Goods

Perbandingan SCC Tipe PWM dengan MPPT

Solar Charge Controller (SCC) atau Battery Control Unit (BCU) atau Battery Control Regulator (BCR) adalah penyebutan untuk satu komponen kontrol di sistem solar panel. Komponen kontrol ini berfungsi untuk mengatur pengisian daya di baterai, sesuai dengan tingkat kebutuhan kapasitas baterai, sehingga mampu mencapai kapasitas penuh ideal dari baterai.

SCC yang banyak digunakan sekarang ini, memiliki dua tipe utama, yaitu tipe pulse width modulation (PWM) dan tipe maximum power point tracking (MPPT). Dibawah ini akan dijelaskan mengenai Perbandingan SCC Tipe PWM dengan MPPT.

Perbandingan SCC Tipe PWM dengan MPPT
Sumber: cirkits[.]com

Perbandingan SCC Tipe PWM dengan MPPT

Teknologi yang digunakan untuk SCC tipe PWM dan MPPT, berbeda. Oleh karena itu, masing-masing komponen memiliki keunggulan masing-masing. Penggunaan di lapangan pun, mengacu kepada kondisi dan kebutuhan yang ada untuk menentukan SCC tipe mana yang digunakan.

Kualitas pengisian daya baterai

Jika dilihat dari faktor ini, MPPT memiliki keunggulan lebih baik dibandingkan dengan PWM. SCC MPPT mampu memaksimalkan faktor pengisian kapasitas secara lebih besar. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan MPPT untuk mendeteksi daya yang diproduksi solar panel, walaupun kecil, sehingga dapat mengisi kapasitas baterai.

Berbeda dengan SCC PWM, dimana tegangan kerja PWM hanya mampu menyesuaikan dengan tegangan kerja baterai. Sehingga jika tegangan yang dihasilkan solar panel dibawah tegangan kerja baterai, secara otomatis sistem solar panel tidak melakukan pengisian ke baterai. Oleh karena itu, PWM tidak dianjurkan digunakan untuk sistem kapasitas solar panel diatas 200 Wp.

Sistem array vs rasio beban

Untuk sistem yang memiliki output array, atau susunan seri pararel solar panel yang dapat menghasilkan daya, lebih tinggi dibanding rasio beban, PWM dapat digunakan. Namun jika output array mendekati atau hampir sama dengan rasio beban, maka MPPT lebih disarankan untuk digunakan.

Hal ini disebabkan, jika tegangan yang muncul jatuh dibawah tegangan baterai, MPPT dapat menstabilkan sistem solar panel sehingga masih mampu digunakan. SCC PWM tidak mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi ini.

Besar kapasitas sistem solar panel

Sistem PLTS dengan kapasitas kecil (10 Wp – 200 Wp), lebih cocok menggunakan PWM, karena:

  1. SCC PWM bekerja dalam tegangan yang konstan, terlepas dari berapapun kapasitas array.
  2. SCC MPPT kurang efisien bekerja dalam aplikasi yang berdaya rendah.
  3. Harga SCC PWM lebih ekonomis dibanding harga MPPT

Tipe sistem PLTS dan solar panel

Sistem Off Grid dapat menggunakan baik PWM dan MPPT, namun kapasitas dibawah 200 Wp dapat menggunakan PWM, sedangkan diatas 200 Wp  disarankan menggunakan MPPT. Untuk penggunaan panel surya yang memiliki rangkaian sel tidak seperti rangkaian normal, 36 sel, disarankan untuk menggunakan MPPT. Hal ini dikarenakan, MPPT bergantung pada total produksi daya, bukan hanya pada tegangan dan arus yang dihasilkan.

Lalu, manakah yang terbaik? PWM atau MPPT?

Menentukan yang terbaik dari PWM atau MPPT sangat bergantung dengan kebutuhan dan kondisi. Sulit menyatakan masing-masing adalah yang diantara keduanya. Hanya saja, cukup diingat bahwa:

Keterangan PWM Charge Controller MPPT Charge Controller
Tegangan Array PV array & tegangan baterai harus sama. Tegangan PV array dapat lebih tinggi dibandingkan tegangan baterai.
Tegangan Baterai Beroperasi pada tegangan baterai, sehingga ideal jika digunakan pada temperatur yang cukup hangat dan ketika kapasitas baterai 80%. Dapat beroperasi diatas tegangan baterai, sehingga dapat mendorong pengisian lebih cepat pada kondisi temperatur dingin dan kapasitas baterai rendah.
Kapasitas sistem Direkomendasikan digunakan pada kapasitas sistem kecil, dimana MPPT tidak dapat bekerja ideal. Kapasitas sistem diatas 200W akan lebih ideal menggunakan SCC MPPT.
Off-Grid atau Grid-Tie Disarankan digunakan sistem off-grid dengan tipe tegangan panel surya (Vmp) berada pada ≈ 17 hingga 18 Volts untuk setiap nominal tegangan baterai 12V. Dapat digunakan pada tipe sistem grid-tie, walaupun dengan kapasitas kecil. Karena mampu beradaptasi dengan baik pada jenis panel yang tidak memiliki susunan seri 36 sel.
Metode kapasitas Array Susunan panel surya dihitung pada Ampere (berdasarkan arus yang dihasilkan saat solar panel bekerja sesuai dengan tegangan baterai). Susunan panel surya dihitung berdasarkan watt (berdasarkan maksimum Charging Current x Battery Voltage)

4 Komentar

  1. Saya mau tanya pak, bu.

    Jadi saya menjemur panel,
    Saya ingin mengisi aki saya tanpa beban. Lalu saat saya mengukur tegangan inpit bagian BCR panel dan aki terbaca 12,2 volt. Jadi saya tidak dapat memastikan bahwa aki saya tersebut benar2 terisi atau tidak. Tapi lampu indikator BCR saya bagian aki, ada warna lampu hijau yanh tetap stay dan lampu warna oren kedip dg durasi agak lama.

    Apakah pembacaan itu benar ?
    BCR saya tipe PWM.

    Balas
    1. Janaloka Author

      Halo Rana,
      Ada beberapa jenis tipe BCR PWM yang biasa digunakan di Indonesia, setiap indikator memiliki fungsi sesuai jeni BCR yang Anda gunakan. Silahkan cek di instruksi manual BCR Anda untuk info lebih detail.
      Jika Anda ingin mengetahui apakah baterai Anda terisi atau tidak, salah satu cara manual yang dapat dilakukan adalah cek tegangan baterai sebelum dihubungkan/dicatu dengan panel surya. Jika Angka tegangan diatas 12 V, berarti baterai Anda dalam kondisi penuh dan siap digunakan. Jika dibawah 12V, maka baterai Anda perlu dicatu daya dan lakukan langkah selanjutnya.
      Kemudian, ketika baterai sudah terhubung dengan BCR dan panel surya juga sudah terhubung dengan BCR. Saat matahari terik bersinar, cek input panel surya di BCR, apakah ada tegangan atau tidak. Catat tegangan yang ada.
      Setelah minimal 4 jam, cek baterai Anda, apakah ada perubahan pada tegangan.

      Trims,
      Galih

      Balas
  2. Halo….
    Apakah efisiensi SCC berpengaruh pada perhitungan Listrik Tenaga Surya?
    Misal Panel Surya saya 100 Wp dan koefisien radiasi 4, sehingga di atas kertas daya yang dihasil kan perhari 400Wp. Lalu dengan kontroller PWM (misal efisiensi 70%) apakah daya yang dihasilkan menurunkan lagi (400Wp x 70%) atau tidak perlu di masukan lagi dalam perhitungan….?

    Balas

Apa komentar anda?

seven − 4 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...