Goods

Jenis Solar Inverter dan Aplikasinya Pada Sistem Listrik Surya

Solar Inverter adalah salah satu komponen produk yang digunakan dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Solar Inverter ini berfungsi untuk merubah arus DC yang diproduksi panel surya menjadi arus AC, sehingga dapat dialirkan ke jaringan listrik PLN kembali atau digunakan langsung oleh pengguna.

Solar inverter yang digunakan dalam sistem PLTS adalah produk dengan spesifikasi khusus. Komponen produk ini memiliki kemampuan untuk :

  1. Beradaptasi dengan naik turunnya tegangan panel surya (\Inverter seperti yang dimiliki SMA mampu berfungsi hingga tegangan turun 40% dari tegangan optimal yang dihasilkan).
  2. Memiliki kemampuan memaksimalkan kapasitas produksi daya PLTS.
  3. Khusus untuk inverter grid tie, harus memiliki kemampuan Anti-Islanding (yaitu pengaman otomatis untuk menjaga agar tidak ada arus yang dihasilkan jika jaringan listrik utama tiba-tiba mati).

Jenis Solar Inverter

Jika dilihat dari jenis penggunaan, ada tiga jenis inverter yang banyak digunakan pada aplikasi listrik surya, yaitu:

Stand-Alone Solar Inverter

Inverter ini adalah jenis solar inverter yang difungsikan untuk merubah arus DC, yang berasal dari panel surya atau baterai, menjadi arus AC. Jenis inverter ini banyak digunakan untuk sistem Off Grid dan dapat berfungsi tanpa harus terkoneksi dengan jaringan listrik lainnya. Walaupun juga terdapat opsi pilihan untuk dapat bekerja bersamaan atau bergantian, berdasarkan prioritas, dengan sumber pembangkit lain, seperti genset atau pembangkit tenaga air.

Untuk dapat berfungsi secara optimal, jenis inverter ini harus digunakan berdampingan dengan Solar Charger controller (SCC), baik tipe PWM ataupun MPPT, sebuah alat yang berfungsi untuk mengatur charge dan discharge sebuah sistem listrik surya.

Cara kerjanya adalah panel surya menghasilka listrik yang kemudian di regulasi oleh SCC untuk di alirkan ke baterai atau pengguna. Listrik dari baterai atau ke pengguna langsung dapat dimanfaatka melalui fungsi inverter, yang merubah listrik DC menjadi AC.

Grid-Tie Solar Inverter

Inverter ini memiliki fungsi yang sama dengan Stand-Alone Solar Inverter, namun sumber utama arus DC nya adalah hanya solar panel dan hanya dapat berfungsi hanya jika terhubung dengan jaringan listrik utama (PLN). Inverter jenis ini harus memiliki proteksi anti-islanding dan tidak didesain untuk terkoneksi dengan baterai secara langsung.

Cara kerjanya adalah panel surya memproduksi daya listrik yang kemudian diteruskan langsung ke inverter ini, untuk kemudian dapat dialirkan kembali ke jaringan pengguna. Listrik tersebut langsung dapat dikonsumsi pengguna atau jika ada kelebihan, maka kelebihan tersebut akan dikembalikan ke jaringan. Untuk dapat digunakan pengguna pada lain waktu. Di Indonesia, sistem ini dapat dimanfaatkan dengan sistem net metering.

Untuk kondisi dimana grid tie membutuhkan inverter, maka dibutuhkan komponen charger terpisah yang memiliki fungsi mencatu daya baterai dari listrik AC. Komponen terpisah ini sering disebut inverter charger, dan memiliki fungsi yang mirip dengan uninterruptible power source (UPS).

Battery Backup Solar Inverter

Inverter ini memiliki kemampuan untuk melakukan charge dan discharge baterai dalam sebuah komponen yang sama. Secara fungsi, tidak ada perbedaan dengan dua tipe inverter diatas (merubah DC ke AC untuk mensuplai daya ke beban), namun jenis inverter ini sudah dilengkapi komponen charger yang berfungsi mencatu daya baterai dari panel surya.

Cara kerjanya mirip dengan stand-alone inverter, namun dengan tambahan komponen SCC di dalam produknya. Jenis inverter ini banyak disebut sebagai smart inverter atau hybrid inverter.

Memilih penggunaan Solar Inverter

Di pasaran banyak merek dan jenis inverter. Baik yang memiliki mereka dari Amerika, Eropa, India atau China. Harga yang ditawarkan pun cukup beragam. Namun untuk memilih penggunaan inverter yang sesuai, maka Anda harus:

  1. Pilih jenis inverter sesuai penggunaan. Apakah kebutuhan anda off grid? Grid tie? Ataukah grid tie dengan baterai?
  2. Pastikan spesifikasi teknis inverter sesuai dengan desain PV array anda. Konsultasikan dengan ahlinya untuk mengetahui string dan array dari sebuah PV.
  3. Pastikan kualitas, dengan melihat hasil uji dan efisiensi, dan garansi serta jaminan purna jual dari produk yang Anda pilih. Karena, inverter bukan produk yang mudah untuk diperbaiki, dengan adanya jaminan purna jual, anda tidak perlu khawatir jika terjadi kerusakan.

4 Komentar

  1. Mohon pencerahan berarti kalau saya ingin memasang on grid dengan battere berarti saya harus membeli solar controller, bila tidak dengan battere cukup dengan grid tie inverter saja? makasih

    Balas
    1. Janaloka Author

      Hai Putra,

      Betul, untuk menggunakan baterai di sistem grid tie anda perlu menambahkan sistem baterai charger. Atau anda bisa menggunakan smart inverter untuk menggunakan sistem grid tie bersamaan dengan sistem hybrid.

      Balas
      1. Masih bingung.. apakah pemasangannya battery di parallel langsung dg output controller dan input Grid Tie inverter?
        Masalahnya kalo Grid Tie Inverter disupply dengan battery dan battery di charge oleh Charge Controller (Parallel juga dg input Inverter), cara kerjanya gimana?
        Karena Charge Controller akan terus mengeluarkan output ke input inverter dan battery bisa meledak karena over charged, atau kemungkinan kedua jika charge controller membaca battery sudah “Full” controller akan berhenti ngecharge dan inverter tidak mendapat input dari controller yg artinya hanya mengandalkan energy dari battery sampai batas battery butuh dicharge lagi.
        Mohon penjelasannya…

        Balas
        1. Janaloka Author

          Hai Wibie,

          Terima kasih atas komentar Anda. Untuk pertanyaan Kamu, Kamu tidak bisa menggunakan controller dalam sistem grid tie. Solusinya jika kamu ingin menggunakan baterai di sistem grid tie adalah dengan menambahkan inverter charger. Inverter charger menggunakan input VAC untuk charger baterai dan secara otomatis mengubah VDC dari baterai ke VAC untuk dapat digunakan kembali.

          Atau solusi kedua adalah dengan menggunakan inverter hybrid, yang langsung dapat mengatur output panel surya apakah digunakan langsung oleh beban VAC atau digunakan untuk charger VDC ke baterai.

          Balas

Apa komentar anda?

1 × 4 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia