Memahami Radiasi Surya – Matahari yang berjarak sekitar 1,5 x 1011 m dari bumi mempunyai diameter 1,39 x 109 m dan dan terdiri atas materi-materi gas yang sangat panas dengan suhu permukaan yang mencapai 5.672ºK atau setara 5.398,8℃.

Pada bagian inti selalu terjadi reaksi fusi yang menghasilkan energi pada temperatur yang sangat tinggi. Energi ini harus dilepaskan ke permukaan dan kemudian diradiasikan ke materi disekitarnya, termasuk bumi.

Memahami Radiasi Surya Yang Diterima Permukaan Bumi

Radiasi surya hingga ke bumi

Besarnya energi radiasi surya persatuan waktu yang diterima permukaan persatuan luas, tegak lurus
terhadap arah rambatan radiasi surya pada jarak rata-rata bumi-surya di luar atmosfer dinamakan konstanta surya, Gsc yang besarnya adalah 1.353 W/m2 .

Nilai ini merupakan batas atas teoritis dari ketersediaan energi surya di bumi menurut Mecherikunnel di bukunya Spectral Distribution of Solar Radiation, 1980. Radiasi surya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam sistem konversi energi surya adalah jumlah radiasi surya yang mencapai permukaan bumi, yaitu konstanta surya dikurangi intensitas radiasi akibat penyerapan dan pemantulan atmosfer sebelum mencapai bumi.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Radiasi global di permukaan bumi

Total radiasi surya yang diterima oleh suatu area di permukaan bumi atau disebut juga sebagai radiasi global terbagi atas dua komponen, yaitu:

  1. Radiasi langsung, yaitu radiasi yang diterima langsung dari sorotan matahari
  2. Radiasi sebaran / baur atau disebut juga radiasi langit, yaitu radiasi yang dipancarkan ke permukaan penerima oleh molekul-molekul di dalam atmosfer (gas, debu, uap air/awan).

Baca juga : Potensi Energi Matahari di Indonesia

Ukuran energi radiasi surya yang mencapai bumi dapat dinyatakan dengan kepadatan daya di suatu
permukaan daerah penerima pada waktu tertentu dan dinyatakan dengan satuan kWh/m² or MJ/
m².

Secara umum, sinar matahari yang telah dilemahkan saat melewati atmosfer, akan menghasilkan radiasi permukaan maksimum normal sekitar 1000 W / m² di permukaan laut pada hari yang cerah. Namun, nilai ini akan bervariasi tergantung kondisi awan di lokasi radiasi, kondisi iklim dan kelembapan, termasuk arah dan besaran tiupan angin yang sedang terjadi.

Lalu berapa besaran radiasi yang diterima Indonesia?

Berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional, potensi energi matahari di Indonesia mencapai rata-rata 4,8 kilowatt hour (kwh) per meter persegi per hari, setara 112.000 GWp per harinya. Dengan besaran potensi ini, maka aplikasi energi surya sangat bisa digunakan sebagai sumber pembangkit utama di wilayah-wilayah pulau dan terpencil di Indonesia.

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/08/SolarGIS-Solar-map-World-map-en-940x505.pnghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/08/SolarGIS-Solar-map-World-map-en-300x161.pngGalih RadityaSolarenergi surya,janaloka.com,Panel surya,panel surya murah,PLTS,radiasi matahari,solar pv,solar system,SuryaMemahami Radiasi Surya - Matahari yang berjarak sekitar 1,5 x 1011 m dari bumi mempunyai diameter 1,39 x 109 m dan dan terdiri atas materi-materi gas yang sangat panas dengan suhu permukaan yang mencapai 5.672ºK atau setara 5.398,8℃. Pada bagian inti selalu terjadi reaksi fusi yang menghasilkan energi pada temperatur yang sangat tinggi. Energi ini...The #1 Solar Energy Crowd