Bagaimana proyeksi harga panel surya di 2017? Apakah akan terjadi penurunan signifikan secara global? Atau harga akan cenderung tetap? Bagaimana Indonesia bersiap untuk ini semua?

Harga Panel Surya di 2016

Pada 2016, harga retail tertinggi panel surya menempati harga Rp 13.000,- hingga Rp. 15.000,- per watt peak untuk panel surya impor yang tidak memiliki syarat sertifikasi Indonesia, seperti TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) lebih besar dari 40%, dengan efisiensi panel surya berada pada kisaran 12% – 14%.

Sedangkan panel surya ‘pabrikan‘ dalam negeri menjual pada kisaran harga Rp. 22.000,- per watt peak untuk harga retail tertinggi.

Harga ini turun dari tahun sebelumnya, 2015, yang berada pada kisaran Rp. 18.000,- untuk panel surya impor dan Rp. 28.000,- untuk panel surya produksi dalam negeri.

Jika dilihat lebih jauh, terutama menjelang akhir tahun 2016, harga panel surya telah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga panel surya pada pasar global. Di Cina, panel surya bahkan menyentuh harga Rp. 6.300,- hingga Rp, 7.000,- per watt peak.

proyeksi harga panel surya di 2017

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Proyeksi Harga Panel Surya di 2017

Pada 2017, harga retail tertinggi panel surya diproyeksikan akan mengalami penurunan, walaupun nilainya belum dapat dipastikan. Namun, berkaca pada 2016 dan 2015, juga semakin bertambahnya kebutuhan listrik surya di Indonesia di 2017, maka sangat mungkin harga panel surya akan menembus harga dibawah Rp. 12.000,- untuk panel surya impor dan dibawah Rp. 20.000,- untuk panel surya produksi dalam negeri.

Hambatan untuk pengembangan bisnis panel surya di dalam negeri adalah masih belum cukup luasnya aplikasi panel surya dan belum adanya kebijakan yang jelas mengenai pengaturan penggunaan pembangkit, baik skala kecil atau besar, dari listrik surya.

Sehingga kebutuhan pasar belum dapat berkembang sempurna dan terhambat oleh regulasi itu sendiri. Oleh karena itu untuk mendorong penurunan harga yang signifikan, pemerintah harus dapat menemukan dan menjalankan strategi yang tepat secara cepat dalam aplikasi listrik surya.

Salah satu cara yang mudah adalah dengan mendorong aplikasi listrik surya pada atap (kapasitas pembangkit skala kecil) bersamaan dengan instalasi pembangkit IPP (kapasitas skala besar), untuk mencapai target pembangunan 5 GW pada 2020.

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2015/12/solar_power_7.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2015/12/solar_power_7-300x109.jpgJanalokaFinanceaplikasi,baterai,community,development,inovation,janaloka.com,Panel surya,PLTS,produk,Solar,solar panel,solar system,startup,Surya,technology,TenderBagaimana proyeksi harga panel surya di 2017? Apakah akan terjadi penurunan signifikan secara global? Atau harga akan cenderung tetap? Bagaimana Indonesia bersiap untuk ini semua? Harga Panel Surya di 2016 Pada 2016, harga retail tertinggi panel surya menempati harga Rp 13.000,- hingga Rp. 15.000,- per watt peak untuk panel surya impor...The #1 Solar Energy Crowd