Kategori
Application

Petunjuk Pelaksanaan Net Metering dengan kWh Meter EXIM 2020

Pelaksanaan net metering dengan kWh meter EXIM sudah dapat dilakukan di Indonesia. Ketahui cara melakukan dan biaya nya di tulisan berikut!

Janaloka.com – Berikut adalah beberapa petunjuk pelaksanaan net metering dengan kWh meter EXIM untuk memaksimalkan aplikasi listrik surya pada atap.

Peraturan pelaksanaan net metering dengan kWh meter EXIM

Peraturan pelaksanaan net metering ini telah diatur dalam :

Iklan

Iklan

Pesan!
  1. Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733.K/DIR/2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik dari Fotovoltaik oleh Pelanggan PT. PLN (Persero).
  2. Surat Edaran Direksi PT. PLN (Persero) Nomor.0009.E/DIR/2014 tentang Ketentuan Operasional Integrasi Fotovoltaik Milik Pelanggan ke Dalam Area Sistem Tenaga Listrik PT. PLN (Persero). 
  3. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
  4. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2019 tentang Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri yang Dilaksanakan Berdasarkan Izin Operasi.
  5. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
  6. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Petunjuk Pelaksanaan Net Metering dengan kWh Meter EXIM

Apa itu kWh meter EXIM?

Perangkat kWh meter EXIM (Expor-Impor) merupakan alat penghitung pemakaian energi listrik yang terpasang pada rumah pelanggan PLN dan memiliki fungsi untuk mencatat besaran produksi (ekspor) dan konsumsi (impor) pelanggan.

Apa itu net metering?

Net metering adalah mekanisme penagihan listrik yang memungkinkan konsumen untuk menghasilkan sebagian atau seluruh listrik mereka sendiri, dimana jika ada kelebihan produksi dapat di suplai ke jaringan utilitas dan mendapatkan kompensasi sesuai kebijakan berlaku.

Penggunaan kWh meter EXIM dengan skema net metering

Di Indonesia, penggunaan kWH meter EXIM dengan skema net metering telah diatur dalam peraturan menteri ESDM dengan PLN sebagai penyedia jaringan utilitas listrik.

Cara kerjanya adalah konsumen (pelanggan PLN), baik rumah tangga, bisnis ataupun industri, akan memasang sistem listrik surya di bangunan mereka. Sistem listrik surya ini kemudian akan dihubungkan secara pararel dengan jaringan listrik PLN.

Iklan

Ketika siang hari, sistem listrik surya akan menghasilkan listrik yang akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Jika produksi panel surya kurang, maka pelanggan akan mengimpor listrik dari PLN. Sebaliknya, jika ada kelebihan produksi, maka pelanggan akan mengekspor listrik ke PLN sebagai “kredit energi listrik”.

Kredit energi listrik pelanggan akan dihitung pada akhir bulan dengan skema perhitungan:

Tagihan Listrik Pelanggan (kWh) = Jumlah kWh Impor – 65% Nilai kWh Ekspor

Dimana :

  1. Jumlah kWh Ekspor : Jumlah kWh yang diekspor pelanggan ke PLN.
  2. Nilai kWh Impor : Nilai kWh yang diimpor pelanggan dari PLN.

Pelanggan hanya akan membayar selisih nilai kWh yang diimpor dengan dengan nilai kWH ekspor. Jika nilai ekspor lebih besar, maka jumlah kWH ekspor akan disimpan sebagai tabungan untuk mengurangi tagihan pelangan pada bulan berikutnya.

Sebagai catatan, skema net metering di Indonesia menggunakan jumlah kWh ekspor dan impor sebagai alat tukar. Jadi PLN tidak memberikan kredit listrik dalam bentuk uang kepada pelanggan.

Iklan

Ingin mengetahui besar biaya dan kapasitas listrik surya untuk rumah Anda? Anda dapat mencobanya di kalkulator surya:

Mekanisme Pemasangan kWh meter EXIM untuk net metering

Untuk pelaksanaan pemasangan, perhatikan beberapa langkah berikut ini:

  1. Pelanggan mengajukan permohonan kepada PT. PLN (Persero).
  2. PLN akan melakukan evaluasi dan verifikasi. Bila pelanggan menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka PLN memproses permohonan pelanggan dengan menerbitkan nomor register non taglis ( non tagihan listrik) untuk biaya kWh meter Exim ( Export-Import) dan menerbitkan persetujuan paralel sistem. Namun bila pelanggan tidak menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka PLN cukup menerbitkan surat persetujuan parallel system photovoltaic dengan sistem PLN. Mekanisme penggantian kWh meter Exim telah disediakan di aplikasi layanan PLN.
  3. Jika tidak disetujui, maka pelanggan diminta untuk melengkapi kekurangan selama maksimal 15 hari kerja.
  4. Jika telah disetujui, pelanggan melakukan pembangunan dan pemasangan listrik surya atap.
  5. Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Izin Operasi (IO) wajib dilengkapi sesuai ketentuan PERMEN ESDM.

Pembiayaan Pemasangan kWh meter EXIM untuk net metering

Adapun untuk pembiayaan pemasangan pelaksanaan net metering dengan kWh meter EXIM, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:

  1. Bila pelanggan tidak menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka operasi paralel tidak dikenakan biaya.
  2. Bila pelanggan menginginkan transaksi ekspor-impor tenaga listrik, maka biaya kWh meter exim dibebankan kepada pelanggan dengan harga kWh meter exim yang berlaku di PLN. Besaran biaya bergantung pada penawaran yang diberikan masing-masing PLN Area saat Anda melakukan pengajuan.
  3. Biaya tagihan pemakaian listrik bulanan sesuai Tarif Tenaga Listrik yang berlaku.
  4. Kewajiban pelanggan lainnya seperti Pajak Pertambahan Nilai (jika ada), Pajak Penerangan Jalan dan Materai sesuai ketentuan yang berlaku.

Perhitungan Tagihan Listrik kWh meter EXIM untuk net metering

  1. Tagihan pemakaian listrik pelanggan pengguna Fotovoltaik yang bertransaksi ekspor-impor tenaga listrik tetap diberlakukan Rekening Minimum (RM).
  2. Tagihan listrik atas pemakaian energi PLN pada kWh meter ekspor (energi listrik dari PLN yang dikonsumsi pelanggan) yaitu stand pemakaian pada kWh meter ekspor tetap dimasukkan ke aplikasi PLN seperti mekanisme perhitungan rekening listrik pada umumnya. Sedangkan untuk energi listrik dari kWh meter impor (energi listrik dari sistem panel surya yang masuk ke sistem PLN ) dicatat dan dihitung menggunakan tarif yang berlaku sesuai golongan tarif pelanggan tersebut.

Contoh Perhitungan pelaksanaan net metering dengan kWh meter EXIM dengan pelanggan PLN dengan Golongan Tarif R1/TR 2200VA.

  1. Stand pada kWh meter yang dikonsumsi pelanggan tercatat sebagai berikut :
    1. Stand lalu (N-1) : 1200 kWh
    2. Stand kini (N) : 1760 kWh *
    3. Pemakaian : 560 kWh
  2. Energi listrik dari sistem listrik surya yang masuk ke sistem PLN tercatat sebagai berikut :
    1. Stand lalu (N-1) : 2000 kWh
    2. Stand kini (N-1) : 2250 kWh
    3. Pemakaian : 250 kWh

Maka perlakuannya :

  1. Stand poin 1 tetap di input ke aplikasi PLN untuk dilakukan proses rekening sebagaimana biasa.
    • Tarif R1/TR 2200VA pada 2020 sebesar : Rp. 1.467,28/kWh
    • kWh ekspor yang harus dibayar : 560 kWh x Rp. 1.467,28/kWh = Rp. 821.676,-
  2. Stand poin 2 dilakukan perhitungan di luar aplikasi :
    • Tarif R1/TR 2200VA pada 2020 sebesar : Rp. 1.467,28/kWh
    • kWh impor yang harus dioffset sebesar : 65% x 250 kWh x Rp. 1.467,28/kWh = Rp. 238.433,-
    • Dibuatkan Berita Acara perhitungan dan dimasukkan ke aplikasi PLN melalui menu kompensasi dengan nama  “pengurang taglis fotovoltaik”, sedangkan kWh impor sebesar 250 kWh akan dimasukkan di laporan Neraca Energi sebagai penerimaan dari sistem listrik surya.
  3. Maka nilai tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan adalah Rp. 821.676,- dikurangi Rp. 238.433,- yang setara dengan Rp. 583.243,-.
  4. PLN membuat monitoring Transaksi Fotovoltaik untuk pelanggan dimaksud dengan formulir yang sudah ditentukan.

Dari contoh perhitungan diatas maka diketahui Anda hanya membayar tagihan listrik per bulan setara kurang lebih 70% dari nilai tagihan sebelum menggunakan listrik surya atau hemat 30% (asumsi PSH 4 jam/hari).

Iklan

Ingin mencoba menghitung penghematan Anda? Gunakan kalkulator surya berikut:

Iklan

26 tanggapan untuk “Petunjuk Pelaksanaan Net Metering dengan kWh Meter EXIM 2020”

Pak,

Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0009.E/DIR/2014 kok ngga tersedia ya pak di halaman unduh nya? bisa di tambahkan?

Thanks

Hai,

Informasinya sudah kami perbaharui, silahkan di cek dan semoga bermanfaat. Jika berkenan, mohon klik “suka” untuk halaman facebook kami.

Terima kasih,
Galih

Balas

Maaf, saya mau bertanya untuk pengaplikasian meter Exim ini apa sudah berlaku di seluruh Indonesia atau baru hanya di Jabotabek?
Dan bagaimana proses pengajuannya ke Pln? Karena sempat saya tanyakan ke kantor PLN setempat tetapi (maaf) mereka bahkan tidak mengetahui tentang meter Exim ini sama sekali….

Pak Gunawan,

Kebijakan ini seharusnya sudah berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, namun pihak PLN sendiri mengakui bahwa informasi ini belum disosialisasikan secara betul ke daerah dan masyarakat luas. Padahal telah terbit lama.

Kami mengetahui bahwa PLN sendiri telah mempersiapkan form pendaftaran dan persyaratan untuk melakukan pemasangan. Namun kami belum bisa mendapatkan contoh form tersebut, akan kami informasikan kembali jika ada update mengenai hal ini.

Sementara ini, bapak bisa melakukan pengajuan dengan melampirkan Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733.K/DIR/2013 saat datang ke kantor area PLN di wilayah bapak. Selanjutnya, kita harus secara aktif melakukan follow up. Hanya ini yang dapat kami sarankan, dan hal ini juga terjadi di di wilayah-wilayah lain non Jabodetabek.

Salam,
Ninda

Balas

Baik, terimakasih untuk informasinya…
1 pertanyaan terakhir apakah ada minimal jumlah wp solar panel terpasang untuk melakukan penggantian meter biasa ke meter Exim ini?
Karena batas maksimal adalah sesuai dengan daya terpasang kita(berdasarkan info yg saya dapat dan silakan dikoreksi jika ad kesalahan)klo jumlah minimalnya saya belum mendapatkan info untuk itu….

Pak Gunawan,

Sejauh informasi yang kami terima, tidak ada batas minimal untuk pemasangan PV. Menyesuaikan saja dengan batas minimal spesifikasi kerja GTI bapak. Sehingga sistem dapat berfungsi optimal.

Untuk batas maksimal adalah betul sesuai dengan daya kWh meter terpasang.

Regards,
Ninda

Balas

Apakah bisa diberikan penjelasan yang dimaksud dengan pemasangan paralel itu apa? Apakah meteran Exim masih dipasang tp free ongkos pemasangan?
Dimana saya bisa dapatkan typical pemasangan meteran Exim ini. Rumah saya lagi dibangun, mumpung masih belum dipasang maka sy bs atur kabel apa saja yg perlu dipasang. Tks sebelumnya.

Dear pak Paul,

Pemasangan pararel yang dimaksud adalah Bapak menggunakan listrik dari PLN namun secara bersamaan bapak juga menggunakan listrik dari tenaga surya, namun listrik surya tersebut tidak dimaksudkan untuk dikirim kembali ke PLN, hanya digunakan untuk konsumsi sendiri.

Meteran exim itu sepenuhnya wewenang PLN, seperti pemasangan kWh meter konvensional. Sehingga apakah ada biaya atau tidak, dan berapa besar biayanya, akan sangat bergantung dari kebijakan PLN area setempat.

Untuk melakukan pemasangan, bapak dapat bertanya ke PLN area rumah bapak, dengan membawa dokumen : Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 0733.K/DIR/2013 tentang Pemanfaatan Energi Listrik dari Fotovoltaik oleh Pelanggan PT. PLN (Persero) dan Surat Edaran Direksi PT. PLN (Persero) Nomor.0009.E/DIR/2014 tentang Ketentuan Operasional Integrasi Fotovoltaik Milik Pelanggan ke Dalam Area Sistem Tenaga Listrik PT. PLN (Persero) diatas. Proses selanjutnya akan diberitahukan oleh pihak PLN tersebut.

Namun, sebagai info saja, selain PLN area jakarta dan sekitarnya, pengajuan di PLN daerah masih sedikit sulit dan butuh kemauan keras untuk mendapatkannya.

Terima kasih dan semoga sukses.

Regards,
Janaloka

Balas

Salam kenal pak .
Mohon info nya pak, jika kita mengingan pemasangan secara paralel dan untuk di pakai sendiri apa harus mengunakan kwh exim juga pak ?

Hai Pak Randy,

Sejauh pengalaman kami, pemasangan pararel tidak memerlukan kWh Exim, namun PLN mengisyaratkan untuk melakukan pelaporan ke PLN area setempat mengenai pemasangan pararel. Terima kasih.

Balas

Tapi dari informasi yg saya dapat katanya kalau tidak mengunakan kwh exim kelebihan hasil dari solar cell kita akan di hitung pemakaian dan bisa merugika kita pak .
Mohon penjelasan nya pak , terimalasih .

Hai Pak randy,

Betul, jika produksi melebihi konsumsi bapak, maka sisa kelebihan ini akan mengalir ke jaringan PLN, namun terbaca sebagai pemakaian oleh kWh meter. Sebaiknya untuk pemasangan pararel tanpa kWh meter exim, perhatikan berapa total beban puncak pemakaian saat jam 09.00 hingga 15.00 WIB. dan pastikan kapasitas sistem panel surya terpasang, kurang dari total beban puncak tersebut.

Terima kasih

Balas

Mau tanya pak.
Kalau kita pakai grid tie inverter, apakah bisa di simpan di baterai juga listrik dari solar cell nya ?

Ya Pak Farid,
Bisa, dengan dua cara. Pertama dengan menambahkan inverter charger di jaringan rumah, diluar inverter grid yang sudah anda gunakan, sehingga inverter ini yang akan membantu catu daya baterai dan mengatur kapan pelepasan daya digunakan. Inverter seperti ini mirip fungsinya seperti UPS, salah satu merek premium yang menggunakan adalah SMA. Sedangkan yang kedua adalah menggunakan langsung tipe inverter smart, yang dapat bekerja dengan grid, namun pada satu waktu dapat mencatu daya baterai dan mengatur pelepasan, merek yang dapat digunakan seperti Imeon.
Semoga menjawab.

Balas

Izin bertanya pak,

1. Jika kita memasang on grid tie inverter dan memakai kwh meter EXIM, ketika daya lebih dari panel surya, maka akan masuk ke kwh meter EXIM lalu kejaringan PLN bukan?
2. Lalu, ketika kita memakai daya dari PLN langsung (tidak menggunakan panel surya), daya yang kita pakai saat itu akan di hitung total biaya nya dan akan dikurangi dengan biaya yang masuk ke jaringan PLN pada point 1. Apakasih seperti itu benar ada nya?

Terimakasih.

Hai Pak Edo,

Betul pak, kurang lebihnya seperti itu. Untuk Penjelasan detail, kami juga sudah membalas via email bapak. Silahkan di cek dan terima kasih atas kerjasamanya.

Regards,
Ninda

Balas

Permisi.

Kalau boleh tahu, exim meter yang digunakan oleh PLN yang telah lulus SNI itu bermerk dan tipe apa ya? Kalau memungkinkan, saya minta tolong bisa diberi/dikirim spesifikasinya.
Data tsb nantinya saya gunakan sebagai pembanding saja dengan exim meter yang dijual dipasaran.

Terima kasih.

Dear Pak Nyoman,

Terima kasih sudah menghubungi kami. Menurut pengalaman kami, seluruh kWh EXIM yang kami tahu telah terpasang adalah tipe kWh yang disediakan dan dijual langsung oleh PLN. Sehingga ketersediaan dan jenisnya, sangat bergantung oleh pengadaan masing-masing area PLN. Jikapun ada kWh yang dijual di luar, kami kurang yakin dapat dipasang. Mungkin untuk lebih detail dan jelas, bisa ditanyakan kepada PLN area Bapak?

Terima kasih,

Balas

Jika produksi PLTS lebih besar dari pemakaian, bagaimana perhitungannya…??
misal produksi PLTS 1000kwh
pemakaian listrik per bulan 700kwh
sisa 300kwh
listrik dri PLN sama sekali tidak d konsumsi….

Hai Asep,
Jika produksi PLTS lebih besar dari konsumsi, maka sisa kelebihan daya kamu akan disimpan sebagai “tabungan” oleh PLN. Sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu di kemudian hari, jika produksi PLTS lebih kecil dari konsumsi PLN.

Regards,
Galih

Balas

Selamat malam,
Saya ingin bertanya, jika menggunakan kwh meter prabayar (token), apakah bisa menggunakan sistem GTI dengan batasan produksi daya listrik dari panel surya yg sudah kita ukur (hrs lebih kecil dari daya yg sedang terpakai).
Apakah harus melapor juga ke PLN utk menggunakan Grid Tie Inverter?
Kwh meter prabayar yg sy gunakan adalah merk Hexing.
Demikian moho pencerahannya.

Terima Kasih.

Dear Pak Arif,

Sejauh ini yang kami pahami dan lihat di lapangan adalah setiap penggunaan PV dengan PLN (grid tie rooftop) selalu melakukan pergantian dari kWh terpasang (baik pra ataupun pasca) ke kWh EXIM baru.

Dengan kata lain, kWh EXIM meter yang digunakan berbeda dengan kWh meter yang sudah terpasang sebelumnya. dan tipenya selalu pasca bayar.

Untuk penggunaan dengan PV, memang diharuskan lapor ke PLN area terlebih dahulu.

Menurut info dari Menteri ESDM (02/08/2018) dalam satu dua minggu kedepan akan dilakukan sosialisasi terbaru mengenai peraturan listrik surya atap di Indonesia. Jadi pantau terus infonya di janaloka.com.

Terima kasih,
Ninda

Balas

selamat sore janaloka.
saya kalau boleh mau tanya,apabila saya memasang listrik solar 2000w dengan asumsi dapat menambah daya PLN saya 2200w.
pada saat penggunaan berarti Daya listrik saya menjadi 4200w atau tetap 2200w.
kalau menjadi 4200 berarti pada saat saya ada acara pesta nikahan saya tidak perlu lagi memanggil PLN untuk tambah daya atau tetap 2200w.
dan saya juga tidak tahu untuk beban lebih yg terpakai biasanya MCB di KWH meter pasti jatuh.
apakah KWH EXIM tersebut diganti apakah sesuai dengan daya yg kita pakai awal 2200w atau menjadi 4200w.dan mohon penjelasan skema aliran listrik yg keluar masuk untuk EXIM nya terima kasih atas informasinya.
ilham jakarta.

Sore Pak Ilham,

Terima kasih sudah bertanya. Pertanyaan bapak sedikit rumit untuk dijelaskan, namun Kami akan berusaha semampunya untuk memberikan keterangan.

Sistem listrik surya on grid/grid tie yang dijelaskan dalam artikel ini, tidak berfungsi untuk menambah daya. Sistem panel surya terpasang dapat berfungsi untuk mengurangi konsumsi listrik PLN yang Anda gunakan, melalui produksi listrik dari panel surya.

Sistem listrik surya dapat dipasang namun dengan syarat kapasitasnya dibawah kWH meter terpasang. Misalkan kWh meter Anda di rumah 2200 Wh, maka kapasitas panel surya terpasang hanya 2000 watt.

Kwh meter yang digunakan adalah khusus, disebut kWh EXIM. Jenis ini berbeda dengan yang biasa terpasang di rumah, sehingga Anda perlu melakukan pergantian sebelum dapat memanfaatkan kWh EXIM.

Jika Anda ingin kapasitas panel surya yang lebih besar, maka Anda bisa menaikkan daya kWh meter Anda terlebih dahulu. Misalkan Anda ingin memasangan panel surya kapasitas 5000 watt, maka Anda harus menaikkan daya kWh meter menjadi 5200 Wh.

Skema alirannya adalah dari kabel output dari inverter grid tie masuk ke kWh meter dan pararel ke MCB pembagi rumah.

Jika Anda ingin memfungsikan panel surya sebagai dukungan listrik utama, Anda bisa memanfaatkan sistem hybrid. Sistem ini tidak mengharuskan kapasitas panel surya dibawah kWh meter dan sistem ini menggunakan baterai.

Jika Anda membutuhkan info lebih lanjut silahkan manfaatkan https://janaloka.com/konsultasi/ untuk dapat kemai bantu desain dan rekayasa sesuai kebutuhan Anda.

Regards,
Galih

Balas

Selamat Pagi..
Sy memasang pv 200wp dgn grid inverter yg dipasang pd saklar listrik dalam rumah.
1. Apakah arus dr pv akan otomatis mengimpor daya dr pv keseluruh pemakaian listrik yg tersambung dlm rmh?
2. Atau hanya disaklar yg tersambung pd inverter saja?
3. Jika point 1 diatas iya apakah tetap diperlukan exim meter?
Demikian pertanyaan saya semoga bs diberikan pencerahan.
Terima kasih

Dear Faiz,

Dengan pengunaan tersebut, listrik panel surya akan dialirkan ke sistem listrik rumah. Selama daya maksimal produksi panel surya dibawah total daya puncak per jam konsumsi rumah kamu, listrik akan langsung dikonsumsi oleh beban listrik rumah. Jika tidak ada konsumsi berlebih maka kamu tidak perlu menggunakan listrik surya. Dan sebaliknya.

Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × five =

Iklan

Pesan