Mitos dan Fakta Seputar Energi Surya
Energy

Mitos dan Fakta Seputar Energi Surya

Energi surya adalah salah satu alternatif energi bersih yang banyak digunakan sekarang ini. Dari penggunaan tersebut, masih banyak mitos dan fakta seputar energi surya yang perlu kita pahami bersama. Berikut beberapa diantaranya:

Mitos atau Fakta: Energi surya tidak dapat bekerja pada malam hari

Fakta bahwa energi surya hanya dapat dikonversi menjadi listrik hanya pada saat siang hari. Hal ini diakrenakan ada standar nilai minimal, baik tegangan dan arus, sistem panel surya dapat bekerja secara baik. Sedangkan pada malam hari, standar nilai minimal ini tidak tercapai. Namun, sistem panel surya tetap dapat bekerja dengan baik pada malam hari, karena bantuan teknologi penyimpanan daya, baterai.

Mitos atau Fakta: Listrik dari energi surya tidak dapat dihasilkan pada saat mendung

Mitos bahwa listrik dari energi surya tidak dapat dihasilkan pada saat mendung, karena pada kenyatanyaanya panel surya tetap dapat mengkonversi energi surya walau saat mendung selama standar nilai minimal yang dibutuhkan tercapai. Mitos dan fakta seputar energi surya ini perlu diketahui untuk memastikan peralatan bekerja dengan maksimal.

Mitos dan Fakta Seputar Energi Surya

Mitos atau Fakta: Teknologi energi surya itu mahal

Teknologi panel surya telah berkembang dengan sangat cepat. Grafik harga pada 3 tahun terakhir ini menunjukkan penurunan hingga 60%. Sehingga biaya pemasangan sistem panel surya, sudah jauh lebih murah dibanding beberapa tahun lalu. Faktanya, Indonesia juga sudah menyusun jual beli energi surya oleh rumah tangga. Sehingga dalam beberapa bulan kedepan, rumah tangga dapat memproduksi listrik mandiri dan bisa mendapatkan uang dari hasil produksi tersebut.

Mitos atau Fakta: Panel surya bekerja maksimal di daerah tropis

Faktanya adalah panel surya dapat bekerja maksimal di daerah dengan tingkat penyebaran radiasi matahari tinggi. Indonesia memiliki tingkat radiasi matahari kurang lebih 3,5 – 6,0 kWh/m², dimana potensi radiasi matahari terbesar adalah 8,0 kWh/m². Namun, kinerja panel surya akan menurun jika temperatur udara juga meningkat. Panel surya dapat bekerja dengan maksimal pada temperatur 25°C.

Untuk menjaga temperatur udara di sekitar panel surya, dapat dilakukan dengan pemilihan material dan jenis bahan yang digunakan untuk membuat panel surya oleh pabrikan. Dan membuat bagian belakang panel surya bebas dari halangan, sehingga angin dapat mengalir sempurna untuk membuang hawa panas.

Mitos atau Fakta: Teknologi energi surya itu bebas perawatan

faktanya teknologi energi surya tidak membutuhkan perawatan rutin, seperti perawatan pada dinamo pembangkit listrik tenaga air atau angin. Hal ini dikarenakan teknologi energi surya tidak memiliki komponen bergerak, sehingga alat yang digunakan tidak menjadi aus.

Namun, perlu dilakukan pengecekan tiap 3 bulan atau 6 bulan sekali, untuk memastikan tidak ada bayangan yang menutupi panel surya, semua komponen sistem bekerja maksimal, tidak ada kabel yang putus atau terkelupas, dan tidak ada penggunaan yang melebihi kapasitas yang disediakan. Perawatan dibutuhkan untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja sistem.

Apa komentar anda?

sixteen − fifteen =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia