Pemanfaatan Teknologi Sel Surya di Indonesia
Solar

Pemanfaatan Teknologi Sel Surya di Indonesia

Pemanfaatan energi matahari sudah lama mendapat perhatian dari negara-negara dunia. Sumber energi alternatif ini, memiliki jumlah energi yang tidak terbatas, tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan dan dapat diaplikasikan dari kapasitas kecil hingga besar. Energi ini diproduksi melalui sel surya.

Sel surya sebagai komponen utama

Komponen utama sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sel surya atau sel photovoltaik. Ada 3 jenis sel photovoltaik yang banyak digunakan sekarang ini, yaitu:

  1. Crystalline Silicon Photovoltaic Cell (Mono dan Poly)
  2. Thin Film Photovoltaic Cell (TFPV)
  3. Organic Photovoltaic Cell (OPV)

Saat ini pengembangan PLTS di Indonesia cukup pesar, terutama dengan munculnya kebijakan Power Purchase Agreement (PPA) US$ 0,25 untuk produk impor dan US$ 0,3 untuk produk yang memiliki TKDN (Komponen dalam negeri). Harga sudah mengalami perubahan untuk 2017/18.

Namun pada tahap implementasi, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Secara teknologi, industri photovoltaic (PV) di Indonesia baru mampu melakukan pada tahap assembling (perakitan), yaitu mengintegerasikan antara sel surya, yang masih diimpor, dengan aluminium frame dan tempered glass, sehingga menghasilkan solar panel yang utuh.

Produksi panel di Indonesia didominasi oleh Crystalline Silicon Photovoltaic Cell dengan tingkat efisiensi terbesar adalah 16%. Sekarang ini, modul surya adalah komponen utama dan yang paling mahal dalam sistem PLTS, diluar baterai.

Komponen Modul dan baterai dapat mencapai nilai 30% dari seluruh komponen barang yang ada. Harga yang masih tinggi menjadi isu penting dalam perkembangan industri sel surya. Berbagai teknologi pembuatan sel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi sel surya agar mampu bersaing dengan sumber energi lain.

Panel surya dan Masa Depan Energi Di Indonesia

Target rasio elektrifikasi 100% di Indonesia, dapat dijawab dengan aplikasi teknologi sel surya secara masif. Hampir sebagian besar wilayah Indonesia yang berada di wilayah pedalaman dan pulau terpencil, dapat dijangkau oleh teknologi sel surya. Sinar matahari yang ada sepanjang tahun dan instalasi sel surya yang bersifat modular menjadikan teknologi ini cocok diaplikasikan di seluruh wilayah Indonesia.

Hingga tahun 2020, pemerintah telah merencanakan menyediakan 35 GW energi listrik bagi masyarakat Indonesia. Jika Sel surya mampu mengambil tempat minimal 1% dari total target, atau setara 350 Mw, maka teknologi ini akan mampu menciptakan peluang baru bagi industri lokal.

Aplikasi teknologi sel surya memiliki potensi yang luar biasa jika dapat dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu, sudah selayaknya kebijakan mengenai sel surya dapat dipertegas oleh pemerintah Indonesia, guna mendorong kemandirian energi.

1 Komentar

Apa komentar anda?

fourteen − 14 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia