Investasi mahal? Bayar listrik masih mahal?
Initiatives

Investasi mahal? Bayar listrik masih mahal?

Euforia masyarakat pengguna listrik surya atap menjadi turun, setelah menerima tagihan PLN bulan Januari kemarin. Mengapa tidak, pengurang tagihan yang biasanya 100% dari jumlah produksi listrik surya, sekarang hanya menerima 65% saja.

Investasi mahal? Bayar listrik masih mahal?

Seperti di kutip oleh kontan.co.id sebelumnya, Ketua PPLSA Yohanes Bambang Sumaryo menyebutkan salah satu ketentuan yang merugikan pengguna energi ramah lingkungan ini adalah terkait penghitungan ekspor dan impor energi listrik dari sistem PLTS Atap. Pasal 6 Ayat (1) menyebutkan, penghitungan energi listrik pelanggan PLTS atap yang diekspor dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor dikalikan 65% atau 0,65. Padahal idealnya adalah 100% atau 1.

Hal ini secara pasti menyebabkan nilai keekonomian penggunaan listrik surya atap berkurang. “Bagi kami, hal itu sangat signifikan. Begitu nilainya di anggap 0,65, maka langsung turun,” ungkap Yohanes, seperti dilansir kontan.

Sejalan dengan PPLSA, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai beleid itu bisa menghambat pengembangan PLTS atap.

Sebab, tingkat pengembalian investasinya menjadi lebih lama dari hitungan ideal. “Dengan perhitungan nilai ekspor impor 65% atau 0,65, maka tingkat pengembalian investasi untuk pemasangan panel surya menjadi 11–12 tahun,” kata dia.

Padahal dengan peraturan PLN yang lama pun,  pengembalian investasi memakan waktu 8 tahun. Penghitungan ini menggunakan tarif ekspor 100% atau 1:1, yang berarti tarif listrik yang dijual ke sambungan PLN sama dengan tarif yang dibeli dari sambungan PLN.

Hal ini menjadi pertanyaan besar mengenai keseriusan pemerintah dalam menggunakan energi alternatif dari  matahari.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana, mengklaim pihaknya terbuka menerima masukan tersebut. “Apa pun masukannya, coba datang,” ucap dia, dikutip Kontan.

Simulasi listrik surya atap

Jika penasaran ini mengetahui berapa nilai investasi dan lama waktu pengembalian modal dari penggunaan listrik surya atap, Anda dapat mencobanya dengan simulasi kalkulator surya di siap.pvinasia.com.

Kalkulator surya ini dikembangkan oleh Janaloka.com dengan PVinAsia.com, dengan mengadopsi contoh perhitungan dari PLN berdasarkan Permen ESDM No.49, dan menggunakan harga jual sistem listrik surya berdasarkan hasil survei harga jual rata-rata sistem listrik surya atap oleh beberapa perusahaan energi surya di Indonesia.

Simulasi ini telah diakses lebih dari 100 pengguna, sejak pertama kali diluncurkan pada akhir Desember 2018. Adapun pengguna yang melakukan simulasi, didominasi oleh pelanggan PLN dengan kapasitas kWh meter 2200 VA.

Apa komentar anda?

twenty − 8 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia