Apa itu listrik surya berbasis komunitas?

Listrik Surya berbasis komunitas pada dasarnya adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola oleh komunitas, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan komunitas itu sendiri. Komunitas dalam hal ini adalah kelompok kecil penduduk yang bermukim di area tertentu, bisa di perkotaan ataupun perdesaan.

Mengapa listrik surya berbasis komunitas?

Tidak dapat kita pungkiri, kebutuhan listrik bertumbuh tanpa bisa diberhentikan. Penyedia listrik Negara tidak dapat menahan laju pertumbuhan penduduk dan ekonomi Negara, sedangkan kapasitas penyediaan listrik cenderung bertumbuh lambat dibanding kebutuhan.

Pada akhirnya antara kebutuhan dan penyediaan energi tidak seimbang, dan tidak mampu mendukung kebutuhan energi, terutama, dari pelosok. Oleh karena itu solusi penyediaan listrik surya dapat menjadi jawaban.

Selain dikarenakan energi matahari yang berlimpah, juga karena aplikasi sistem yang tidak terlampau rumit. Sehingga mampu mendukung pemenuhan kebutuhan energi listrik dan dapat beroperasi sesuai standar sistem penyediaan listrik.

Pengelolaan dilakukan oleh komunitas, karena masyarakat bersama dengan kelompoknya dapat memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri tanpa tergantung dengan penyedia listrik negara. Komunitas akan mengelola energi sebagai bagian dari kebutuhan primer mereka dengan lebih leluasa dan lebih baik. Di lain pihak, negara akan dikurangi beban ketergantungan listrik dari masyarakatnya.

Listrik Surya berbasis komunitas

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Bagaimana listrik surya berbasis komunitas dapat diterapkan?

Penyediaan listrik dengan PLTS, yang merupakan energi terbarukan, akan sangat bergantung dengan tipe kebutuhan dan tipe pengguna dari listrik itu sendiri. Karena setiap tipe pengguna memiliki corak kebutuhan berbeda, terutama antara pengguna di perkotaan dan pedesaan.

Komunitas perkotaan cenderung menggunakan PLTS Grid Tie, karena koneksi listrik sudah sangat baik dengan pembiayaan yang terjangkau. PLTS akan digunakan untuk melakukan efisiensi pembiayaan dan pemanfaatan ruang yang tidak terpakai, seperti taman atau atap rumah.

PLTS Grid Tie adalah PLTS yang terkoneksi dengan utilitas listrik PLN. PLTS jenis ini membutuhkan inverter grid. Untuk beberapa aplikasi, PLTS ini mampu bekerja sebagai cadangan daya jika listrik PLN putus, karena memiliki inverter charger dan baterai sebagai sistem penyimpanan.

Komunitas perdesaan cenderung menggunakan PLTS OFF GRID, karena koneksi listrik yang sulit atau belum ada dan terletak pada daerah terluar atau terpencil. Kondisi ini menyebabkan akses listrik PLN terbatas dan sulit. PLTS ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik primer, seperti penerangan rumah, pengairan sawah, dan akses internet.

PLTS OFF GRID adalah PLTS yang tidak terkoneksi dengan utilitas listrik PLN. PLTS ini memanfaatkan solar charger controller, dan baterai sebagai komponen utama. Sistem ini dapat bekerja untuk mensuplai kebutuhan listrik harian pengguna.

Jadi, apakah komunitas anda membutuhkan listrik surya?

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/01/listrik-surya-berbasis-komunitas.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/01/listrik-surya-berbasis-komunitas-300x199.jpgJanalokaApplicationAC Coupling,Asitektural,baterai,business,community,DC coupling,development,Financing,Indonesia,inovation,janaloka.com,kota,Listrik desa,listrik komunal,PLTS,produk,solar panel,solar system,Surya,technologyApa itu listrik surya berbasis komunitas? Listrik Surya berbasis komunitas pada dasarnya adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola oleh komunitas, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan komunitas itu sendiri. Komunitas dalam hal ini adalah kelompok kecil penduduk yang bermukim di area tertentu, bisa di perkotaan ataupun perdesaan. Mengapa listrik surya berbasis komunitas? Tidak...The #1 Solar Energy Crowd