Goods

Otopet Tenaga Surya Asli Dari Indonesia

Aplikasi listrik tenaga surya, terus berkembang. Bukan hanya untuk pembangkit di rumah tangga, bahkan digunakan untuk aplikasi kendaraan harian. Seperti yang dilakukan mahasiswi Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Giasa Lutfiah. Ia berhasil merancang otopet tenaga surya yang ramah lingkungan.

Otopet Tenaga Surya Asli Dari Indonesia

Otopet tenaga surya rancangan Giasa menggunakan baterai yang tersambung ke motor yang diletakkan di roda belakang sebagai tenaga penggerak. Baterei diletakkan di bagian bawah sepeda, sekaligus berfungsi sebagai pijakan kaki pengendara. Jika baterai habis, otopet dapat dijalankan dengan cara mendorong tanah dengan kaki.

Otopet ini dikembangkan Giasa sebagai bagian tugas akhir perkuliahannya di Program Studi Desain Produk Industri, ITSB, Bekasi. Sepeda Tenaga Surya yang merupakan karya dari Tugas Akhir ini menjadi salah satu kendaraan terbaru yang ramah lingkungan. Giasa memberi nama Otopet tenaga surya ini “Bike Energy“.

Otopet Tenaga Surya Asli Dari Indonesia

Cara kerja otopet tenaga surya

Panel surya yang menjadi sumber utama energi berada di bagian depan. Uji coba yang dilakukan mencatat Otopet tenaga surya ini mampu mencapai kecepatan hingga 20 kilometer/jam dengan beban hingga seberat 100 kilogram, atau setara seorang dewasa yang membawa serta seorang anak kecil.

Artinya, dalam penggunaan maksimal, otopet ini bisa dikendarai selama sekitar dua jam menempuh jarak sejauh 40 km sebelum dua buah batere berdaya 20 volt yang ada disana harus kembali diisi ulang. Caranya dengan membiarkan panel surya yang ada terjemur di bawah sinar matahari hingga lima jam.

Insipirasi otopet dari pengalaman sehari-hari

Giasa mengungkapkan otopet ini terinspirasi dari kegemarannya bersepeda, dan melihat jika otopet dapat menjadi wahana transpotasi alternatif bagi para mahasiswa ITSB seperti dirinya. Menurutnya, berdasarkan hasil survei dan penyebaran kuesioner, para mahasiswa ITSB rata-rata membutuhkan waktu hingga sekitar dua jam dari tempat tinggal mereka ke kampus, dengan jarak tempuh sekitar 40 km.

Jarak tersebut cukup jauh bila harus ditempuh dengan sepeda konvensional, namun menjadi masalah saat harus ditempuh memakai mobil atau sepeda motor. Kemudian dikaitkan dengan upaya menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan, sehingga otopet ini menjadi solusi yang paling memungkinkan sebagai moda transportasi “bersih”.

1 Komentar

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Studi Tenaga Surya, menurut saya tenaga surya merupakan studi yang sangat
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di Tenaga Surya

    Balas

Apa komentar anda?

four × 2 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia