Application

Perkembangan Pasar BIPV pada 2014

Menurut Accenture Plc mengutip penelitian NanoMarkets, Perkembangan Pasar BIPV diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,5 miliar dollar AS (Rp 74,1 triliun) pada tahun 2015 dari sekitar 2,1 miliar dollar (Rp 20,7 triliun).

Penjualan kaca surya juga diperkirakan akan mencapai sebanyak 4,2 miliar dollar AS (Rp 41,5 triliun) pada tahun 2015, dan penjualan bahan bangunan yang terintegrasi dengan sel surya (Building Integration PV – BIPV) sebesar 830 juta dollar AS (Rp 8,2 triliun). Sekitar 1,5 miliar dollar AS (Rp 14,8 triliun) diharapkan dapat dihasilkan dari modifikasi ubin surya dan material lainnya.

Teknologi ini memberikan sedikit “injeksi” tenaga buat produsen yang sempat mengalami keterpurukan. Mereka terpuruk akibat jatuhnya harga panel surya tradisional hingga 90 persen sejak 2008 karena kelebihan pasokan, margin keuntungan terpangkas sehingga mendorong lebih dari 30 perusahaan termasuk Q-Sel SE dan Suntech Power Holdings Co ke dalam kebangkrutan.

Perkembangan Pasar BIPV 2014
Sumber: thesmartenergycompany.co.uk

 

Perkembangan Pasar BIPV

Industri BIPV termasuk mapan, apalagi di Amerika Serikat, di mana Dow Chemical Co (DOW), perusahaan kimia dengan penjualan terbesar, mampu menjual lebih dari selusin panel surya yang terlihat seperti bahan atap biasa. BASF SE (BAS) juga sedang mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sebelum mengintegrasikan sel matahari menjadi produk bangunan, penting untuk dipertimbangkan bahwa struktur bangunan tersebut harus dapat diakses dengan mudah untuk pembersihan dan pemeliharaan. Di Abu Dhabi, terdapat kurang lebih 3.156 panel surya BIPV di bagian atas gedung Masdar Institute.

Meski efektif dan dapat menghemat energi, produk BIPV setidaknya masih 10 persen lebih mahal ketimbang panel surya PV polycrsytalline. Oleh karena itu, untuk saat ini, jauh lebih murah melakukan instalasi panel surya konvensional, kecuali atap bangunan yang dikembangkan memiliki bentuk yang tidak biasa. Namun, solusi ini menjadi menarik di tengah mahalnya harga energi berbahan bakar fosil sebagai pembakit tenaga listrik.

Inovasi BIPV untuk desain arsitektural

Teknologi berbasis tenaga matahari yang diupayakan Foster, mengadopsi bangunan photovoltaic terpadu, di mana fitur pembangkit listrik bukan sekadar tempelan. Ia harus merancang bangunan baru yang menghasilkan emisi nol pada 2020 setelah beroperasi.

“Membangun tenaga matahari terintegrasi pada gedung perkantoran dan pabrik yang menghasilkan energi secara konsisten pada siang hari, tidak membutuhkan tambahan ruang yang mahal atau instalasi maksimal, sebaliknya hal ini merupakan solusi energi yang paling jelas,” kata Gavin Rezos, Principal Viaticus Capital Ltd, perusahaan penasihat investasi teknologi berbasis di Australia.

(Sumber: Kompas.com)

Apa komentar anda?

four × four =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia