).
  2. Tagihan listrik atas pemakaian energi PLN pada kWh meter ekspor (energi listrik dari PLN yang dikonsumsi pelanggan) yaitu stand pemakaian pada kWh meter ekspor tetap dimasukkan ke aplikasi PLN seperti mekanisme perhitungan rekening listrik pada umumnya. Sedangkan untuk energi listrik dari kWh meter impor (energi listrik dari sistem panel surya yang masuk ke sistem PLN ) dicatat dan dihitung menggunakan tarif yang berlaku sesuai golongan tarif pelanggan tersebut.
Contoh Perhitungan :
Penggunaan (operasi Paralel) energi Fotovoltaik adalah pelanggan PLN dengan Golongan Tarif R3.

  1. Stand pada kWh meter ekspor (energi listrik dari PLN yang dikonsumsi pelanggan) tercatat sebagai berikut :
    *) Stand lalu (N-1) : 12000 kWh
    *) Stand kini (N) : 13000 kWh
    *) Pemakaian : 1000 kWh
  2. Stand pada kWh meter impor (energi listrik dari sistem panel surya yang masuk ke sistem PLN) tercatat sebagai berikut :
    *) Stand lalu (N-1) : 2000 kWh
    *) Stand kini (N-1) : 2300 kWh
    *) Pemakaian : 300 kWh

Maka perlakuannya :

  1. Stand poin 1 tetap di input ke aplikasi PLN untuk dilakukan proses rekening sebagaimana biasa.
    • Tarif R3 Oktober 2016 : Rp.1.507,05/kWh
    • kWh ekspor yang harus dibayar : 1000 kWh x Rp.1.507,05 = Rp. 1.507.050,-
  2. Stand poin 2 dilakukan perhitungan di luar aplikasi :
    • Tarif R3 Oktober 2016 : Rp.1.507,05/kWh
    • kWh impor yang harus dioffset sebesar : 300 kWh x Rp.1.507,05 = Rp.452.115,-
    • Dibuatkan Berita Acara perhitungan dan dimasukkan ke aplikasi PLN melalui menu kompensasi dengan nama  “pengurang taglis fotovoltaik”, sedangkan kWh impor sebesar 300 kWh akan dimasukkan di laporan Neraca Energi sebagai penerimaan dari Fotovoltaik.
  3. Maka nilai tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan adalah Rp. 1.507.050, dikurangi Rp.452.115,- yang setara dengan Rp. 1.081.935,-.
  4. PLN membuat monitoring Transaksi Fotovoltaik untuk pelanggan dimaksud dengan formulir yang sudah ditentukan.

Sumber: Kaskus – Diskusi Panel Surya

14 Komentar

    1. Janaloka Author

      Hai Herry,

      Sejauh ini, kami baru mengetahui bahwa sistem EXIM menggunakan kWh mter jenis pasca bayar. Karena proses mendapatkan ijin untuk penggunaan kWh exim sendiri masih sulit, dan populasinya sendiri juga masih sedikit.

      Regards,
      galih

      Balas
    1. Janaloka Author

      Hai Pak Edi,

      Menurut Info PLN, setiap PLN area dapat menyediakan kWh EXIM. Namun memang pada prakteknya, pelanggan harus mengkonfirmasi ketersediaan tersebut langsung ke area PLN dimana pelanggan berada.

      Jika PLN area bapak tidak memiliki ketersediaan kWh EXIM, janaloka dapat membantu menyediakan produk tersebut.

      Terima kasih,
      Ninda

      Balas
  1. Bagaimana jika perhitungan kwh yang kita supply ke pln lebih tinggi dari pemakaian kita? Apakah PLN bersedia membayar kelebihan itu kepada pelanggan?

    Balas
    1. Janaloka Author

      Dear Pak Andri, sesuai dengan peraturan PLN. Kelebihan daya dianggap sebagai tabungan untuk dapat dijadikan pengurang biaya konsumsi daya bulan depan kemudian. Indonesia belum mengatur feed in tarif.

      Balas
    1. Janaloka Author

      Hai Pak Dodo,

      Tagihan minimum didapat dari perhitungan 40 Jam Nyala X daya tersambung : 1.000. Misalkan daya tersambung 1300 VA, maka tagihan minimum adalah 40 x 1300 : 1000 = 52 kWh. Maka anda harus membayar minimal 52 kWh setiap bulan, atau setara kurang lebih minimal 75ribu.

      Untuk Size, mulai dari kapasitas 300 watt tersedia. Untuk kebutuhan 1300 VA, dapat terpasang kapasitas listrik surya 1000 watt, dengan rata-rata biaya beli produk mulai dari 15juta dan biaya pasang mulai dari 10juta, tergantung pilihan produk dan layanan yang dibutuhkan.

      Semoga menjawab,
      Galih

      Balas
  2. Mau tanya pak
    Kalau jumlah pemakaian energi dari PLN sama dengan jumlah energi yang di import dari panel surya. Bagaimana pembayaran pelanggan?
    Terima kasih
    Leo

    Balas
    1. Janaloka Author

      Hai Pak Leo,
      Kami simpulkan pertanyaan nya adalah jika antara konsumsi energi listrik PLN sama dengan jumlah produksi panel surya, maka bagaimana pembayaran pelanggan bukan? Yang berarti pelanggan mengkonsumsi 0 VA, maka pelanggan 1300 VA keatas tetap dikenakan rekening minimum (RM): 40 (jam nyala) x Daya tersambung (kVA) x biaya pemakaian. Semoga dapat menjawab, Terima kasih.

      Balas

Apa komentar anda?

fourteen − seven =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...