Selandia Baru mengidentifikasi 11 GW potensi matahari
Energy

Selandia Baru mengidentifikasi 11 GW potensi matahari

Transpower, operator jaringan transmisi milik negara Selandia Baru, mengatakan jatuhnya harga panel surya dan baterai telah memicu kenaikan minat pada penggunaan panel surya untuk pasar yang sudah ada, baik yang ditenagai oleh angin dan air.

Sekarang, negara ini sudah menggunakan energi terbarukan untuk hampir 90% dari kebutuhan listriknya, menurut data di situs web Transpower, tetapi panel surya belum terdaftar sebagai salah satu diantara teknologi energi bersih yang beroperasi.

Menurut operator jaringan, ada peluang investasi yang lebih besar ke depan. Hal ini dikarenakan permintaan listrik Selandia Baru akan terus meningkat, yang disebabkan meningkatnya proses industri elektrifikasi dan mobilitas, sejalan dengan kewajiban Perjanjian Paris negara itu.

Dalam laporan baru Te Mauri Hiko Energy Futures, operator grid memperkirakan pembangkit listrik akan hampir dua kali lipat antara sekarang dan 2050.

Selandia Baru telah menginstal 85 MW panel surya hingga saat ini, hampir setengahnya telah ditambahkan dalam dua tahun terakhir di daerah-daerah berpenduduk padat, seperti Auckland dan Canterbury.

Laporan tersebut menekankan potensi untuk perumahan surya – yang diadopsi pada tingkat yang cepat di negara tetangga Australia – sangat besar. Dengan 1,8 juta rumah tangga perumahan dan 300.000 bisnis, penulis mengklaim 11 GW PV baru dapat diinstal. Jumlah itu hanya akan tumbuh seiring waktu, karena ada kebutuhan untuk rumah baru di Selandia Baru, dan peralatan tenaga surya memberikan efisiensi yang lebih baik. Pada 2050, penulis laporan itu mengatakan, potensi atap panel surya bisa sekitar 27 GW.

Transpower mengatakan Selandia Baru sudah mengalami lonjakan permintaan pada dini hari dan memperingatkan instalasi surya tanpa baterai penyimpanan hanya akan memperbesar efeknya. Operator jaringan telah menyarankan pemanfaatan penyimpanan energi dalam bentuk baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan perumahan dan masyarakat, serta solusi skala utilitas, dan juga mendukung struktur tarif baru untuk mendorong perubahan.

Lambatnya perkembangan penggunaan energi matahari di negara ini adalah karena persepsi, yang telah dibantah oleh sebuah studi dari the National Institute of Water and Atmospheric Research, bahwa Selandia Baru tidak memiliki radiasi matahari yang cukup untuk membuat listrik surya “berharga” untuk dapat diaplikasikan. Studi lembaga nasional menemukan Selandia Baru menawarkan angka iradiasi sekitar 1,5 MWh / m², sebanding dengan Spanyol utara dan jauh di atas angka untuk Jerman, Inggris dan Belanda.

Inisiatif baru dimulai di Selandia Baru

Pada bulan Desember, negara itu membuat dua pengumuman besar. Satu terkait dengan peluncuran apa yang diklaim sebagai pembangkit listrik virtual terbesar di dunia (VPP), dan yang kedua berkaitan dengan peluncuran fasilitas Pembiayaan Investasi Hijau senilai US $ 69 juta.

Menteri perubahan iklim James Shaw mengungkapkan rencana VPP pada 1 Desember, di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Solarcity di Auckland. Perusahaan tenaga surya yang berbasis di Selandia Baru telah menghubungkan 3.000 sistem penyimpanan plus-solar perumahan ke jaringan listrik dan pelanggan tenaga suryanya telah menghasilkan 13,6 GWh energi melalui baterai yang secara kolektif dapat menyimpan 18 MWh. Solarcity mengatakan VPP akan membuat energinya tersedia untuk Program Respons Permintaan Transpower dan generator akan dibayar sesuai.

Shaw dan perdana menteri Jacinda Ardern juga meluncurkan Selandia Baru Green Investment Finance Ltd (NZGIF), pada bulan Desember.

Menurut departemen keuangan, NZGIF akan secara resmi didirikan sebagai perusahaan di bawah Undang-Undang Keuangan Publik 1989, yang berarti akan bekerja secara independen dari pemerintah. Entitas baru, bagaimanapun, diamanatkan untuk fokus pada dekarbonisasi transportasi dan pada peningkatan jaringan energi terdistribusi.

Sejalan dengan perkembangan itu, laporan Transpower yang baru menyatakan: “There is no silver bullet in the battle against unmitigated climate change or decarbonizing our economy. However, what this work shows, and what we assert here, is that solar energy is certain to play an increasing role in our energy future and in our efforts to avoid a climate crisis.“(MW/IS)

Apa komentar anda?

four × two =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia