Solar Flow Battery: Inovasi dan Pemanfaatan
Invention

Solar Flow Battery: Inovasi dan Pemanfaatan

Para ilmuwan di Amerika Serikat dan Arab Saudi telah memanfaatkan kemampuan sel surya dan baterai dalam satu perangkat “Solar Flow Battery“, yang dapat menyerap sinar matahari dan secara efisien menyimpannya sebagai energi kimia untuk digunakan sesuai permintaan. Penelitian mereka, yang diterbitkan 27 September di jurnal Chem, dapat membuat listrik lebih mudah diakses di daerah-daerah terpencil di dunia.

Sementara sinar matahari semakin banyak digunakan sebagai sumber energi yang bersih dan melimpah, ia memiliki satu tantangan yang pasti, yaitu hanya ada 8-10 jam sinar matahari efektif per hari, dan beberapa hari dapat tidak mendapatkan sinar sama sekali.

Untuk menjaga energi listrik produksi matahari tersebut, maka harus disiapkan tempat penyimpanan. Biasanya kondisi ini akan membutuhkan dua perangkat, yaitu panel surya dan baterai. Akan tetapi Solar Flow Battery dirancang untuk melakukan seperti keduanya.

Solar Flow Battery dirancang untuk melakukan fungsi panel surya, memproduksi energi listrik, bersamaan sebagai baterai, untuk penyimpanan.

“Dibandingkan dengan konversi energi matahari yang terpisah dengan perangkat penyimpanan energi elektrokimia. Menggabungkan fungsi perangkat yang terpisah menjadi satu, bisa menjadi pendekatan yang lebih efisien, terukur, kompak, dan hemat biaya untuk memanfaatkan energi matahari,” kata Song Jin, seorang profesor kimia di University of Wisconsin-Madison seperti dilansir sciencedaily.com.

Jin dan timnya mengembangkan perangkat bekerja sama dengan Jr-Hau He, seorang profesor teknik elektro di King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) di Arab Saudi.


Cara kerja Solar Flow Battery

Solar Flow Battery memiliki tiga mode berbeda. (1) Jika energi dibutuhkan segera, ia dapat bertindak seperti sel surya dan segera mengkonversi sinar matahari menjadi listrik.

(2) Jika tidak, perangkat ini dapat menyerap energi matahari pada siang hari dan menyimpannya sebagai energi kimia untuk mengantarkannya nanti sebagai listrik ketika malam tiba atau saat mendung. (3) Perangkat ini juga dapat diisi oleh energi listrik jika diperlukan, seperti baterai biasa.

Model baterai solar flow terbaru dari tim ini mampu menyimpan dan mengirimkan listrik dari energi matahari secara lebih efisien daripada perangkat terintegrasi lainnya yang ada saat ini.

Jin percaya bahwa baterai solar dapat membantu mengatasi keterbatasan jaringan listrik dengan membuat listrik lebih mudah tersedia bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan dan menyediakan sumber energi alternatif ketika sistem listrik tradisional gagal.

Solar Flow Battery ini akan sangat cocok didistribusikan sebagai perangkat penyimpanan sistem yang berdiri sendiri di lokasi terpencil dan memungkinkan praktik elektrifikasi off-grid,” kata Jin.

Memproduksi Solar Flow Battery saat ini masih terlalu mahal untuk pasar dunia nyata, tetapi Jin percaya desain yang lebih sederhana, bahan sel surya yang lebih murah, dan kemajuan teknologi dapat membantu memangkas biaya di masa depan.

Dan sementara model saat ini relatif cukup efisien, tim memiliki rencana untuk lebih meningkatkan desainnya. Beberapa tegangan perangkat saat ini masih akan sia-sia – yang berarti para ilmuwan mungkin perlu melakukan sedikit modifikasi redox dan bahan fotoelektroda yang dapat bekerja bersama-sama untuk mengubah input energi matahari menjadi output listrik. Tapi Jin percaya bahwa, dengan penelitian lebih lanjut, Solar Flow Battery dapat segera menjadi praktis.

“Kami percaya kami akhirnya bisa mendapatkan efisiensi 25% menggunakan bahan elektrokimia baru,” kata Jin. “Pada rentang efisiensi ini, tanpa menggunakan sel surya yang mahal, hal itu harus cukup kompetitif dengan teknologi energi terbarukan lainnya. Lalu saya pikir komersialisasi bisa dimungkinkan.”


Apa komentar anda?

19 + fourteen =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...