Application

Penggunaan Solar Panel Saat Mati Lampu

Listrik padam sudah menjadi “rutinitas” di beberapa kota dan daerah, di Indonesia. Permasalahan ini bukan tanpa sebab, karena kurangnya daya pasokan listrik dan kerusakan infrastruktur listrik menjadi beberapa alasan mengapa penyediaan listrik terhambat.

Presiden Jokowi mengklaim untuk menyelesaikan masalah penyedian listrik, dengan membangun pembangkit sebesar 35.000 MW hingga 2019. Seharusnya hal ini, dapat menjadi jawaban untuk pemecahan kebutuhan listrik. Namun, pembangkit tersebut baru akan beroperasi (paling cepat) 4 tahun lagi. Lalu apa yang bisa dijadikan solusi singkat, hingga menunggu listrik tersedia?

Penggunaan Solar Panel Saat Mati Lampu

Penggunaan Solar Panel Saat Mati Lampu

Salah satu solusi listrik padam, atau umumnya disebut mati lampu, adalah dengan menggunakan sistem solar panel. Dibawah ini ada beberapa aplikasi sistem solar panel saat mati lampu dengan biaya murah dan penggunaan yang mudah.

Lentera Surya

Sistem solar panel ini cukup kecil dan sangat mudah digunakan. Produk ini, sudah termasuk panel surya minimal 3 Wp, baterai lithium untuk penggunaan hingga 10 jam dan lampu LED. Dikarenakan seluruh komponen sudah berada dalam satu sistem produk, sehingga penggunaannya pun cukup mudah. Jemur produk untuk mengisi baterai dan nyalakan lampu untuk penggunaan. Untuk pembiayaan, aplikasi ini memiliki harga dibawah satu juta rupiah.

Penggunaan Solar Panel Saat Mati Lampu

Claim Your Products! Is it your products? If do you believe so, and would like potential customer directly contact you. Please advise us your company profile and we will add your hot line here. Grab this chance fast! Check here for further information.

 

Mini Off Grid

Sistem mini off grid adalah salah satu sistem panel surya yang dapat mandiri berfungsi tanpa terkoneksi dengan utilitas listrik PLN (namun juga memiliki kemampuan untuk terhubung, atau disebut Hybrid sistem). Sistem ini memiliki kapasitas kurang dari 500 Wp atau kurang dari 1.000 Wh – untuk penggunaan 2 jam (perbandingan sistem rumah biasanya menggunakan 900 Wh/1.300 Wh/2.200 Wh untuk tipe R1). Sistem ini memiliki kemampuan untuk menghidupkan hampir semua barang elektronik di rumah tangga.

Namun yang perlu diperhatikan adalah daya penggunaan, jika saat mati lampu anda mampu berhemat menggunakan daya dengan sangat kecil, hingga (misalkan) 200 Wh. Maka secara otomatis lama penggunaan dapat meningkat hingga 10 jam per hari. jadi kelebihan mini off grid adalah anda dapat menyesuaikan kebutuhan dengan penggunaan.

Baca juga : Jika anda ingin menghitung biaya investasi, silahkan kunjungi kalkulator surya!

Untuk instalasi dan desain sistem aplikasi dilapangan, disarankan untuk menghubungi tenaga ahli yang berpengalaman. Setelah terpasang, penggunaan cukup mudah. Sistem dapat dibuat otomatisasi untuk perpindahan dari listrik PLN ke sistem mini off grid ketika mati lampu. Namun investasi cukup mahal, sekitar Rp. 40.000,- hingga Rp. 50.000,- per Wh nya untuk sistem 500 Wp.

Free Consultation with janaloka.com : Ask Here!

Sistem Grid Tie dengan Baterai

Berbeda dengan mini off grid, sistem grid tie dengan baterai harus memiliki koneksi dengan PLN untuk dapat bekerja. Secara umum, fungsi keduanya mirip. Namun keunggulan sistem ini adalah listrik yang diproduksi oleh panel surya dapat digunakan langsung oleh peralatan rumah tangga saat baterai sudah terisi penuh. Sehingga daya listrik dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sama halnya dengan sistem mini off grid, untuk instalasi dan desain sistem aplikasi dilapangan, disarankan untuk menghubungi tenaga ahli yang berpengalaman. Setelah sistem terpasang, penggunaan juga cukup mudah. Sistem dapat secara otomatis berpindah antara penggunaan dari solar panel, penggunaan dari baterai,  atau penggunaan dari PLN.

Free Consultation with janaloka.com : Ask Here!

Investasi sistem grid tie dengan baterai bergantung pada besaran baterai yang terpakai. Semakin besar kapasitas baterai, maka semakin besar investasi. Sebagai perbandingan, sebuah sistem Grid Tie tanpa baterai membutuhkan investasi Rp. 18.000,- hingga Rp. 25.000,- per Wh. Sedangkan sistem Grid Tie dengan baterai membutuhkan investasi sekitar Rp. 50.000,- per Wh nya.

Mana sistem yang paling cocok untuk Penggunaan Solar Panel Saat Mati Lampu?

Jawabannya adalah sesuai penggunaan dan budget anda. Jika, area tempat tinggal anda jarang mati lampu dan hanya mati dalam jangka waktu kurang dari 2 jam. Lentera surya adalah pilihan yang tepat. Selain praktis digunakan dan disimpan, biaya investasi tidak terlampau besar untuk penggunaan hingga 5 tahun.

Jika area tempat tinggal anda sering mati lampu dan mati dalam jangka waktu kurang dari 5 jam, maka sistem grid tie dengan baterai adalah sistem yang tepat. Karena anda dapat menggunakan sistem solar panel, selain sebagai cadangan daya, juga untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik PLN. Baterai yang digunakan juga dapat diefisienkan, sehingga investasi yang dikeluarkan tidak terlampau besar. Dan saat sistem 35.000 Mw terpasang, sistem anda tetap dapat digunakan.

Namun, jika mati lampu adalah rutinitas di tempat anda tinggal dan mati dalam jangka waktu hingga 10 jam perhari, maka sistem mini off grid dapat menjadi jawaban. Dengan mini off grid, sistem rumah tangga anda akan secara mandiri menyediakan listrik tanpa bergantung dengan utilitas listrik PLN.

Jika anda merasa investasi ini cukup mahal, bandingkan jika anda menggunakan genset setiap hari. Anda dapat melihat investasi sistem solar panel anda sangat murah!

Apa komentar anda?

two + one =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia