Press Realease – PT SURYA UTAMA NUANSA (SUN Renewable Energy) dan Perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian menggelar seminar teknologi Advancing Agricultural Industry Using Renewable Energy Solutions

Dalam upaya mendukung agenda swasembada gula nasional 2019/2020 oleh Direktorat Jenderal Perkebunan
Kementerian Pertanian, PT SUN dan Perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah awali kolaborasi
strategis dalam sebuah seminar untuk mengedukasi dan mensosialisasikan manfaat dan keuntungan teknologi
panel surya pada sistem pengairan sawah yang dapat meningkatkan produktivitas hasil pangan.

Solusi Integrasi Pengairan Dengan PV Untuk Lahan Pertanian
Pemberian plakat terima kasih dari SUN oleh Ryan Putera Pratama Manafe, CEO PT SUN kepada Perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir. Gede Wirasuta, Kepala Sub Direktorat Tanaman Tebu dan Pemanis Lain. Sekaligus simbolis komitmen SUN dalam mendukung perkembangan industri agrikultural nasional melalui inovasi dan teknologi energy surya.

Jakarta, 29 September 2017 – Hari ini dalam kegiatan tahunan The 3rd Internasional Farming Tehcnology Expo,
perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi dan energi terbarukan, PT Surya Utama Nuansa (SUN Renewable Energy) dan perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menggelar seminar teknologi bertajuk Advancing Agricultural Industry Using Renewable Energy Solutions sebagai wujud upaya bersama untuk menjawab permasalahan petani gula dalam menyiasati penggunaan bahan bakar premium yang berdampak pada membengkaknya biaya pengeluaran pada sistem pengairan sawah.

Seminar yang berlangsung di JieXpo Kemayoran, Ruang 1 hall A3 ini dihadiri oleh empat pembicara yang merupakan kunci di bidang-nya. Diantaranya perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Bapak Ir. Gede Wirasuta, Kepala Sub Direktorat Tanaman Tebu dan Pemanis Lain; Bapak Ryan Putera Pratama Manafe, CEO PT SUN; Bapak Verry Kristianto, Head of Engineering PT SUN; dan Bapak Petrus Andianto SP selaku Indonesia Commercial Manager Netafim Indonesia.


Dilatari oleh lajunya pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat dalam 10 tahun terakhir (2006 – 2017) dengan rata-rata peningkatan hingga 1,38% per tahun di mana hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan kebutuhan pangan. Sedangkan kondisi jumlah produksi gula di Indonesia dalam 9 tahun terakhir dibandingkan dengan kebutuhannya masih memiliki gap yang sangat tinggi. Tercatat total produksi gula 2007-2016 sebesar 2,9 juta ton sementara kebutuhan gula mencapai 5,9 juta ton.*

Dalam paparan materi, Bapak Ir Gede Wirasuta, Kepala Sub Direktorat Tanaman Tebu dan Pemanis Lain, Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah menyampaikan bahwa gula merupakan komoditas strategis. Keberhasilan industri gula tidak hanya dinilai dari kemampuan swasembada, namun harus mampu meningkatkan daya saing di era perdagangan bebas dan kesejahteraan petani. “ Untuk itu pemerintah perlu melakukan tindakan inisiatif yang dapat menciptakan kedaulatan pangan dengan memberdayakan potensi menuju swasembada gula, salah satunya melalui pengadaan pengairan, karena mayoritas pengembangan perkebunan tebu barada di lahan tegalan sulit air,” ungkap-nya.

(Kiri-kanan) Ir. Gede Wirasuta, Kepala Sub Direktorat Tanaman Tebu dan Pemanis Lain, Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. – Ryan Putera Pratama, CEO PT SUN – Verry Kristianto, Head of Engineering PT SUN – Petrus Andianto, Indonesia Commercial Manager Netafim Indonesia. Situasi: sesi menjawab dan diskusi antara pembicara dan peserta.

Ryan Putera Pratama Manafe, CEO PT SUN menjelaskan, “Irigasi yang andal dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Untuk mendapatkan pengairan maksimal dibutuhkan sistem kelistrikan yang optimal.” Lebih lanjut beliau memperlihatkan kondisi petani Jawa Barat dalam sebuah berita online September 2013 yang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk selang dan solar. Sementara di bulan yang sama tahun 2017, petani di Magetan Jawa Timur diberitakan secara online harus menggunakan elpiji sebagai bahan bakar pompa air sawah. “Terus terang, kami sangat prihatin dengan keadaan ini. Sudah 5 tahun sejak 2013, tantangan yang dihadapi oleh petani kita masih sama. Begitu pentingnya irigasi yang baik, namun begitu sulit mendapatkannya,”** jelasnya.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Dalam momen inilah PT SUN merasa perlu mensosialisasikan pentingnya teknologi panel surya sebagai sumber energi alternatif yang dapat menghasilkan sistem kelistrikan yang optimal. “Pompa air dengan teknologi panel surya bekerja dengan prinsip mengubah energi listrik menjadi mekanikal untuk memompa air. Listrik tersebut dapat digunakan secara langsung atau dapat disimpan kembali. Ini yang dapat membuat sistem pengairan usaha tani bekerja secara efektif, efisien dan produktif. Sistem pompa air yang inovatif dari SUN tidak memerlukan bahan bakar serta ramah lingkungan karena pengoperasiannya tidak hanya hemat biaya operasional tetapi juga tidak menghasilkan polusi suara dan udara,” Jelas Verry Kristianto, Head of Engineering PT SUN.

Solusi integrasi pengairan dengan PV untuk lahan pertanian – SUN

PT SUN memberikan solusi yang terintegrasi untuk menciptakan sistem pengairan yang andal untuk lahan pertanian. “Kami mendesain sistem pompa air tenaga surya yang sudah lengkap dengan instalasi pompa air berstandar Eropa. Energi yang sudah dipasok ke pompa air dari sumber air yang sudah ada bertujuan mengalirkan air ke penampungan. Panel surya menghasilkan listrik DC (arus searah) di bawah paparan radiasi sinar matahari. Kiranya ini gambaran skema desain yang kami tawarkan,” lanjut Verry.

Selain itu, pemanfaatan radiasi matahari dengan jumlah yang tepat justru dapat mempercepat laju produksi hasil panen menjadi lebih maksimal. Jenis-jenis pengembangan tanaman seperti tebu dan sawit justru membutuhkan radiasi sinar matahari yang banyak. Radiasi matahari diperlukan untuk membentuk hormon tumbuh yang akan mengatur pertunasan dan perpanjangan batang tebu, dan yang paling utama adalah untuk proses fotosintesis yang bisa menghasilkan gula atau surkosa. “Dengan begitu pada implementasinya, saat matahari bersinar, pompa air dengan panel surya dapat bekerja secara optimal dan secara bersamaan menciptakan sistem drip irigasi yang baik untuk menghasilkan jumlah maksimal dari tanaman tebu,” jelas Petrus Andianto, Indonesia Commercial Manager Netafim Indonesia.


Penyediaan sarana irigasi yang andal merupakan salah satu rencana strategis Direktorat Jenderal Perkebunan untuk meningkatkan produktivitas tebu di lahan yang tersedia. Menurut Ir. Gede Wirasuta, hal ini sudah dipikirkan oleh pemerintah sejak bertahun-tahun lalu. Pemerintah melihat indikasi teknologi energi terbarukan dapat menjadi salah satu cara yang layak dicoba untuk menjawab permasalahan petani tebu selama ini.

Untuk itu PT SUN berkomitmen mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam percepatan terwujudnya peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian dengan kombinasi energi surya dan teknologi cerdas yang inovatif demi menciptakan industri pertanian yang berstandar internasional dan juga kesejahteraan petani yang merata.

REFERENSI/SUMBER:

*Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian

**Pikiran Rakyat, 19 September 2013 / http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2013/09/19/251488/petani-keluarkan-biaya-ekstra-untuk-selang-dan-solar

** Detiknews, 4 September 2017 / https://news.detik.com/jawatimur/3627226/petani-magetan-gunakan-elpiji-untuk-bahan-bakar-pompa-air-sawah

***Materi presentasi Kebijakan Pergulaan Nasional Mendukung Swasembada Gula, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, 2017


Ryan Putera Pratama Manafe, CEO PT SUN saat menyampaikan materi presentasi dengan topik: “Komitmen SUN dalam Memajukan dan Mendukung Perkembangan Industri Pertanian dengan Teknologi Energi Terbarukan”.

Tentang PT Surya Utama Nuansa

PT Surya Utama Nuansa (SUN Renewable Energy) adalah perusahaan startup Indonesia dibentuk pada tahun 2016 yang bergerak di bidang teknologi dan energi terbarukan, khususnya energi surya. PT Surya Utama Nuansa menyediakan solusi energi terbarukan yang terintegrasi dan bertujuan memajukan ekonomi Indonesia dengan memperluas cakupan jaringan listrik nasional melalui energi terbarukan. Beberapa proyek yang pernah ditangani, seperti solusi solar water pump terbesar dan pertama di Indonesia dengan kapasitas 39.9kWp untuk PT Sumber Indah Perkasa (SMART, Tbk) di Sungai Buaya Lampung, solusi Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan self-cleaning di area Kalimantan, solusi sistem solar PV atap rumah berdaya 80.000WP untuk kantor pusat pertambangan di Kalimantan.

Informasi mengenai PT Surya Utama Nuansa: www.lifewithsun.com

 

For communication & Information:

Miranti Sudrajat
Head of Marketing
PT Surya Utama Nuansa
Email: [email protected]

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/10/Photo-1-940x662.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/10/Photo-1-300x211.jpgGalih RadityaApplicationInitiativesStartupenergi surya,inisiatif,Panel surya,panel surya murah,Pertanian,petani energi,solar pvPress Realease - PT SURYA UTAMA NUANSA (SUN Renewable Energy) dan Perwakilan Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian menggelar seminar teknologi Advancing Agricultural Industry Using Renewable Energy Solutions.  Dalam upaya mendukung agenda swasembada gula nasional 2019/2020 oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, PT SUN dan Perwakilan Direktorat Tanaman...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: