Indonesia telah memiliki beberapa pabrikan panel surya, yang dapat membantu suplai kebutuhan panel surya di dalam negeri. Beberapa diantaranya, sudah melakukan ekspor ke berbagai negara. Berikut profil pabrik panel surya yang ada di indonesia.

PT. LEN Industri (Persero)

PT. LEN didirikan sejak tahun 1965. LEN kemudian bertranformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991. Sejak saat itu, LEN bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektronika Nasional, tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis professional dengan nama PT. LEN Industri (Persero).

Saat ini, PT. LEN Industri (Persero) berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN, dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia. PT. LEN Industri (Persero) telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika, yang salah satunya merupakan panel surya.

Pabrik panel surya yang ada di indonesia terdiri dari BUMN dan swasta.

Menurut laporan 2015, kapasitas produksi PT. LEN Industri (Persero) mencapai 30 megawatt (MW) pertahun. Dan direncanakan PT. LEN Industri (Persero) mengembangkan kapasitas produksi mulai 2016, dengan total mencapai 200 MW di Subang, Jawa Barat, dan penambahan pabrik di Batam 50 sampai 60 MW untuk ekspor. Namun, hingga Agustus 2017, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

PT. LEN Industri (Persero) memiliki fokus produk pada industri perakitan panel surya, dimana komponen-komponen panel surya, seperti sel surya, kaca, dan frame didatangkan dari luar dan dalam negeri. Kemudian komponen tersebut dirakit hingga membentuk satu panel utuh, oleh karena itu Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dimiliki PT. LEN Industri (Persero) telah mencapai 40,11% hingga 43,79%.

Pabrik Panel Surya Yang Ada Di Indonesia
Sumber: bandung.bisnis[dot]com
Sejauh ini PT. LEN Industri (Persero) telah memproduksi panel surya kapasitas 50 Wp hingga 260 Wp, dengan nilai efisiensi panel 12-16%. Adapun tipe panel surya yang diproduksi, merupakan tipe monocrystalline dan polycrystalline.

Untuk mendukung kegiatan PT. LEN Industri (Persero) pada Energi Terbarukan, maka dibentuk unit bisnis khusus energi terbarukan pada 1997. Dan kemudian berubah menjadi anak perusahaan dengan nama PT Surya Energi Indotama (PT SEI) pada 2009. PT. LEN Industri (Persero) sebagai pemegang saham utama sebesar 90% dan PT Eltran Indonesia sebesar 10%.

Bersama dengan PT. SEI, PT. LEN Industri (Persero) telah banyak membangun dan mendistribusikan produk panel surya mereka ke berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu Pembangkit terbesar di Indonesia, berkapasitas 5 MWp di NTT, juga merupakan hasil pekerjaan PT. LEN Industri (Persero) dan PT. SEI.

PT. Adyawinsa Electrical & Power

PT. Adyawinsa Electrical dan Power – Divisi solar panel, merupakan salah satu divisi baru di Adyawinsa Grup yang memulai bisnisnya pada akhir tahun 2009 untuk membangun sebuah pabrik panel surya yang ada di indonesia dengan kapasitas 10 MW per tahun di kawasan industri Cikarang Selatan, dengan kemampuan dikembangkan hingga 30 MW.

Pada tahun 2010, Divisi PT. Adyawinsa Electrical dan Power (AEP) mulai memperkenalkan produk panel surya dengan merek Adyasolar dipasaran, dengan TKDN mulai dari 40,18% hingga 40,98%. Perusahaan pabrikan panel surya ini juga merupakan perusahaan perakitan panel surya, dengan kapasitas panel surya yang diproduksi mulai dari 50 Wp hingga 250 Wp, pada tipe monocrystalline atau polycrystalline. Panel surya yang dipasarkan memiliki sertifikasi BPPT dengan efisiensi 12-16%.


PT. Surya Utama Putra

PT. Surya Utama Putra (SUP) berdiri pada 2009 dan telah menjadi salah satu pemasok komponen sistem energi surya, khususnya panel surya, ke beberapa proyek pembangkit energi surya di Indonesia. Perusahaan pabrik panel surya yang ada di indonesia ini berdiri pada lahan seluas 8.200 m² dengan area bangunan seluas 3.240 m², dan terletak di kawasan Rancaekek Jawa Barat.

Kapasitas produksi pabrikan panel surya PT. Surya Utama Putra sudah mencapai 20 MW per tahun, dan dapat dikembangkan hingga 30 MW. SUP dengan fokus produksi perakitan produk panel surya tipe monocrystalline dan polycrystalline, dengan tingkat TKDN 40,47% hingga 48,76%. Adapun kapasitas panel surya yang diproduksi, mulai dari 60 Wp hingga 260 Wp, dengan efisiensi 15%-16%.

PT. Swadaya Prima Utama

PT Swadaya Prima Utama (SPU) mulai aktif beroperasi pada Oktober 2010 dengan memproduksi modul surya dengan merk “iSolar-1”. Pada tahun 2013, SPU mempunyai kapasitas produksi terpasang sebesar 20 MW dan berencana mengembangkan kapasitas pabrik sampai dengan 50 MW pada luas area yang tersedia.

Perusahaan pabrikan panel surya, yang berpusat di karawang ini, melakukan perakitan produk panel surya dengan kapasitas mulai dari 80 Wp hingga 310 Wp, baik monocrystalline ataupun polycrystalline, dengan nilai TKDN mulai dari 40.05% hingga 44,12%.


PT. Azet Surya Lestari

PT. Azet Surya Lestari (ASL) resmi didirikan pada tahun 2003, namun pendirinya telah aktif dalam bidang Listrik Tenaga Surya sejak tahun 1988. Terletak di Ciputat, perusahaan pabrik panel surya yang ada di indonesia ini mampu merakit panel surya tipe monocrystalline dan polycrystalline, mulai dari 2 Wp hingga 200 Wp dengan efisiensi 15-16%. PT. Azet memiliki kapasitas produksi mencapai 10 MW per tahun, dengan kemampuan dikembangkan hingga 30 MW. Adapun nilai TKDN nya mulai dari 40.04% hingga 40,66%.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

PT. Wijaya Karya Industri Energi

PT. Wijaya Karya Industri Energi (WIE – sebelumnya bernama PT WIKA Intrade Energi) merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang melaksanakan restrukturisasi usaha melalui pendirian entitas anak, PT WIKA Intrade Energy untuk pengembangan dari bisnis unit konversi energi yang bergerak dalam industri pemanas tenaga surya, dan produk konversi energi lainnya.

Pada era 1993 WIKA Group mengembangkan bisnisnya dengan menghasilkan produk yang memanfaatkan energi terbarukan melalui produk WIKA Photovoltaic (WIKA PV). Yakni teknologi aplikasi panel surya yang memanfaatkan energi matahari untuk dirubah menjadi energi listrik sebagai catu daya lampu penerangan rumah, lampu penerangan jalan, pompa dan aplikasi peralatan listrik lainnya.

Saat ini WIKA memiliki kemampuan kapasitas produksi hingga 10 MW dan mampu dikembangkan hingga 20 MW. Fasilitas Pabrik WIKA tersebut meliputi Laminating PV Module Lining yang lengkap mulai dari gudang, inspeksi, pemotongan sel surya, soldering hingga laminating dan pengujian atas performa dan kontrol kualitas yang ketat. Sehingga mampu menghasilkan modul surya yang berkualitas tinggi, berkinerja maksimal dan berdaya tahan dengan garansi hingga 25 tahun.

WIKA PV Solar Module memiliki beragam varian produk mulai dari 50 Wp hingga 200 Wp, dengan variasi efisiensi 13-16% dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mulai dari 40.18% hingga 44.19%.


PT. jembo Energindo

PT . Jembo Energindo (JE), berdiri pada 2013, merupakan anak perusahaan dari PT. Jembo Cable Company TBK, yang berdiri pada 1973. Belum ada informasi resmi mengenai kapasitas produksi panel surya pabrik JE. Namun varian produk panel surya yang ada adalah tipe monocrystalline dan polycristalline, dengan TKDN mulai dari 40.19% hingga 42.09%.

Untuk Tipe monocrystalline tersedia dari kapasitas 80 Wp hingga 330 Wp, sedangkan untuk polycrystalline tersedia dari kapasitas 50 Wp hingga 315 Wp. Produk pabrik panel surya yang ada di indonesia ini memiliki efisiensi mulai dari 12% hingga 16%.

PT. Sky Energy Indonesia

PT. Sky Energy Indonesia berdiri pada 2008 dan berpusat di cicadas. Pabrik panel surya yang ada di indonesia ini memiliki varian produk monocrystalline mulai dari 5 Wp hingga 330 Wp dan polycrystalline mulai dari 5 Wp hingga 315 Wp. Dengan varian monocrystalline adalah Flexible pv dan Folding PV dan efisiensi panel surya mulai dari 12% hingga 16%.

Sky Energy menggunakan merek dagang JSKYE untuk panel surya mereka, dengan TKDN 40,18% hingga 47.53%. Pabrikan ini memiliki kapasitas produksi hingga 50 MW pertahun, dan mulai mengembangkan pabrikasi sel surya, disamping melakukan produksi perakitan panel surya.


PT. Sankeindo

PT. Sankeindo didirikan pada tahun 1988, dengan memulai lini bisnis pada komponen listrik, lampu LED dan berkembang pada panel surya. Belum terdapat informasi resmi mengenai besar kapasitas produksi pabrik panel surya yang ada di indonesia ini, namun produk yang mereka produksi merupakan varian crystalline, mono dan poly.

Produk panel surya yang mereka produksi dimulai dari kapasitas 15 Wp hingga 215 Wp, dengan variasi efisiensi 12-16%. Adapun nilai kandungan dalam negerinya sebesar 40,01% hingga 56,79%.

PT. Canadian Solar Indonesia

PT. Canadian Solar Indonesia (CSI), mulai beroperasi pada 2015, merupakan bagian dari Canadian Solar Inc. yang berpusat di Kanada. Pabrik panel surya yang ada di indonesia ini memiliki kapasitas terpasang produksi panel surya hingga 60 MW pertahunnya.

Adapun varian produknya adalah monocrystalline dan polycrystalline, dengan kapasitas mulai dari 260 Wp hingga 350 Wp, dengan tingkat TKDN mencapai 40.18%.

PT. Skytech Indonesia

PT. Skytech Indonesia berpusat di Mojokerto, namun belum ada data resmi mengenai besaran kapasitas produksi panel suryanya per tahun. Varian produk yang mereka produksi adalah tipe crystalline dengan kapasitas 50 Wp hingga 260 Wp. Sebagai pabrikan dalam negeri yang mengadopsi teknologi jepang, perusahaan ini memiliki TKDN mulai dari 40,04% hingga 43,60%.

Mana pabrik panel surya terbaik? Dari 11 pabrik panel surya yang ada di indonesia, sulit untuk mengatakan mana yang terbaik. Karena belum ada penelitian resmi yang dilakukan oleh lembaga independen mengenai kualitas masing-masing pabrik. Namun, janaloka mencatat ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam memilih penyedia/pabrikan (suplier) terbaik, yaitu:
  1. Perhatikan dan pahami masing-masing fitur dan spesifikasi yang ditawarkan oleh penyedia/pabrikan. Masing-masing penyedia memiliki penawaran tipe sel surya, besar kapasitas panel surya yang berbeda, cek koneksi yang dibutuhkan, dan ketahui sistem proteksi apa yang disediakan. Baca Juga : Beberapa Hal Yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Panel Surya
  2. Perhatikan layanan purna jual yang diberikan. Pastikan anda memahami jaminan dan garansi yang diberikan. Bagaimana melalukan klaim ketika terjadi masalah, apakah ada pusat layanan? Apakah 24 jam? Apakah dapat dihubungi via telepon, email, layanan web? Karena anda harus memastikan anda mendapatkan dukungan yang sesuai. Pilih perusahaan yang berkompeten dan menawarkan solusi, alih-alih membeli dari perusahaan yang hanya mendorong anda untuk mengaplikasikan produk mereka saja.
  3. Untuk industri, perhatikan apakah pabrikan anda memenuhi persyaratan bank, terutama ketika akan mengajukan kredit untuk pemasangan.
  4. Untuk Retailer, perhatikan produk yang akan dibeli. Apakah secara kasat mata ada hal-hal yang tidak sesuai? Baca Juga : Tips Memilih Dan Membeli Panel Surya Secara Mudah
  5. Jika anda ragu, jangan sungkan untuk bertanya kepada ahlinya. Anda dapat menemukan lokasi penjual panel surya, dengan memanfaatkan layanan direktori kami (kunjungi melalui link ini!). Atau manfaatkan konsultasi gratis dari janaloka (kunjungi melalui link ini!).
https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/08/pabrik-panel-surya-janaloka.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/08/pabrik-panel-surya-janaloka-300x200.jpgNinda PutriGoodsSolaraplikasi,cara kerja PLTS,DC coupling,development,energi surya,feed in tarif,Financing,Indonesia,inovasi,Inverter,janaloka.com,Listrik desa,net metering,Pabrik panel surya,pabrikasi,Panel surya,panel surya murah,Panel surya TKDN,Pemerintah,PLTS,produksi panel surya,renewable energy,solar system,startup,technology,TKDNIndonesia telah memiliki beberapa pabrikan panel surya, yang dapat membantu suplai kebutuhan panel surya di dalam negeri. Beberapa diantaranya, sudah melakukan ekspor ke berbagai negara. Berikut profil pabrik panel surya yang ada di indonesia. PT. LEN Industri (Persero) PT. LEN didirikan sejak tahun 1965. LEN kemudian bertranformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: