Goods

Inovasi Material Pembuat Panel Surya

Material dasar untuk sel surya yang banyak digunakan sekarang ini adalah crystalline silicon (c-Si),  Cadmium telluride (CdTe), copper indium gallium selenide (CIGS) dan amorphous silicon (a-Si). Tiga material terakhir banyak digunakan untuk membuat sel surya jenis thin film. Namun, ada beberapa inovasi material dasar yang ternyata bisa digunakan untuk membangkitkan energi listrik. Berikut adalah beberapa inovasi material pembuat panel surya:

Sel Surya Dari Rambut Manusia

Milan Karki (18), remaja yang tinggal di sebuah desa di Nepal, menemukan tipe panel solar baru yang terbuat dari rambut manusia. Menurut Milan, rambut tersebut dapat digunakan menjadi konduktor menggantikan silikon. Hal ini dikarenakan rambut, memiliki komponen yang hampir sama dengan yang digunakan pada panel solar.

Solar panel tersebut menghasilkan energi sebesar 9 V (18 W), dan untuk membuatnya butuh biaya sekitar Rp 379.500. Tapi jika diproduksi secara massal, menurut Milan, harga jualnya bisa mencapai separuh atau bahkan seperempat dari modal awal yang diperlukan untuk membuatnya.

Inovasi Material Pembuat Panel Surya

Sel Surya dari Ketan Hitam (Updated)

Pemanfaatan ketan hitam sebagai semikonduktor penghasil energi listrik dari energi sinar matahari merupakan hasil penelitian dari mahasiswa Teknik Fisika ITB. Penelitian yang berjudul aplikasi dyes antisianin ketan hitam pada dye-sensitezed solar cell (DSSC) itu pun akhirnya membawa para mahasiswa Teknik Fisika ITB untuk mengembangkannya sebagai sumber energi listrik yang ekonomis.

Pemilihan ketan hitam menjadi semikonduktor ini didasarkan pada teori bahwa semua tanaman merupakan penyerap energi matahari yang sangat baik. Ketan hitam memiliki kandungan dan sifat-sifat bahan yang sama dengan silikon sintetik. Silikon sintetik selama ini digunakan sebagai semikonduktor pembangkit listrik energi sinar matahari. Dengan menggunakan silikon sebagai semikonduktor, sinar matahari dapat diubah menjadi energi listrik.

Sel Surya Organik

Sel surya organik dan sel surya polimer dibuat dari 100 nm semikonduktor organik, seperti Polifenilena Vinylene dan molekul kecil senyawa seperti Copper Phthalosianin dan carbon fullerenes. Bahan tersebut dapat diproses dari larutan cair, sehingga memungkinkan proses produksi yang sederhana dan murah dalam produksi skala besar.

Efisiensi konversi energi yang dicapai, sampai saat ini, masih sangat rendah dibandingkan dengan bahan anorganik, seperti crystalline. Namun, Konarka Technologies berhasil membuat panel surya dari material ini, dengan efisiensi mecnapai 8,3 % dan pada 2012, sel tandem organik surya mencapai efisiensi hingga 11,1 % .

Sel Surya dari Perovskite

Perovskite adalah mineral yang biasanya terdiri dari campuran yang tepat dari timah, yodium dan komponen organik sederhana. Perovskite atau juga disebut calcium titanium oxide mineral memiliki formula CaTiO3. Mineral ini banyak ditemukan di pegunungan Ural, Rusia. Efisiensi solar panel yang didapat dari material sel ini adalah 3.8% pada 2009, namun meningkat menjadi 20.1% di 2015.

Perkembangan Inovasi Material Pembuat Panel Surya

Inovasi Material Pembuat Panel Surya sudah berkembang dengan sangat cepat dalam jangka waktu 10 tahun terakhir. Hal ini memberikan dampak pada semakin beragamnya jenis panel surya terpasang, semakin tingginya efisiensi dan semakin murahnya biaya produksi.

Dampak ini pada akhirnya akan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengaplikasikan panel surya, baik untuk publik ataupun komersial. Langkah selanjutnya yang ditunggu adalah kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan sistem panel surya secara lebih masif. Sehingga Inovasi Material Pembuat Panel Surya dapat selalu berlanjut, dan terus menciptakan inovasi baru.

Apa komentar anda?

20 − seventeen =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia