Energy

Ledakan Solar Panel Selama Q2 di Amerika Serikat

Ledakan Solar Panel Selama Q2 di Amerika Serikat – Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan pasar solar panel yang baik selama Q2. Namun, pasar solar panel untuk perumahan (residential) terus menurun setiap tahunnya, dan kasus pasal 201 tidak baik untuk masa depan solar panel.

Quarter kedua 2017 adalah quarter yang baik untuk pasar solar panel AS, seperti diungkapkan pada GTM (Greentech Media) Research dan laporan Solar Market Insight yang dirilis Solar Energy Industries Association (SEIA), yang melaporkan bahwa pasar solar panel tumbuh 8% setiap tahunnya dengan 2.4 GW-DC terpasang.

Pertumbuhan ini dipimpin oleh sektor skala utilitas, yang mewakili 58% kapasitas terpasang baru, dan dimana GTM Research melaporkan kontraktor membangun proyek yang pada awalnya dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2016, tepat waktu untuk penurunan Investment Tax Credit yang tidak pernah terlaksana karena perpanjangan.

Ledakan Solar Panel Selama Q2 di Amerika Serikat

Sektor komersial dan industrial negara tersebut juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan GTM Research memperkirakan pertumbuhan 31% dari setahun sebelumnya pada sektor “non-residential”, sebuah ungkapan yang memasukkan instalasi pemerintah dan non-profit ke dalam sektor komersial dan industrial.

Dikarenakan berkembangnya kedua sektor ini, tata letak pemasangan PLTS juga bergeser dan meluas ke seluruh negeri. Sementara pasar nasional yang dahulu dikuasai oleh California, bagian Barat Daya dan Timur Laut, selama Q2, Texas mulai memenuhi janji yang telah ditunggu-tunggu, dan muncul sebagai negara bagian yang memiliki pasar kedua terbesar dengan 378 MW terpasang.

Daerah baru seperti Midwest dan Deep South juga mulai membuka diri. Selama Q2, Minnesota menjadi pasar kelima terbesar setelah terjadi ledakan solar panel, dan negara bagian tak terduga seperti Mississipi dan Michigan menempati peringkat 9 dan 11.

Masalah pada Solar Panel residential di AS

Namun, tidak seluruhnya berita baik pada laporan quarter ini. Pasar solar panel residential turun 8% dari angka pada quarter kedua 2016, menjadi quarter kedua pada penurunan tahunan. Dan sementara pada Q1 kesalahan dapat ditimpakan kepada hujan lebat yang terjadi di California, angka pada Q2 membuktikan bahwa ada masalah yang lebih rumit.

GTM Research mencatat kesulitan yang terjadi adalah EPC mengalami kesulitan dengan akuisisi pelanggan dengan kelesuan dari demografi first-adopter pada negara bagian yang terdepan, serta pengunduran diri dari EPC seperti Tesla dan Vivint. Kebangkrutan dari Sungevity, EPC keempat terbesar di AS, juga merupakan salah satu faktor.

Namun, terdapat juga masalah kebijakan, dimana kebijakan Net Metering 2.0 yang diterapkan di California subsequent mandatory time dari tarif penggunaan membuat perhitungan kembalinya modal menjadi lebih rumit.

Penurunan tahunan pada solar panel residential, khususnya, sangat mengkhawatirkan karena pasar yang menjadi lebih beragam dari segi tata letak, dengan negara bagian seperti Utah dan Florida turut menjadi pasar solar panel teratas untuk solar panel residential.

Pasal 201 menahan laju Ledakan Solar Panel Selama Q2 di Amerika Serikat

Namun sejauh ini kekhawatiran terbesar yang dihadapi pasar solar panel AS adalah investigasi pasal 201 yang sedang berlangsung di Komisi Perdagangan Internasional AS. Sementara efek kepada volume pemasangan tidak akan terasa pada beberapa quarter awal, GTM Research dan Bloomberg New Energy Finance keduanya telah menolak menandatangani kontrak baru hingga kasus tersebut selesai, dan keduanya telah mengingatkan bahwa jika tindakan perdagangan telah diterapkan maka banyak perjanjian akan dibatalkan.

Efeknya dapat dilihat pada harga modul, yang naik sedikit selama Q2 menjadi $0.39 per Watt, kenaikan pertama dalam 3 tahun. Dan sementara harga keseluruhan sistem tetap turun pada Q2, hal ini mungkin tidak akan terjadi pada Q3. Harga solar panel akan terus naik hingga Juli, dimana kontraktor dan EPC menumpuk solar panel impor untuk menghindari tarif yang mungkin diterapkan.

Jika usaha hukum untuk perdagangan yang diajukan Suniva diterima, hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga lebih tinggi. Dan sementara efek sepenuhnya akan sulit diprediksi, di bulan Juni GTM Research memprediksi bahwa usaha hukum yang diajukan tersebut dapat memotong keseluruhan pasar AS menjadi setengahnya dalam lima tahun ke depan, dengan solar panel skala utility yang paling merasakan dampaknya.

Namun terlepas dari seluruh tantangan ini, pasar solar panel AS tetap menjadi yang terdepan, setidaknya untuk beberapa quarter ke depan. GTM Research melaporkan bahwa lebih dari 5 GW solar panel skala utility sedang dibangun, dengan 16.9 GW proyek lainnya masih menahan kontrak.

Sumber: www.pv-magazine.com

Apa komentar anda?

12 + nine =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia