Kebijakan Penggunaan Energi Surya Pada Atap Di India
Application

Kebijakan Penggunaan Energi Surya Pada Atap Di India

Solusi pengembangan sumber daya energi listrik, sudah menjadi perhatian dunia sekarang ini. Terutama semakin besarnya kesadaran pengguna untuk mengurangi penggunaan energi fosil yang berpolusi dan tidak ramah lingkungan.

Properti merupakan salah satu pasar yang tertarik untuk pengembangan energi alternatif, terutama energi surya. Kebutuhan penduduk untuk perumahan dan tempat tinggal telah meningkat beberapa tahun belakangan ini. Ketersediaan energi untuk memenuhi permintaan rumah, juga menjadi isu lain yang perlu diperhatikan dengan bersamaan.

Kebijakan Penggunaan Energi Surya Pada Atap Di India

Penggunaan Energi Surya Pada Atap Di India

India, untuk mendorong penggunaan tenaga surya pada level yang lebih besar, sedang mencoba mempromosikan penggunaan energi surya pada atap dengan menerapkan kebijakan yang pro terhadap aplikasi tersebut. Hal ini sesuai dengan rencana India untuk memasang 40 GW sistem panel surya pada 2022.

Kebijakan yang India lakukan, adalah dengan konsep sewa atap untuk sistem panel surya. Dalam hal ini pengembang akan membangun perumahan yang atapnya telah disesuaikan untuk pemasangan panel surya. Pemilik yang membeli rumah tersebut akan ditawari kontrak kerjasama untuk sewa dan jual-beli produksi daya dari panel yang terpasang di atap mereka.

Aplikasi perjanjian jual beli listrik ini memberikan keuntungan bagi pemilik rumah karena konsumsi listrik mereka akan disuplai oleh panel surya. Dan jika ada energi berlebih, energi tersebut akan dijual oleh pengembang ke jaringan listrik mereka, untuk kemudian dimanfaatkan oleh industri dan komersil.

Walaupun masih terdapat perdebatan di pemangku kebijakan, namun ide ini sangat membantu konsumen, baik pemilik rumah yang menyewakan atap, pengembang yang mengawasi produksi listrik atau dari sisi industri dan komersil yang akan mendapakan energi yang lebih murah, karena menciptakan lahan bisnis baru dan menghindari kenaikan tarif listrik yang selalu terjadi.

Untuk mendukung ide ini, pemerintah India pun telah mendorong kebijakan untuk untuk membebaskan proyek-proyek energi terbarukan dari sejumlah pajak dan bea, termasuk transmisi. Sehingga sistem panel surya akan lebih murah dan mungkin untuk diplikasikan.

Bagaimana dengan Indonesia?

Lalu bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Apakah sudah memiliki rencana seperti India dalam pengembangan energi surya pada atap? Walaupun belum sampai pada jual beli listrik dengan feed in tarif, Indonesia telah memulai program ini melalui net metering.

Rumah dan bangunan dapat menjual listrik ke PLN, namun dengan catatan bahwa daya listrik yang dijual tersebut tidak dibeli dalam bentuk uang secara langsung, akan tetapi disimpan untuk dapat digunakan kemudian. Sehingga pengguna akan mendapatkan tabungan daya, dari surplus produksi yang ada.

Apa komentar anda?

2 × two =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia