Tenaga surya merupakan salah satu sumber pembangkit yang banyak digunakan dewasa ini. Jenis pembangkit ini memanfaatkan panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya. Panel surya berfungsi menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Namun, ada perbedaan jenis-jenis panel surya yang dapat digunakan.

Sel Surya: Apa dan Bagaimana Mereka Bekerja?

Panel surya terdiri dari sel-sel surya (Photovoltaic Cells) yang disusun seri dan paralel. Sel Surya bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi listrik. Sel surya ini terbuat dari bahan khusus semikonduktor yang disebut dengan silikon.

Ketika cahaya mengenai sel silikon, cahaya tersebut akan diserap oleh sel silikon, hal ini berarti bahwa energi cahaya yang diserap telah ditransfer ke bahan semikonduktor yang berupa silikon. Energi yang tersimpan dalam semikonduktor ini akan mengakibatkan elektron lepas dan mengalir dalam semikonduktor. Elektron yang mengalir ini adalah arus listrik

Untuk mendapatkan arus ini, maka tiap sel surya harus dihubungkan. Hubungan ini kemudian di arahkan ke sebuah terminal + dan -, sehingga rangkaian beberapa sel ini akan membentuk sebuah set panel surya yang lengkap.

Ketika mendapatkan pancaran sinar matahari pada umumnya satu sel surya dapat menghasilkan tegangan DC sebesar 0,5 sampai dengan 1 volt, dan juga arus short-circuit. Besar tegangan dan juga arus tersebut tidak cukup untuk diaplikasikan langsung. Sehingga pada umumnya sejumlah sel surya disusun membentuk panel surya secara seri.

kebanyakan, panel surya terdiri dari 28 sampai 72 sel surya, yang dapat menghasilkan tegangan DC 12-38 Volt dalam kondisi sinar standar. Panel surya dapat digabungkan dengan cara seri dan juga paralel untuk memperbesar tegangan dan juga arus pada output sesuai daya yang dibutuhkan pada aplikasi tertentu.

Perbedaan Jenis-Jenis Panel Surya

Jenis panel surya dikelompokkan berdasarkan material sel surya yang menyusunnya. Terdapat perbedaan jenis-jenis panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dewasa ini. Secara umum ada 3 jenis panel surya, yaitu:

Crystalline Silicon (c-Si)

Panel surya jenis ini memanfaatkan material silikon sebagai bahan utama penyusun sel surya. Tipe crystalline merupakan generasi pertama dari sel surya dan memiliki 2 jenis panel utama, yaitu:

Monocrystalline silicon (mono-Si)

Panel surya jenis ini menggunakan sel surya jenis crystalline tunggal (single-crystal-Si) dan memiliki efisiensi paling tinggi di kelasnya. Secara fisik, panel surya Monocrystalline dapat diketahui dari warna sel hitam gelap dengan model terpotong pada tiap sudutnya.

Multicrystalline silicon (multi-Si)

Panel surya jenis ini menggunakan sel surya jenis multi crystalline, atau dikenal dengan polysilicon (p-Si) dan multi-crystalline silicon (mc-Si). Secara fisik, panel surya Multi crystalline dapat diketahui dari warna sel yang cenderung biru dengan bentuk persegi.

Ribbon silicon (ribbon-Si)

String Ribbon solar panels merupakan salah satu panel surya yang menggunakan jenis sel surya polycrystalline, namun menggunakan proses yang berbeda. Namun jenis panel surya ini tidak memiliki pasar yang cukup baik, terutama setelah produsen terbesarnya, Evergreen Solar, mengalami kebangkrutan.

Thin-film solar cell

Panel surya Thin Film menggunakan banyak lapisan material sebagai bahan material penyusunnya. Panel surya ini merupakan panel generasi kedua. Ketebalan lapisan materialnya mula dari nanometers (nm) hingga micrometers (µm). Beberapa tipe panel surya thin film yang ada di pasaran berdasarkan material penyusunnya, yaitu:

Cadmium telluride (CdTe)

Panel surya CdTe merupakan jenis panel surya yang memiliki tingkat efisiensi paling baik di kelasnya, yaitu 9-11%. First Solar berhasil mengembangkan panel surya dengan efisiensi pada 14.4%.

Copper indium gallium diselenide (CIGS)

Panel surya dari bahan material CIGS ini memiliki efisensi 10-12%, dengan efisiensi tertinggi yang pernah diproduksi dalam skala lab adalah 21.7%.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address
Amorphous thin-film silicon (a-Si, TF-Si)

Panel surya amorphous memiliki efisiensi terendah 6-8% dan mengandung bahan “tidak aman” dalam materialnya. Ada beberapa tipe panel Amorphous, yaitu:

– Amorphous silicon cells

– Tandem-cell using a-Si/μc-Si

– Tandem-cell using a-Si/pc-Si

– Polycrystalline silicon on glass

Gallium arsenide (GaAs)

Tipe panel dengan sel GaAs memiliki harga yang cukup mahal, dan hanya digunakan untuk industri tertentu dan luar angkasa. Rekor efisiensi tertinggi adalah 28.8%.

Material lainnya

Panel surya pada generasi ketiga tersusun atas lebih banyak variasi material untuk masing-masing panel surya. Beberapa diantara jenis-jenis panel surya tersebut adalah:

– Copper zinc tin sulfide solar cell (CZTS)

– Dye-sensitized solar cell

Organic solar cell

Perovskite solar cell

– Polymer solar cell

– Quantum dot solar cell

– Building-Integrated Photovoltaics (BIPV)

perbedaan jenis-jenis panel surya

Jenis panel surya mana yang terbaik untuk digunakan?

Dari jenis panel surya yang disebutkan diatas, jenis mana yang terbaik untuk dapat digunakan? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu:

Dimensi panel surya

Ukuran dimensi panel surya yang akan dipilih, menentukan berapa banyak panel surya yang dapat dipasang pada ruang yang tersedia. Semakin kecil ruang yang ada, semakin besar kemungkinan untuk menggunakan panel surya dengan efisiensi yang besar namun berdimensi optimal. Lakukan konsultasi dengan layanan jasa pembangkit panel surya, untuk mendapatkan desain sistem pembangkit yang paling baik.

Efisiensi panel surya

Efisiensi panel surya ditunjukkan dalam persentase efisiensi modul yang dapat anda temukan di spesifikasi teknis produk. Angka ini menjelaskan berapa banyak listrik yang dapat dihasilkan oleh tipikal panel surya per luas permukaan (jumlah yang lebih tinggi lebih baik). Lebih efisien panel, Lebih kecil bidang luasan yang diperlukan panel untuk memproduksi listrik.

Bantuan dan Dukungan

Karena memilih panel surya akan mempengaruhi investasi, sedangkan teknologi ini masih selalu berkembang. Maka cari perusahaan yang menawarkan dukungan pelanggan, adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk informasi pra-pembelian, pemecahan masalah dan bantuan lain yang mungkin dibutuhkan setelah instalasi. Pilih perusahaan yang berkompeten dan menawarkan solusi, alih-alih hanya memilih produk “murah”.

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/01/jenis-panel-surya.pnghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/01/jenis-panel-surya-300x170.pngJanalokaGoodsSolaraplikasi,Asitektural,CdTe,CIGS,community,development,inovation,janaloka.com,jenis panel surya,Listrik desa,monocrystalline,multicrystalline,net metering,OFF GRID,Panel surya,Pemerintah,polycrystalline,renewable energy,sel surya,Solar,solar system,Surya,Thin-film,tipe panel suryaTenaga surya merupakan salah satu sumber pembangkit yang banyak digunakan dewasa ini. Jenis pembangkit ini memanfaatkan panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya. Panel surya berfungsi menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Namun, ada perbedaan jenis-jenis panel surya yang dapat digunakan. Sel Surya: Apa dan Bagaimana Mereka Bekerja? Panel surya...The #1 Solar Energy Crowd