Jalan Berpanel Surya Tidak Sesuai Dengan Harapan
Application

Jalan Berpanel Surya Tidak Sesuai Dengan Harapan

Ingat salah satu jalan berpanel surya pertama yang diresmikan di Tourouvre-au-Perche, Prancis, pada 2016 lalu? Jalan berpanel surya sepanjang 1 Km ini ternyata tidak menghasilkan energi sesuai harapan.

Jalan ini memiliki output daya maksimum 420 kW, yang meliputi luasan jalan 2,800 m², dengan biaya pemasangan hingga 5 juta Euro atau sekitar 87,5 miliar rupiah (1 EUR = 17,493.28 IDR). Ini berarti per kW terpasang membutuhkan biaya kurang lebih 200 juta rupiah.

Jalan berpanel surya tidak sesuai harapan

Secara umum, jalan ini harusnya mampu menghasilkan daya kurang lebih 1.600 kWh/hari. Namun kenyataanya, saat dibuka jalan ini hanya menghasilkan 800 kWh/hari. Dan beberapa data yang baru-baru ini dirilis menunjukkan hasil hanya mendekati 409 kWh/hari, atau 150.000 kWh/tahun.

Dylan Ryan, Dosen di Teknik Mesin & Energi, Edinburgh Napier University, dalam tulisannya di The Conversation, menunjukkan faktor kapasitas jalan ini hanya 4%. Faktor ini mengukur efisiensi teknologi dengan membagi output daya rata-rata dengan potensi output daya maksimumnya.

Ada beberapa hal yang menjadikan performa jalan berpanel surya ini tidak sesuai harapan, yaitu:

  1. Panel surya tidak menggunakan sudut kemiringan optimal, karena posisinya langsung dipasang diatas jalan. Hal ini mengakibatkan pengurangan signifikan daya yang dihasilkan.
  2. Panel surya lebih rentan terhadap bayangan, karena berada pada badan jalan yang sering dilewati kendaraan. Sebagai informasi, bayangan yang hanya menutupi 5% dari permukaan panel dapat mengurangi pembangkitan listrik sebesar 50% .
  3. Panel surya memiliki potensi tertutup oleh kotoran dan debu lebih besar. 
  4. Panel surya akan membutuhkan kaca yang jauh lebih tebal daripada panel konvensional untuk menahan beban lalu lintas, sehingga membatasi cahaya matahari yang dapat diserap.
  5. Panel surya akan lebih panas, karena tidak ada ruang untuk sirkulasi udara. Untuk setiap kenaikan 1°C di atas suhu optimal, panel surya berpotensi kehilangan 0,5% efisiensi energi.

Inovasi gagal atau batu loncatan?

Memang jika dibandingkan dengan instalasi on grid di atap di Indonesia, yang hanya membutuhkan dana mulai dari 15 juta per kWp. Atau sistem mandiri off grid, yang dapat menunjang sebuah rumah berkapasitas 2200 VA bebas dari PLN, membutuhkan dana kurang lebih 100 juta rupiah. Jalan berpanel surya ini, membutuhkan investasi yang jauh lebih besar.

Ekonomiskah? Tentu tidak. Namun untuk sebuah skala uji coba, jalan berpanel surya ini menunjukkan sebuah terobosan baru dalam pemanfaatan ruang bagi kebutuhan pemenuhan listrik masyarakat dari energi matahari.

Jelas bahwa jalan berpanel surya ini adalah batu loncatan untuk inovasi jalan yang lebih efektif. Mungkin, kita perlu menunggu beberapa tahun kedepan untuk mendapati produk yang lebih baik. Atau mungkin beberapa dari kita sudah menemukannya sekarang?

Apa komentar anda?

17 − 5 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia