Energy

Panasonic Akan Menutup Pabrik Ingot di Amerika Serikat

Panasonic Akan Menutup Pabrik Ingot di Amerika Serikat – Di tengah perdebatan mengenai apakah impor dari luar negeri menghancurkan industri manufaktur solar panel Amerika Serikat, penutupan lain di Oregon – dengan 92 pekerja yang dimilikinya – dapat digunakan untuk memperkuat argumen pada sisi pro dari diskusi tersebut.

Panasonic Eco Solutions Solar America (PESSA) mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menutup pabrik ingot di Salem, Oregon, dan menghilangkan hampir 100 pekerjaan dalam prosesnya. Pada surat yang ditujukan kepada pemerintah lokal, Toshihiro Nomura, presiden PESSA, menyalahkan penutupan tersebut kepada “kondisi bisnis pada sisi kami di industri solar panel”, tetapi tidak menjelaskan mengenai kondisi apa yang ia bicarakan.

Panasonic Akan Menutup Pabrik Ingot di Amerika Serikat

Ingot Silikon adalah bahan baku dari solar panel. Mereka dipotong menjadi wafer, yang kemudian dibuat menjadi solar cell. Kemudian, solar cell tersebut digabungkan menjadi solar panel.

Walaupun pengumuman tersebut terkesan mendadak, PESSA telah secara perlahan mengurangi jumlah pekerja dalam setahun terakhir. Pada kondisi terbaiknya, pabrik tersebut mempekerjakan 200 orang setelah dibuka sebagai Sanyo Solar pada 2009, tetapi pabrik tersebut kemudian memberhentikan 50 pekerja pada April 2016. 92 Pekerja terakhir akan mulai diberhentikan pada 6 November, berdasarkan pemberitahuan Worker Adjustment and Retraining Notification Act (WARN Act).

Pengumuman Panasonic datang hampir sebulan setelah berita mengenai produser solar panel SolarWorld America telah menjual pabrik mereka di Hillsboro, Oregon. Berdasarkan laporan yang ada, pabrik tersebut mempunyai 300 karyawan pada kondisi yang tidak pasti, menunggu penyelesaian dari perusahaan mengenai nasib mereka.

Keputusan untuk menutup fasilitas produksi di Salem juga datang hampir sebulan setelah perdebatan yang ditangani U.S. International Trade Commission (USITC), yang sedang menentukan apakah pabrik solar panel yang bangkrut, Suniva, bersama dengan rekan pemohon SolarWorld, telah dipengaruhi oleh persaingan internasional sehingga tarif harus diterapkan untuk modul yang diimpor.

Pada pernyataan yang dikeluarkan 15 Agustus, pihak Suniva/SolarWorld memberikan bukti bahwa setidaknya 26 pabrik solar panel telah menutup pabrik dan mengalami kebangkrutan sejak 2012 ketika impor dari pesaing seperti Cina meningkat 5 kali lipat. Lawan dari Suniva/SolarWorld membantah bahwa persaingan internasional yang menyebabkan hal tersebut, tetapi keputusan bisnis yang buruk yang mengarahkan Suniva kepada kebangkrutan dan kesulitan finansial.

Lebih lanjut lagi, lawannya menyatakan, didukung oleh dua penelitian, bahwa pasar Amerika Serikat akan dipangkas sekitar 60% sampai 70% jika USITC memenangkan pemohon, menyebabkan 260.000 pekerjaan di industri solar panel saat ini terancam. Suniva dan SolarWorld membantah angka tersebut, menghasilkan penelitian tersendiri yang menyatakan bahwa memenangkan pemohon akan menciptakan setidaknya 114.000 lapangan pekerjaan baru.

USITC menyatakan akan memutuskan pada 22 September apakah pengaruh yang cukup besar telah dialami oleh industri solar panel untuk mendorong tindakan yang lebih tegas, dan USITC berharap dapat mengirimkan laporan final kepada presiden Donald J. Trump pada 13 November, dimana keputusan akhir pada kasus tersebut akan dikeluarkan.

Sumber : PV-Magazine

Apa komentar anda?

11 + sixteen =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia