Klasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu PLTS dengan arus keluaran DC dan PLTS dengan arus keluaran AC. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sendiri memanfaatkan panel surya, yang menghasilkan arus DC, sebagai sumber pembangkit listriknya.

Arus listrik muncul dikarenakan pergerakan elektron melalui konduktor. Pada arus searah (DC), elektron mengalir dengan tetap dengan arah yang maju. Sedangkan pada arus bolak balik (AC), elektron terus berganti arah, kadang bergerak maju kadang bergerak mundur. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Keterangan AC (Arus Bolak Balik) DC (Arus Searah)
Energi yang dibawa Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh
Dan memberikan lebih banyak energi
Tidak dapat memindahkan energi yang jauh, karena akan kehilangan energi
Penyebab dari arah aliran elektron Magnet yang berputar di sepanjang kawat Magnet yang stabil di sepanjang kawat
Frekuensi 50 – 60 Hz, berbeda pada setiap negara 0
Arah Berbalik arah ketika mengalir dalam rangkaian Mengalir satu arah dalam rangkaian
Arus Bervariasi pada tiap waktu Tetap
Aliran Elektron Bergantian – maju dan mundur terus maju
Diperoleh dari Generator arus bolak balik Baterai
Parameter pasif Impedasi Hambatan
Faktor daya Antara 0 dan 1 Selalu 1
Jenis Sinusoidal, trapesium, segitiga, segiempat Murni dan bergetar

Perbedaan arus DC dan AC, Sumber: apaperbedaan.com

Klasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus DC

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, arus DC merupakan arus yang dihasilkan oleh panel surya. Arus ini langsung disimpan di dalam baterai untuk dapat digunakan kembali oleh pengguna. Berdasarkan keluaran arus DC, kebanyakan jenis PLTS yang menggunakan sistem ini adalah PLTS off grid. Di Indonesia, PLTS jenis Off grid yang dikenal adalah:

SEHEN atau LTSHE

Sistem SupEr HEmat eNergi (SEHEN) merupakan PLTS tipe kecil yang memanfaatkan panel surya kapasitas 10 hingga 20 wp untuk menyalakan beberapa unit lampu penerangan LED DC dengan kapasitas 3 hingga 5 watt.

Selanjutnya, pada 2017, sistem PLTS ini berganti nama menjadi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dengan komponen dan fungsi yang sama. Sistem ini banyak digunakan untuk membantu menerangi daerah pelosok yang belum memiliki listrik. PLTS LTSHE ini banyak dibagikan pemerintah di wilayah Indonesia timur.

Klasifikasi Jenis PLTS Berdasarkan Jenis Keluaran Arus
LTSHE bantuan pemerintah
SHS

Solar Home System atau SHS merupakan sistem PLTS pertama yang banyak digunakan di Indonesia, mulai tahun 90an. Berbeda dengan LTSHE, SHS memiliki kapasitas panel surya mulai dari 50 wp, untuk menyalakan lampu LED 3 watt sebanyak maksimal 3 unit, hingga 200 wp, untuk menyalakan lampu LED 5 watt sebanyak minimal 5 unit.

SHS memiliki komponen terpisah yang perlu dilakukan perakitan, untuk dapat digunakan. PLTS jenis ini sudah banyak digunakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Hingga sekarang, PLTS ini masih banyak diaplikasikan, baik oleh pemerintah ataupun swasta dan perorangan.

PJUTS

Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) merupakan salah satu aplikasi klasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus DC yang juga banyak digunakan. Dengan kebutuhan penerangan jalan yang semakin tinggi, karena berbanding lurus dengan pertumbuhan panjang jalan yang meningkat di Indonesia, maka tuntutan kebutuhan penerangan jalan juga semakin besar.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Dengan memanfaatkan teknologi lampu LED, PJUTS menjadi salah satu pilihan solusi untuk penerangan jalan. Selain dikarenakan fungsinya yang tidak bergantung listrik PLN, PJUTS juga dapat digunakan otomatis dan dipantau dari jarak jauh.

Sekarang ini, PJUTS dengan baterai lithium merupakan pilihan yang tepat untuk penggunaan penerangan jalan. Karena selama ini, banyak contoh kasus penggunaan baterai lead acid tidak bertahan lama dan cenderung cepat rusak.

PLTS untuk BTS

Telekomunikasi telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat modern, sehingga mendorong penyedia layanan telekomunikasi berlomba memberikan layanan maksimal kepada pelanggannya. Salah satu caranya adalah dengan memperluas jangkauan layanan melalui memperbanyak BTS (Base Transceiver Station).

Dengan morofologi wilayah Indonesia yang memiliki banyak pulau, gunung dan lembah, menyebabkan pekerjaan memasang BTS tidak mudah, terutama menemukan koneksi sumber listrik. Oleh karena itu penggunaan PLTS menjadi salah satu pilihan untuk menghasilkan energi mandiri.

PLTS FASUM

Fasilitas umum (FASUM) memanfaatkan sistem energi surya untuk menghasilkan kebutuhan listrik mereka secara mandiri, terutama yang berada di wilayah yang sulit atau belum memiliki listrik. Dengan catatan bahwa beban yang digunakan, juga menggunakan arus DC. Beberapa contoh fasum yang memanfaatkan sistem PLTS ini adalah: Puskesmas, Pos Militer di perbatasan dan pulau terluar, pos pemantauan, sekolah-sekolah di daerah terpencil, dan beberapa fasilitas lainnya.

Klasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus AC

Untuk jenis PLTS ini, arus listrik DC yang disimpan ke baterai diubah terlebih dahulu ke arus listrik AC sebelum akhirnya digunakan oleh pengguna. Arus listrik AC yang digunakan sama dengan arus yang digunakan oleh listrik PLN. Oleh karena itu area penggunaan yang cukup luas. Beberapa jenis yang banyak digunakan adalah:

SHS dengan Inverter

Tidak hanya menghasilkan listrik DC, SHS juga dapat digunakan untuk komponen listrik AC dengan menggunakan inverter. Untuk SHS kapasitas mulai dari 100 wp, pengguna sudah dapat menggunakan radio kecil, kipas angin ataupun pendingin ruangan.

PLTS Terpusat Off Grid

Sesuai dengan namanya, tipe PLTS ini memiliki kapasitas yang besar, mulai dari 5 kWp hingga ratusan kWp, dan diletakkan di satu areal tertentu untuk kemudian di alirkan ke rumah-rumah pengguna. Konsepnya sama seperti sistem pembangkit PLN dengan jaringan. Namun, sistem PLTS terpusat ini hanya melayani satu kluster tertutup.

Sistem ini cocok utuk diaplikasikan di hampir seluruh wilayah Indonesia, karena kapasitasnya mampu menopang banyak pengguna dalam satu kali waktu dan komponennya yang dapat dibawa juga dipasang dengan mudah dalam kondisi medan apapun.

PLTS rooftop
PLTS Grid Tie

PLTS tipe ini berbeda dengan PLTS terpusat off grid, dimana koneksi dengan PLN merupakan syarat utama untuk dapat beroperasi. Produksi listrik yang dihasilkan, dapat langsung dimanfaatkan oleh pengguna rumah dan kelebihan produksinya dapat di buang ke jaringan listrik PLN.

PLTS grid tie banyak dioperasikan untuk kebutuhan rumah tangga, bisnis, industri dan kebutuhan utilitas skala besar. Di Indonesia, sistem ini mulai banyak digunakan untuk sistem panel surya atap, dengan skala mulai dari 1 kWp hingga mega watt.

Pemilihan penggunaan PLTS

Dari klasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus diatas, pengguna dapat memilih penggunaan sesuai dengan kebutuhan listrik mereka. Untuk pengguna di area yang belum memiliki listrik PLN, maka menggunakan PLTS dengan keluaran arus DC akan memudahkan dalam instalasi dan biaya. Namun perlu diperhatikan pemilihan beban, karena beban yang dapat digunakan adalah hanya beban DC.

Untuk area yang sudah terdapat listrik PLN, PLTS dengan keluaran arus AC dapat menjadi pilihan. Hal ini dikarenakan sistem PLTS ini memiliki opsi untuk tersambung dengan listrik AC, baik sebagai cadangan daya ataupun sebagai sumber listrik alternatif.

Penggunaan listrik dari PLTS, sangat dianjurkan. Terutama karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya fosil, juga untuk lingkungan agar lebih bersih. Sekarang ini, teknologi sudah berkembang dengan baik, handal dan lebih murah. Sehingga tidak ada salahnya mencoba penggunaan listrik PLN bukan? Tertarik?

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/10/LTSHE-janaloka-940x462.pnghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/10/LTSHE-janaloka-300x148.pngNinda PutriApplicationAC Coupling,aplikasi panel surya,Asitektural,baterai,beli panel surya murah,community,development,energi surya,grid tie,harga panel surya,inovation,janaloka.com,Listrik desa,LTSHE,net metering,OFF GRID,Panel surya,panel surya murah,produk,renewable energy,solar pv,solar system,technologyKlasifikasi jenis PLTS berdasarkan jenis keluaran arus dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu PLTS dengan arus keluaran DC dan PLTS dengan arus keluaran AC. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sendiri memanfaatkan panel surya, yang menghasilkan arus DC, sebagai sumber pembangkit listriknya. Arus listrik muncul dikarenakan pergerakan elektron melalui konduktor. Pada...The #1 Solar Energy Crowd