Energy

Konsumsi Energi Listrik Saat Lebaran 2017 Menurun

Rata-rata konsumsi energi listrik saat lebaran 2017, secara nasional, menurun. Terutama pada Pembangkit Jawa Bali yang mencapai sekitar 8.000 megawatt (MW) pada Lebaran Idul Fitri 2017 ini, seperti yang ditegaskan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Konsumsi Energi Listrik Saat Lebaran 2017
Sumber: cdn.metrotvnews[dot]com
Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali, di Gandul, Depok, Jawa Barat jelang momen Idul Fitri 1438 H, Kamis (15/6). Kunjungan Jonan dalam rangka memantau kesiapan pasokan listrik.

Penurunan konsumsi salah satunya dikarenakan banyak industri sebagai konsumen listrik terbesar yang menutup operasinya. Apalagi di wilayah-wilayah industri seperti Karawang dan Bekasi.

“Kalau tadi menurut informasi, kalau untuk Jawa-Bali turun dari 24 ribu mw ke 16 ribu mw. Jadi turun. Karena apa? Karena industri banyak yang libur,” kata Jonan, pada saat kunjungan.

Penurunan terbesar akan terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kendati demikian, Jonan menyebutkan di daerah lain seperti daerah wisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, akan mengalami peningkatan konsumsi listrik karena banyaknya masyarakat yang berlibur atau pulang kampung.

Berkurangnya konsumsi energi listrik saat lebaran 2017 di Kota Besar

Direktur Utama PLN Sofyan Basir memerkirakan pemakaian listrik untuk wilayah Jawa-Bali di momen Lebaran bisa berkurang hingga 40 persen dibanding pemakaian listrik di hari kerja biasa. Meski demikian PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal itu untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadhan hingga Lebaran nanti.

Dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan konsumsi energi listrik saat lebaran 2017 memang terjadi rutin setiap tahun. Pada 2016, terjadi penurunan sebanyak 30 persen dari konsumsi harian sekitar 24.589 mw.

Pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 33.480 MW. Jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 16.560 MW.

Untuk menjaga tidak terjadinya gangguan selama masa lebaran ini, pihak PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari tanggal 18 Juni sampai 2 juli 2017 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan konsumsi energi listrik saat lebaran 2017 menurun, kehandalan sistem harus dijaga.

Apa komentar anda?

one × five =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia