Report

JinkoSolar Membuka Pabrik Panel Surya Pertama di Florida

JinkoSolar Membuka Pabrik Panel Surya Pertama di Florida – Perusahaan NextEra Energy yang berbasis di Amerika Serikat telah menandatangani salah satu perjanjian suplai panel surya terbesar di dunia dalam sejarah dengan perusahaan berbasis di China, JinkoSolar, dengan nilai 2.750 MW. Bersamaan dengan itu, JinkoSolar akan membuka fasilitas pabriknya yang pertama di Amerika Serikat, berlokasi di Jacksonville, Florida.

Dalam usaha untuk meningkatkan suplai pasar panel surya global dan industri tenaga surya di Amerika Utara, perusahaan holding JinkoSolar mengumumkan penandatanganan perjanjian suplai panel surya terbesar yang pernah ada dengan NextEra Energy pada jumat (30/3) yang awalnya diisukan pada Januari lalu. Pada waktu itu, JinkoSolar mengumumkan telah menandatangani kerja sama suplai dengan perusahan Amerika Serikat sebesar 1.75 GW, dan merencanakan pengembangan dengan menyiapkan fasilitas produksi di Amerika Serikat.

JinkoSolar Membuka Pabrik Panel Surya Pertama di Florida

“Perjanjian kerja sama ini akan mempertegas kepemimpinan kami di pasar Amerika Serikat,” kata Nigel Cockroft, General Manager Jinko US pada waktu itu. “Besarnya nilai kerja sama ini menunjukkan komitmen JinkoSolar untuk menyediakan klien kami produk dan customer servis regional yang dapat diandalkan.”

Setelah dua bulan JinkoSolar mengkonfirmasi bahwa NextEra Energi adalah perusahaan Amerika tersebut dan perjanjian suplainya dinaikkan menjadi 2.75 GW. “Rencana pengembangan” juga telah dikonfirmasi berupa fasilitas produksi panel surya yang terletak di Jacksonville, Florida, yang diharapkan mampu menciptakan 200 lapangan kerja langsung dan mendukung ratusan lapangan kerja tambahan lokal dalam bidang pengiriman serta beberapa industri terkait lainnya.

“Karena NextEra Energi terus berinvestasi pada proyek surya secara besar-besaran melintasi wilayah, kami ingin memiliki kesempatan membeli panel surya yang biayanya efektif, dapat diandalkan, dan dibuat di Amerika Serikat,” kata Jim Robo, CEO NextEra Energy. “JinkoSolar berbagi komitmen kami untuk memberikan solusi energi bersih yang terjangkau, dan kami senang untuk menyambut mereka di rumah kami Florida.”

Fasilitas produksi baru di Jacksonville akan memiliki kapasitas untuk membuat 400 MW modul surya tiap tahunnya – atau sekitar 1 juta panel surya tiap tahun. Produksi diharapkan dimulai tahun ini, dan JinkoSolar saat ini sedang mengatisipasi ketergantungan terhadap Pelabuhan Jacksonville untuk kebutuhan ekspor dan impor dalam volume besar.

Kegiatan tersebut pun diumumkan kepada publik oleh Gubernur Florida Rick Scott, Walikota Jacksonville Lenny Curry, dan Eric Silagy, CEO Florida Power Light (FPL) Company yang saat ini mengoperasikan lebih dari 930 MW tenaga surya d Florida, termasuk 14 pembangkit tenaga surya. Eric mengatakan “sangat senang mengetahui panel surya yang dibangun di Florida akan membantu pelanggan FPL dalam waktu dekat.”

Pembukaan pabrik JinkoSolar terkena dampak keputusan Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif impor modul dan sel surya 30%. Padahal kenaikan tarif tersebut memiliki dampak negatif untuk industri tenaga surya di Amerika Serikat – mengurangi instalasi tenaga surya 11% hingga lima tahun ke depan, atau pengurangan sebesar 7.6 GW – hal tersebut tentunya memaksa produsen panel surya besar seperti JinkoSolar untuk mengevaluasi ulang untuk berinvestasi fasilitas pabrik di Amerika Serikat.

“Investasi di fasilitas manufaktur panel surya memperjelas komitmen kami untuk Florida dan pasar Amerika Serikat yang terus berkembang,” kata Kangping Chen, CEO JinkoSolar. “Fasilitas ini akan menjadi salah satu manufaktur panel surya paling maju di dunia, yang akan menyediakan fleksibilitas dan kapasitas produksi untuk mendukung rekan lokal dan basis konsumen Amerika Serikat yang terus tumbuh.”

Sumber: cleantechnica.com

Apa komentar anda?

1 × four =