Energy

Penurunan Tarif Listrik di 2015?

Penurunan tarif listrik di 2015? Jika dibandingkan dengan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) pada 3 bulan lalu, jawabannya betul ada penurunan. Namun coba bandingkan dengan TDL pada Desember 2014, terjadi kenaikan kurang lebih 3%.

Lalu, betulkah ada penurunan tarif listrik di 2015? Yang terjadi sebetulnya bukan penurunan, namun penyesuaian tarif, mengikuti indikator kurs dolar, harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP), dan inflasi selama dua bulan sebelum tarif ditentukan. Penurunan tarif pun terbilang relatif kecil, yaitu hanya 0.01% saja.

Sebagai contoh, Golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 VA – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp 1.533 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan November 2015 menjadi Rp 1.509 per kWh pada bulan Desember 2015 (sumber: PLN.co.id, 11/15).

Namun, jika kita melihat tarif listrik di 2014 untuk rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas pada bulan November 2014 adalah Rp. 1.496,33 per kWh (sumber: PLN.co.id, 11/14). Ada selisih Rp. 36, 67 yang menunjukan bahwa ada kenaikan dari tahun 2014 ke tahun 2015.

Berikut adalah tabel kenaikan harga listrik lima tahun terakhir, 2010 – 2015 :

Penurunan Tarif Listrik di 2015

Dari tabel diatas, kenaikan TDL dari tahun 2010 cukup signifikan. Rata-rata total kenaikan dari 2010 hingga Desember 2015 adalah ± 41%.

Mekanisme penyesuaian tarif penyebab Penurunan Tarif Listrik di 2015

Dengan mekanisme Penyesuaian tarif, tarif listrik setiap bulan dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan kurs dolar, ICP dan Inflasi. mekanisme Penyesuaian tarif ini merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 yang kemudian diubah dengan Permen ESDM No 09/2015.

Kedepannya, terdapat 12 golongan tarif listrik yang mengikuti mekanisme Penyesuaian tarif. Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:

  1. Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
  2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
  3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
  4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
  5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
  6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya diatas 200 kVA
  7. Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
  8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
  9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
  10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA
  11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
  12. Layanan khusus TR/TM/TT

Pengaruh penurunan Tarif Listrik di 2015 terhadap PLTS

Dilihat dari harga, penurunan tarif listrik di 2015 tidak memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hal ini dikarenakan tingkat perubahan harga yang sangat kecil. Namun, jika dilihat secara lebih luas, naik turunnya harga PLN memberikan dampak yang cukup baik terhadap PLTS, apabila:

  1. Kualitas pelayanan PLN tidak berubah. Seringnya pemadaman listrik dan infrastruktur yang kurang optimal dapat menjadi potensi penggunaan PLTS lebih besar.
  2. Aksesibilitas listrik PLN di perbatasan, daerah terpencil dan pulau terluar rendah, sehingga PLTS dapat menjadi solusi penyediaan listrik.
  3. Meningkatnya penggunaa listrik dari energi terbarukan, sebagai bagian usaha PLN dalam meningkatkan bauran energi terbarukan.

Apa komentar anda?

twenty − 2 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia