Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Indonesia
Energy

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Indonesia

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah diprediksi akan menjadi salah satu pembangkit listrik yang paling banyak digunakan di masa depan. Banyak negara di Eropa dan Amerika berlomba-lomba untuk menginstalasi pembangkit jenis ini. Asia juga tidak ketinggalan, termasuk didalamnya Indonesia.

Perkembangan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia dimulai sejak tahun 80an, melalui sistem untuk lampu penerangan rumah di Desa Sukatani, Jawa Barat. Hingga sekarang, Indonesia sudah mampu melakukan pemasangan PLTS dengan kapasitas mencapai 5 MWp di NTT.

Pengertian pembangkit listrik tenaga surya

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu aplikasi penggunaan energi surya sebagai sumber energi listrik, dengan memanfaatkan teknologi sel surya (fotovoltaik) untuk menghasilkan energi listrik.

Secara umum, energi surya dapat dimanfaatkan berdasarkan 3 jenis, yaitu:

  1. Pemanfaatan dengan menggunakan teknologi solar photovoltaic, dimana sinar radiasi matahari diubah menjadi listrik dengan tekonologi sel fotovoltaik atau sel surya.
  2. Pemanfaatan dengan menggunakan teknologi solar heat, dimana panas matahari diubah menjadi listrik dengan teknologi pengumpulan panas.
  3. Pemanfaatan solar passive, dimana energi matahari dimanfaatkan tanpa langsung mengkonversi energi tersebut menjadi listrik dalam penerapannya.

PLTS yang sekarang berkembang di Indonesia, lebih banyak menggunakan sel surya untuk menghasilkan listrik.

Apa itu PLTS? PLTS merupakan singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya.Click to tweet!

Apa saja komponen pembangkit listrik tenaga surya?

PLTS memiliki beberapa komponen inti yang digunakan agar dapat berfungsi sesuai kebutuhan, yaitu:

Panel Surya; Panel surya merupakan komponen utama yang harus ada dalam sebuah sistem pembangkit listrik surya. Panel surya terdiri dari sebuah modul, yang didalamnya terangkai sel surya secara seri dan pararel. Sel surya inilah yang berfungsi untuk mengubah energi radiasi matahari menjadi energi listrik.

Panel surya yang banyak dijual di Indonesia merupakan jenis crystalline, baik monocrystalline ataupun polycrystalline.

Di Indonesia ada banyak penjual panel surya, baik produksi dalam negeri ataupun produksi impor.

Controller dan Inverter; Komponen produk kedu yang harus ada dalam PLTS adalah Controller dan Inverter. Walaupun kedua produk ini memiliki fungsi berbeda, namun fungsi keduanya tidak dapat dipisahkan.

Controller berfungsi mengatur pelepasan energi yang dilakukan panel surya dan melakukan fungsi kontrol terhadap sistem secara keseluruhan. Controller merupakan otak dari berjalan atau tidaknya sistem PLTS.

Sedangkan inverter berfungsi untuk memaksimalkan fungsi tengangan DC ke DC dan/atau merubah tegangan DC ke AC. Inverter dapat menjadi satu kesatuan di sebuah produk controller ataupun dapat menjadi produk terpisah.

Sistem Penyeimbang (atau Balance of System – BOS); Merupakan komponen pelengkap seperti kabel, konektor, proteksi MCB/MCCB, surge arester, pentanahan, penyangga panel surya dan kelengkapan lain yang dapat mendukung berfungsinya sistem PLTS.

Baterai; Untuk beberapa kebutuhan, baterai dapat menjadi pilihan tambahan pada sistem. Misalkan untuk kebutuhan penggunaan 24 jam, kebutuhan cadangan daya ataupun untuk penggunaan di lokasi terpenci.

Baterai berfungsi sebagai tempat penyimpanan daya, sehingga dapat digunakan pada saat matahari tidak bersinar, seperti pada malam hari, ketika mendung atau hujan, dan ketika kondisi tertentu yang tidak memungkinkan mendapatkan sinar matahari.

Seluruh komponen diatas memerlukan desain dan perencanaan pembangkit listrik tenaga surya yang tepat agar dapat sesuai dengan kebutuhan penggunaan Anda.

Di Indoensia, ada banyak penyedia yang dapat membantu proses desain dan perencanaan ini. Anda dapat mengetahui penyedia-penyedia tersebut dengan mengklik artikel ini “penyedia listrik surya di Indonesia” atau konsultasi dengan pihak janaloka melalui klik link ini”konsultasi listrik surya“.

Cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pada dasarnya sel surya pada panel surya yang bekerja merubah energi matahari menjadi energi listrik, proses yang disebut dengan “Photoelectric effect”.Click to tweet!

Hasil energi listrik yang keluar itupun kemudian di atur oleh controller dan inverter untuk kemudian digunakan. Penggunaan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Penggunaan langsung, dimana daya listrik panel surya dimanfaatkan langsung oleh beban, baik untuk peralatan DC, seperti lampu dan pompa air, ataupun peralatan AC, seperti lemari pendingin ataupun televisi.
  2. Penggunaan dengan bank penyimpanan, yaitu berupa baterai. Dalam hal ini, energi yang dihasilkan terlebih dahulu disimpan, agar dapat digunakan sewaktu-waktu, bahkan dalam kondisi tidak ada matahari sekalipun.

Seluruh proses pembangkit listrik tenaga surya ini, dapat digunakan untuk jenis beban DC ataupun AC. Sehingga semua jenis peralatan yang menggunakan listrik untuk dapat bekerja, dapat menggunakan listrik dari PLTS.

Baca JugaBagaimana Sistem Panel Surya Bekerja?

Di Indonesia ada beberapa aplikasi PLTS yang sudah banyak digunakan, beberapa diantaranya:
  1. PLTS SHS; Jenis PLTS ini banyak digunakan secara mandiri di rumah-rumah yang jauh dan sulit terjangkau PLN. Persebaran PLTS ini, terutama, berada di wilayah Papua, Sulawesi dan sebagian Kalimantan. Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia juga banyak mengaplikasikan PLTS SHS. Kelebihan sistem ini adalah paket produk yang ringkas dan sederhana, sehingga mudah dipasag dan dirawat.
  2. PLTS Terpusat; Jenis PLTS ini banyak digunakan untuk mengaliri Desa atau kota baru di wilayah-wilayah pegunungan, kepulauan atapun lokasi terpencil. Sistem dengan kapasitas besar ini, mampu mengaliri mulai dari puluhan hingga ratusan KK. Kelebihan sistem ini adalah model aplikasinya yang terpusat, sehingga memudahkan pemantauan dan perawatan.
  3. PLTS pompa air: Jenis PLTS ini khusus mengaplikasi panel surya dengan pompa air, sehingga pengguna dapat menikmati air bersih yang dialirkan secara otomatis oleh sistem ini.
  4. PLTS pada atap; Jenis PLTS ini mulai banyak dilirik masyarakat perkotaan, karena dapat membantu efisiensi penggunaan daya PLN untuk rumah. Instalasi panel surya yang dapat dilakukan pada atap dan dapat terkoneksi dengan PLN, menjadi nilai tambah untuk aplikasi ini.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menemukan aplikasi PLTS yang tepat, janaloka menyediakan layanan perhitungan mudah dengan mengklik link ini “kalkulator surya“.

Potensi Energi Matahari di Indonesia

Berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional, potensi energi matahari di Indonesia mencapai rata-rata 4,8 kilowatt hour (kwh) per meter persegi per hari, setara 112.000 GWp jika dibandingkan dengan potensi luasan lahan di Indonesia atau sepuluh kali lipat dari potensi Jerman dan Eropa.

Namun hingga saat ini, kapasitas yang tersalurkan dari instalasi yang terpasang baru ± 30 megawatt (MW). Kurang dari 0,1% dari total potensi di seluruh Indonesia.

Dengan besarnya rata-rata potensi energi matahari di Indonesia, sudah selayaknya pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi prioritas. Teknologi PLTS telah mengalami kemajuan yang pesat, efisiensi panel yang semakin tinggi dan biaya investasi yang semakin murah dapat menjawab tantangan penyediaan energi yang merata di negara kepulauan, Indonesia.

Apa Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dibanding Pembangkit Lainnya?

Ada banyak jenis pembangkit lain yang dapat Anda manfaatkan, namun mengapa PLTS lebih unggul? Hal ini karena:

  1. Dibandingkan PLN dan pembangkit diesel, PLTS tidak menggunakan sumber daya yang tidak terbarukan, seperti minyak bumi, solar, ataupun batubara. Karena sumber daya tidak terbarukan itu tidak memiliki keberlanjutan yang panjang dan selalu memberikan polusi. Sedangkan PLTS selalu dapat diandalkan selama ada matahari dan minim polusi.
  2. Dibandingkan tenaga angin dan air, PLTS lebih mudah digunakan. Karena hanya dengan meletakkan panel surya, listrik sudah bisa langsung dinikmati.
  3. Tenaga angin membutuhakn survei yang panjang untuk mengetahui karakteristik angin yang berhembus, namun PLTS hanya membutuhkan lokasi tanpa bayangan untuk memanen matahari.
  4. Tenaga air membutuhkan bendungan dan generator untuk dapat berfungsi, sedangkan PLTS cukup selembar modul surya dan beberapa aksesoris untuk dapat menyalakan lampu.
  5. Tenaga panas bumi perlu survei mendalam di lokasi-lokasi sulit, sedangkan PLTS Anda cukup melakukan survei kapan matahari terbit dan tenggelam.
  6. Tenaga nuklir perlu izin yang matang sebelum melakukan pengolahan fusi, sedangkan PLTS cukup menyambungkan panel surya ke inverter untuk langsung merasakan listrik.

Jadi apa komentar Anda mengenai pembangkit listrik tenaga surya? Berikan komentar Anda mengenai pro dan kontra pemanfaatan energi surya, agar bisa menjadi masukan untuk pengembang PLTS supaya lebih baik.

Apa komentar anda?

sixteen − 1 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...