Application

Palang Kereta Api Otomatis Bertenaga Surya

Kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan kereta api dan banyak tempat perlintasan kereta api yang belum memiliki palang, namun sering dilewati orang ataupun motor, memberi ide bagi dua mahasiswa Jurusan Mesin Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat untuk membuat palang kereta api otomatis.

Palang kereta api otomatis karya anak bangsa

Wahyu Kurnia dan Tendean Pratama Putra adalah dua mahasiswa UNP yang menciptakan palang kereta api otomatis tersebut. Prototipe yang mereka ciptakan terdiri dari palang yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi kereta yang akan lewat.

Alat ini dapat digunakan di perlintasan kereta yang berada di jalan kecil yang belum memiliki palang kereta dan belum dijaga oleh petugas. Untuk melakukan fungsinya, palang kereta dilengkapi dengan dua sensor. Sensor pertama akan mendeteksi kereta yang datang dan membuat palang tertutup, sensor kedua akan memberi tahu kereta sudah lewat dan palang akan membuka naik. Sensor pertama dapat dipasang dua kilometer sebelum perlintasan dan sensor kedua dua kilometer sesudah perlintasan.

Palang kereta api pasti membutuhkan tenaga listrik untuk menggerakkannya. Daya yang dibutuhkan cukup besar, dan menjadi penting untuk tetap menjaga suplai energi agar sistem palang kereta otomatis ini dapat bekerja sempurna. Salah satu alternatif energi yang dapat dimanfaatkan adalah tenaga surya.

Palang Kereta Api Otomatis Bertenaga Surya

Palang kereta api otomatis bertenaga surya

Palang kereta api otomatis bertenaga surya ini memanfaatkan energi panas matahari sebagai sumber listriknya, dan menggunakan baterai untuk menjaga kontinuitas ketersediaan daya selama 72 jam. Sehingga jika ada masalah di dengan penerimaan sinar matahari, seperti hujan yang terus menerus, palang kereta api ini akan tetap berfungsi normal.

Sistem yang digunakan sangat sederhana, daya kebutuhan motor dan mikrokontroler yang ada di palang kereta api bertenaga surya harus dihitung secara total keseluruhan dan dikalikan dengan 24 jam masa penggunaan. Perhitungan ini, dibagi dengan standar penyinaran, akan mendapatkan jumlah panel yang dibutuhkan dan jumlah kapasitas baterai. Selanjutnya sistem capat dirangkai sedemikian rupa, sehingga mampu bekerja secara otomatis.

Untuk pengawasan sistem, dapat digunakan juga sensor data yang berfungsi untuk mengetahui kinerja peralatan. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada suplai energinya, teknisi yang berada di stasiun terdekat bisa mendapatkan peringatan, dan melakukan penutupan palang kereta secara manual.

Besar potensi Palang kereta api otomatis ini untuk dikembangkan dengan lebih baik ke tahap selanjutnya. Terutama ide ini dilakukan dan dibuat oleh mahasiswa Indonesia itu sendiri.

1 Komentar

  1. Asalamuallaikum..
    salam kenal pak…
    Perkenalan saya dari distributor peralatan otomatisasi seperti pintu otomatis dan palang parkir.
    Bila berkenan atau mungkin ada kebutuhan, boleh mampir ke web kami.
    Terima Kasih
    http://www.bft-bandung.com

    Balas

Apa komentar anda?

6 + nine =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia