Application

Penggunaan panel surya untuk pompa air

Pompa air merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang cukup sering digunakan dan memiliki kapasitas konsumsi daya yang cukup besar. Mungkinkah kita melakukan penghematan listrik untuk penggunaan pompa air? Misalkan menggunakan panel surya sebagai sumber utama listrik pompa air?

Tentukan besaran penggunaan anda

Menggunakan panel surya untuk pompa air adalah sangat mungkin. Karena pada prinsipnya panel surya dapat digunakan untuk jenis aplikasi apapun, selama aplikasi tersebut membutuhkan listrik sebagai sumber tenaganya. Pompa air standar yang ada dipasaran pun dapat menggunakan panel surya.

Caranya adalah dengan:

  1. Mengetahui berapa besar total pompa air anda! Setiap pompa air memiliki kapasitas daya yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan besaran tekanan yang digunakan. Di Indonesia, daya standar pompa air untuk rumahan adalah sekitar 250-500 watt. Temukan kapasitas daya pompa air Anda pada brosur atau spesifikasi produk terlampir.
  2. Menentukan berapa lama anda akan menggunakan pompa air tersebut! Anda harus mengetahui waktu penggunaan harian dari pompa air tersebut, apakah dua jam per hari atau empat jam per hari?

Setelah anda mendapatkan kedua hal diatas, maka anda tinggal mengkalikan semua variable untuk mendapatkan total kapasitas daya yang dibutuhkan. Misalkan daya pompa air yang digunakan adalah 400 watt dan digunakan selama 2 jam sehari, maka total yang anda butuhkan adalah 800 wh.

Pompa Air = 400 watt x 2 jam x 1 unit = 800 Wh

Menghitung penggunaan panel surya untuk pompa air

Dari Informasi kebutuhan harian 800 Wh diatas, maka selanjutnya adalah menghitung kebutuhan panel surya dan komponen produk yang akan digunakan.

Peak sun hours (PSH) rata-rata di Indonesia adalah 3 hingga 5 jam per hari. Jika kita asumsikan lama penyinaran selama 4 jam per hari. Maka cara paling mudah untuk mengetahui kapasitas panel surya yang dibutuhkan adalah dengan membagi kebutuhan harian dengan PSH.

Kapasitas panel surya = 800 Wh / 4 jam = 200 Watt

Dengan mengacu pada asumsi efisiensi total sistem adalah 80%, dari rugi-rugi daya kabel, konversi inverter, serta penyimpanan baterai. Maka Minimal kapasitas panel yang dapat digunakan >20%. Untuk sistem ini dipilih panel surya dengan kapasitas 250 Wp. Vmp 31,2 V dan Imp 8,02 A.

Untuk baterai, dengan asumsi days of autonomy, yaitu banyaknya hari sistem listrik surya dapat bekerja ketika tidak ada cahaya matahari, selama 1 hari. Maka minimal daya yang harus dipersiapkan adalah 1600 Wh.

Daya baterai = (n+1) x kebutuhan harian = 2 x 800 Wh = 1.600 Wh

Dengan kebutuhan 1.600 Wh, maka dapat menggunakan 2 unit baterai 12V100 Ah, DOD 80%. Tipe baterai yang digunakan dapat dipilih VRLA ataupun DCMF.

Komponen lain yang penting adalah solar charger controller (SCC). SCC berfungsi untuk mengatur charge dan discharge sistem panel surya.

Syarat penting pemilihan SCC adalah nilai arus pada SCC, harus lebih besar dari nilai arus pada panel surya. Dalam hal ini, sistem pompa air diatas dapat menggunakan kapasitas 10 A ataupun 20 A.

Komponen lain yang perlu ada adalah kabel, penyangga panel, proteksi (seperti MCB) dan konektor. Komponen penting, untuk menjaga keamanan pengguna dalam penggunaan.

Dalam penggunaannya, pompa air dapat digunakan langsung ke baterai, dengan tegangan DC. Atau menggunakan inverter untuk penggunaan pompa air dengan tegangan AC.

Masalah yang mungkin timbul pada penggunaan panel surya untuk pompa air

Dalam penggunaan panel surya untuk pompa air, ada beberapa masalah yang mungkin muncul, seperti:

  1. Pompa air tidak menyala sesuai waktu yang diinginkan; Jika dalam rencana harusnya pompa bekerja minimal 2 jam, namun saat pemakaian hanya mampu menyala 1 jam. Maka perhatikan kembali, berapa daya pompa air. Pastikan daya panel surya lebih besar dibanding daya kebutuhan harian pompa air. Jangan terburu-buru menyalahkan baterai, karena baterai hanya berfungsi untuk menyimpan energi.
  2. Pompa air tidak mau menyala; Jika hal ini terjadi, perhatikan jenis inverter yang digunakan. Pastikan minimal kapasitas inverter yang digunakan 3 – 5 kali kapasitas pompa air. Karena motor listrik membutuhkan daya start yang tinggi. Dan jenis inverter yang digunakan adalah Pure Sine Wave (PSW), bukan Modified Sine Wave (MSW).
  3. Fault dan error; Jika hal ini terjadi, cek rangkaian sistem secara lebih teliti dan pastikan konektor terpasang dengan baik.

Keuntungan penggunaan panel surya untuk pompa air

Penggunaan panel surya untuk pompa air memiliki beberapa keuntungan, beberapa diantaranya adalah: (1) Dapat memanfaatkan pompa air tanpa harus bergantung dengan listrik PLN.

Jika pompa air terletak jauh dari jaringan PLN, maka pompa air dapat difungsikan mandiri. Jika pompa air digunakan untuk rumah, maka pompa air dapat membantu efisiensi penggunaan listrik PLN.

(2) Listrik yang digunakan tidak memberikan polusi udara ataupun suara, selama pemakaian. Sehingga pengguna lebih aman dan nyaman.

(3) Komponen sistem listrik surya bersifat modular, yang berarti kapasitas dapat diubah naik atau turun secara mudah, sesuai kebutuhan pengguna.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Ingin mencoba melakukan pemasangan?

Atau jika Anda butuh referensi lebih lanjut bisa juga :

  1. Menghubungi kami untuk konsultasi desain-rekayasa dan cara pemasangan.
  2. Baca mengenai pengalaman pemakaian panel surya untuk pompa air.
  3. Cari tahu lebih banyak informasi mengenai sistem listrik surya.

Apa komentar anda?

ten − ten =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia