Pengembangan penggunaan listrik tenaga surya, sudah semakin luas. Di negara-negara maju, listrik rumah tangga hampir +5% disuplai oleh tenaga matahari. Di Indonesia sendiri, penggunaan listrik rumah tangga masih sangat minim dibandingkan kapasitas pembangkit terpasang, yaitu kurang dari 0,1%. Apakah PLN lebih baik dari tenaga surya?

Listrik PLN tidak berkelanjutan seperti listrik tenaga surya

Hampir keseluruhan pembangkit listrik PLN di Indonesia masih menggunakan sumber bahan baku tidak terbarukan, seperti batu bara dan solar. Beberapa pembangkit besar, memang telah menggunakan energi air, angin, surya ataupun panas bumi. Namun belum dapat menggantikan fungsi pembangkit listrik energi tak terbarukan.

Untuk penyediaan energi tak terbarukan, hingga berapa lama dapat bertahan? 10 tahun? 50 tahun? atau 100 tahun lagi? Namun yang pasti energi ini akan habis pada waktunya. Siapkah kita jika itu terjadi? Mungkin generasi kita yang akan datang yang akan mengalaminya, namun bukankah hal yang bisa diprediksi tersebut dapat kita antisipasi dari sekarang!

Harga minyak dunia memang sedang turun sekarang, namun hal ini tidak menjamin ketersediaan minyak murah dan distribusi yang dapat menjangkau pelosok negeri. Kuota minyak yang terbatas, juga memberikan dampak masih belum dapat tercukupinya energi listrik di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berbeda dengan listrik surya. Matahari yang terus menerus bersinar hingga akhir jaman, telah memberikan keberlanjutan energi secara terus menerus kepada manusia. Yang perlu kita lakukan adalah memanen energi ini untuk dapat kita manfaatkan secara maksimal.

PLN lebih baik dari tenaga surya

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Listrik PLN lebih murah dari listrik surya

Listrik PLN lebih murah dari listrik surya karena listrik PLN masih disubsidi oleh pemerintah, baik dari harga jual ataupun dari ongkos produksi, sedangkan listrik tenaga surya tidak memiliki subsidi. Pembelian listrik surya pun masih belum memiliki harga jual yang menarik dari sisi pengguna, untuk dijual kepada PLN agar dapat dimanfaatkan kembali.

Untuk investasi, listrik PLN sangat kecil investasinya dibanding jika harus membangun pembangkit listrik tenaga surya di awal. Sehingga biaya pengembalian investasi dapat dilakukan dalam jangka waktu yang cukup pendek, dibandingkan dengan pengembalian investasi listrik surya yang belum tentu balik setelah 5 tahun.

Namun, listrik surya lebih murah dalam operasional dan penggunaan selama 25 tahun, sesuai umur pembangkit. Konversi ekonomi listrik surya akan menjadi sangat menarik, terutama karena nilai biaya yang cenderung tetap selama 25 tahun. Berbanding listrik PLN yang nilai beli nya terus naik dengan pelayanan yang masih terus perlu perbaikan.

Listrik PLN tidak lebih terjangkau dari listrik surya

Secara pembangkit, listrik PLN tentu lebih kecil investasinya, namun listrik PLN tidak dapat dibangun di sembarang tempat dan sangat bergantung dengan akses untuk bahan bakar. Sedangkan listrik tenaga surya, dapat dipasang dimanapun di muka bumi Indonesia, mulai daratan, gunung, laut maupun daerah hutan sekalipun.

Listrik tenaga surya memiliki karakteristik produk yang modular, sehingga mudah untuk didistribusikan dan dipasang, juga memiliki kemudahan penambahan kapasitas. Sebuah pembangkit listrik 1 MW dapat dinaikkan kapasitasnya menjadi 2 MW tanpa harus kesulitan.

Jadi, apa yang sebenarnya menghalangi kita untuk membangun dan memanfaatkan listrik surya di Indonesia?

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2016/05/pembangkit-listrik-tenana-surya.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2016/05/pembangkit-listrik-tenana-surya-300x169.jpgJanalokaEnergySolaraplikasi,Asitektural,community,DC coupling,development,Financing,Indonesia,inovation,janaloka.com,renewable energy,technologyPengembangan penggunaan listrik tenaga surya, sudah semakin luas. Di negara-negara maju, listrik rumah tangga hampir +5% disuplai oleh tenaga matahari. Di Indonesia sendiri, penggunaan listrik rumah tangga masih sangat minim dibandingkan kapasitas pembangkit terpasang, yaitu kurang dari 0,1%. Apakah PLN lebih baik dari tenaga surya? Listrik PLN tidak berkelanjutan seperti...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: