Rooftop PV

Benarkah Rumah Menteri ESDM Bisa Hemat Dengan Panel Surya?

Berita mengenai penghematan rumah Menteri ESDM, Ignasius Jonan, hingga 80% pertama kali diberitakan oleh Detik.com dengan judul “Tagihan Listrik Jonan Turun Tajam, Ada Apa Gerangan?” (19/7).

Dalam warta tersebut, tertulis “Dia (Jonan) mengatakan, biasanya membayar tagihan listrik hingga Rp 5 juta setiap bulannya. Dengan adanya rooftop solar, tagihannya turun menjadi Rp 1 juta per bulan”.

Informasi ini diperoleh wartawan ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.

Beberapa saat setelahnya, berita ini mulai dibagikan dan viral di sosial media. Juga diwartakan kembali oleh beberapa media berbeda, seperti kumparan dan tribun.

Benarkah rumah Menteri ESDM bisa melakukan penghematan sebesar itu?

Ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelumnya, untuk dapat menentukan berapa besar penghematan yang dapat dilakukan dengan menggunakan sistem listrik surya:

  1. Berapa biaya listrik bulanan rumah?
  2. Berapa kapasitas sistem panel surya yang terpasang?
(1) Berapa besar biaya listrik bulanan rumah Pak Jonan?

Dalam berita yang janaloka baca, informasi biaya listrik bulanan rumah Pak Jonan adalah sebesar Rp, 4.000.000,- hingga Rp. 5.000.000,- /bulan. Diasumsikan diambil rata-rata perbulan, sehingga biaya listrik beliau adalah sebesar Rp. 4.500.000,-.

Dengan asumsi tarif dasar listrik golongan Rumah Tangga (RT) R1 hingga R3 adalah sama sebesar Rp. 1.467,28, maka (dengan mengabaikan biaya lain-lain dan pajak yang mungkin ada) rata-rata perbulan Pak Jonan mengkonsumsi 3.066,90 kWh//bulan.

(2) Berapa kapasitas sistem panel surya yang terpasang?

Dalam berita, disebutkan kapasistas terpasang adalah sebesar 15,4 kWp. Dengan rata-rata lama waktu penyinaran radiasi matahari hingga 4 jam per hari di wilayah Pulau Jawa, maka sistem listrik surya dapat memproduksi hingga 61,6 kWh per hari atau setara 1.848 kWh per bulan.

Baca juga: Potensi radiasi matahari di Indonesia.

Hasil perbandingan penghematan penggunaan panel surya

Dari kedua perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa Pak Jonan rata-rata mengkonsumsi listrik 3.066,90 perbulan dari PLN, sedangkan produksi yang dihasilkan dari sistem listrik surya setara 1.848 kWh perbulan.

Hal ini menyiratkan bahwa perbandingan penghematan adalah sebesar 60,25% (rata-rata produksi listrik surya dibagi total konsumsi).

Janaloka.com menghitung penghematan listrik Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mencapai 60,25% setiap bulannya.

Jadi dengan penambahan asumsi lainnya, seperti:

  1. Lama waktu telah terpasang sistem panel surya pada bangunan. Selama 2-3 bulan pertama pemasangan, biaya listrik akan jauh lebih murah dari biaya listrik sebelum penggunaan listrik surya.
  2. Pola konsumsi dan efisiensi pemakaian listrik pada rumah oleh pelanggan.
  3. Lama waktu radiasi matahari. Pada bulan-bulan tertentu di pulau Jawa, matahari dapat bersinar hingga lebih dari 4 – 4,5 jam per hari. Sehingga produksi listrik panel surya juga semakin tinggi.
  4. Kenaikan tarif dasar listrik, pajak dan penambahan biaya lain-lain pembayaran listrik PLN.
Maka, sangat mungkin rumah Menteri ESDM bisa hemat hingga 80%, setelah menggunakan solusi listrik surya!

Dan ini, sangat mungkin untuk diterapkan oleh rumah-rumah lain di Indonesia, bagaimana tertarik?

Bagikan pendapat Anda mengeni hal ini di kolom komentar.

Apa komentar anda?

10 + 5 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...