Memanfaatkan Bakteri Diare Pada Sel Surya Untuk Memanen Listrik Saat Mendung
Invention

Memanfaatkan Bakteri Diare Pada Sel Surya Untuk Memanen Listrik Saat Mendung

Peneliti dari University of British Columbia (UBC) telah menemukan solusi memanen listrik saat mendung, dengan memanfaatkan bakteri diare pada sel surya.

Bakteri Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.

Solusi untuk lokasi yang menerima paparan cahaya matahari minimal

Ditangan para peneliti UBC, bakteri E. Coli dimodifikasi secara genetik, untuk menghasilkan likopen dalam jumlah besar.

Likopen atau Lycopene adalah zat pewarna alami, seperti pewarna oranye-merah pada tomat, yang sangat efektif dalam menyerap cahaya untuk diubah menjadi energi.

Untuk menguji seberapa sukses sel surya biogenik ini, para peneliti melapisi bakteri dengan mineral yang dapat bertindak sebagai semikonduktor, dan mengaplikasikan campuran tersebut ke permukaan kaca.

Hasilnya, Mereka mendapatkan kepadatan arus 0,686 milliamps per sentimeter persegi, peningkatan 0,362 poin dibandingkan dengan pencapain penelitian lainnya yang menggunakan sel biogenik.

“Kami mencatat kepadatan arus tertinggi untuk sel surya biogenik,” jelas Vikramaditya Yadav, seorang profesor di bidang teknik kimia dan biologi yang memimpin proyek tersebut.

Lebih lanjut, Ia menyatakan “Bahan hibrid yang Kami kembangkan ini dapat diproduksi secara ekonomis dan berkelanjutan, dan dengan optimalisasi yang memadai, bisa tampil pada efisiensi yang sebanding seperti sel surya konvensional.”

Masa depan bakteri diare pada sel surya

Namun, penggunaan lebih luas panel surya biogenik ini memang membutuhkan waktu. Hal ini dikarenakan bakteri diare pada panel surya tidak dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Artinya bakteri perlu diganti setiap waktu. 

Jika panel surya ini dapat dikembangkan dengan memungkinkan bakteri E. coli memproduksi lycopene tanpa batas dan dalam jangka waktu yang lama. Maka saat itu, panel surya biogenik ini siap untuk “menggantikan” panel surya konvesional.

“Penemuan kami adalah prototipe generasi pertama yang memerlukan perbaikan signifikan sebelum dapat mencapai tingkat sel surya silikon – yang dapat menghasilkan sekitar 25 kali kepadatan arus sel surya berbasis bakteri,” kata Yadav kepada Popular Science. “Kami tidak melihat teknologi kami sebagai pesaing untuk sel surya konvensional. Belum, bagaimanapun juga.”

Panel surya biogenik seperti ini dapat membantu wilayah-wilayah tropis, seperti Indonesia, ketika musim hujan tiba. Namun, mungkin kita butuh menunggu sebentar, sebelum hal ini terwujud.

Apa komentar anda?

twelve + ten =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...