Solar Startup

Google project Sunroof Permudah Penggunaan Solar Panel

Google project Sunroof, adalah salah satu kegiatan non pencarian yang sedang dikembangkan oleh Google. Dalam lamannya, Google menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari usaha mereka untuk mempermudah penggunaan solar panel bagi masyarakat dunia.

Pada saat ini, Google project Sunroof masih hanya tersedia di Boston, Silicon Valley, dan daerah Fresno. Google berharap melalui kegiatan ini, pengguna dapat mengetahui potensi energi surya yang dapat mereka gunakan, kemungkinan efisiensi pembiayaan penggunaan listrik konvensional dan mendapatkan desain pemasangan sistem solar panel langsung dari komputer.

Penggunaan yang ditawarkan cukup mudah. Pengguna hanya diminta untuk memasukkan alamat mereka dalam peta yang sudah disediakan. Lalu Google akan melakukan analisa sistem dari data citra gambar yang muncul dan memberikan alternatif solusi sistem.

Google Project Sunroof dapat melakukan perhitungan energi yang didapat oleh bangunan rumah terpilih selama setahun. Pengguna juga dapat melihat bayangan yang mungkin timbul dari objek sekitar, posisi sudut matahari, pergerakan awan hingga tingkat kelembapan suhu dan arah angin.

Kesemua data diatas merupakan bagian dari perhitungan sistem solar panel, agar dapat digunakan secara maksimal oleh pengguna pada bangunan pribadi mereka.

Bila kita melihat lagi, Google dengan Google Project Sunroof, Elon Musk dengan Solar City atau Facebook dengan Aquila (UAV berteknologi PV), dapat kita simpulkan bahwa solar sistem telah menjadi pilihan solusi bagi permasalahan pemenuhan energi di dunia.

Google project Sunroof; Solusi Energi

Matahari sebagai salah satu sumber energi terbarukan, dapat digunakan sepanjang tahun selama matahari bersinar. Hal ini jelas menunjukkan mengapa kita harus dapat memaksimalkan penggunaan energi ini untuk keberlanjutan kehidupan yang lebih berkualitas. Google Project Sunroof telah mendorong pemilik rumah untuk berinvestasi dengan energi yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja.

Google project Sunroof

 

Energi matahari yang terpantul pada atap rumah dapat dimanfaatkan hingga 100% pemakaian. Maksudnya pengguna dapat mendesain penggunaan energi dari matahari hingga 100% dari total kebutuhan harian mereka, sesuai dengan luasan bangunan yang mereka miliki.

Pada dasarnya, penggunaan energi matahari dapat melebihi 100%. Namun karena tidak semua lokasi di dunia telah mengatur penjualan produksi listrik dari energi matahari, maka untuk sementara pemenuhan kebutuhan rumah pribadi adalah yang disarankan. Seperti Indonesia, dimana kebijakan PPA belum dijalankan dengan baik.

Setelah mendapatkan sistem surya yang ideal, Google Project Sunroof akan memberikan rekomendasi produk dan jasa pemasangan lokal yang ada. Dalam konteks ini, ekonomi lokal pun akan dapat berkembang dengan sendirinya.

Jadi, Kapan Google project sunroof masuk Indonesia?

Apa komentar anda?

2 × five =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia