Startup

5 Perusahaan Investasi dan EPC Solar di Indonesia

Trend pengembangan pembangkit PV semakin baik dalam jangka waktu 5 tahun terakhir. Semakin inovatifnya teknologi PV dan berkurangnya biaya investasi PV setiap tahun, telah memberikan angin segar bagi pengembangan PV di Indonesia. Dibawah ini adalah 5 Perusahaan Investasi dan EPC Solar di Indonesia, yang telah melakukan kerjasama untuk pembangunan PLTS di Indonesia.

5 Perusahaan Investasi dan EPC Solar di Indonesia
Foto : Instalasi solar panel di pabrik Jaguar – Land Rover UK; Sumber : www.businessgreen[.]com

SunEdison

2013 – PT Angkasa Pura I bekerjasama dengan SunEdison – Sintesa Group melakukan kontrak kerjasama sebesar US$35 juta untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, berkapasitas 15 megawatt. Penandatanganan dilakukan antara President Asia Operations SunEdison Pashupathy Gopalan, CEO Sintesa Group Shinta Widjaya Kamdani, dan Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo.

Belum ada informasi mengenai kapan dimulainya pekerjaan ini. Namun, pada tahun 2016 ini, Kementerian Energi Sumber daya (ESDM – EBTKE) juga merencakan pemasangan PLTS di Bandara Ngurah Rai dari APBN, termasuk untuk beberapa bandara lainnya. Desain dan perencaaan sistem pembangkit sudah diselesaikan pada 2015.

The Solar Guys International and Mitabu Australia + SHARP

2014 – Perusahaan patungan The Solar Guys International and Mitabu Australia (SGI-Mitabu), siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Tanjung Api-Api (TAA). Dengan nilai investasinya tidak kurang dari 100 juta Dolar AS.

Perusahaan konsorsium ini menggandeng beberapa perusahaan seperti Kyocera Corporation dari Jepang yang membawa peralatan Sollar Cell dan Takenaka selaku kontraktor utama. Selain itu, perusahaan dari Jerman yakni SMA juga dilibatkan dalam Inverter.

Pada 2015, SHARP (Salah satu Perusahaan Investasi dan EPC Solar di Indonesia) juga berencana untuk membangun 10 MW PLTS di Jakabaring Sport City  (JSC). Persiapan ini dilakukan sebagai bagian dalam program Green Sport City dan lebih jauh lagi yaitu Green Asian Games 2018, karena diprediksi pada saat puncaknya acara Asian Games 2018, JSC  memerlukan sekitar 8-9 MW listrik.

Akuo Energy

2015 – PT Pertamina (Persero) masuk ke energi baru dan terbarukan atau renewable energy. BUMN energi ini bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Akuo Energy. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani dan CEO Akuo Energy Eric Scotto. Kerjasama akan difokuskan pada pengembangan energi angin, Solar PV, dan Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC).

Pada tahap awal, Pertamina dan Akuo Energy akan menetapkan tiga pulau untuk lokasi pembangkit listrik dengan mempertimbangkan luasan pulau, populasi penduduk, dan kebutuhan listriknya. Konstruksi pembangkit listrik pertama diharapkan berupa Solar PV dengan kapasitas 5 MW terpasang pada tahun 2016.

Akuo Energy merupakan independent power producer (IPP), dan Perusahaan Investasi dan EPC Solar di Indonesia, yang berbasis energi terbarukan yang berbasis di Paris, Perancis. Perusahaan ini telah berinvestasi untuk pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan total kapasitas sebesar 600 MW.

1 Komentar

Apa komentar anda?

three × 5 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia