Dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional melalui penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), sebesar 23% pada tahun 2025, dimana sebesar 6,4 GW berasal dari pembangkit listrik tenaga surya. Telah dilaksanakan Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia.

Deklarasi tersebut dilangsungkan di tengah jamuan makan malam IndoEBTKE ConEx 2017 in conjunction with Bali Clean Energy Forum 2017 di Jakarta, Rabu malam (13/9).

Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia

Sebagaimana dikutip dari isi deklarasi tersebut, gerakan nasional ini bertujuan untuk:

  1. Mendorong dan mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik atap di perumahan, fasilitas umum, perkantoran pemerintah, bangunan komersial dan kompleks industri, hingga mencapai order gigawat sebelum 2020.
  2. Mendorong tumbuhnya industri nasional sistem fotovoltaik yang berdaya saing dan menciptakan kesempatan kerja hijau (green jobs);
  3. Mendorong penyediaan listrik yang handal, berkelanjutan dan kompetitif;
  4. Mendorong dan memobilisasi partisipasi masyarakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan ancaman perubahan iklim, dan ikut mendukung terlaksananya komitmen Indonesia atas Paris Agreement dan upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Adapun lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah yang mendukung Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia adalah:

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address
  1.  Direktur Eksekutif, Institut for Essential Services Reform: Fabby Tumiwa, (ditandatangani).
  2. Ketua Umum, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia: RM. Sudjono Respati, (ditandatangani).
  3. Ketua Pengawas Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia: Prof. Dr. Hamzah Hilal, (ditandatangani).
  4. Ketua Komisi Tetap Energi Surya, Kamar Dagang dan Industri Indonesia: Abdul Kholik, (ditandatangani).
  5. Ketua Umum, Asosiasi Kontraktor dan Jasa Energi Terbarukan (AKJETI): Roswilman Rusli.
  6. Rektor, Universitas Darma Persada: Dr. H. Dadang Solihin, SE, MA.
  7. Dirjen EBTKE, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral: Ir. Rida Mulyana, M.Sc., (ditandatangani).
  8. Dirjen ILMATE, Kementrian Perindustrian: Ir. I.G. Putu Suryawirawan, (ditandatangani).
  9. Kepala B2TKE, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi: Dr. Ir. Andhika Prastawa
  10. Ketua Umum, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia: Dr. Surya Darma, (ditandatangani).
  11. Wakil Ketua Umum, Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Indonesi: Didi Apriadi, (ditandatangani).
  12. Sekretaris Jendral, Asosiasi Energi Surya Indonesia: Arya Rezavidi, MEE, PhD., (ditandatangani).
  13. Ketua Umum, Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia: Ir. Nick Nurachman, (ditandatangani).
  14. Ketua Umum, Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap: Ir. Y. Bambang Sumaryo, (ditandatangani).

Hingga saat ini, pemanfataan Pembangkit Listrik Tenaga Surya secara nasional 2017 baru mencapai 80 MWp. Kendala terbesar tercapainya target bauran energi nasional ini adalah minimnya investasi IPP akibat masalah kurang menariknya investasi karena beberapa persoalan keekonomian seperti persoalan dukungan finansial termasuk bunga bank yang terlalu tinggi, tantangan dalam akuisisi lahan, maupun kendala teknis seperti terbatasnya ketersediaan jaringan interkoneksi dan lain-lain.

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia menudukung target 6,4 GW pembangkit listrik tenaga surya pada 2025.

Oleh karena itu perlukan sebuah gerakan secara nasional untuk mengajak masyarakat terlibat secara aktif berpartisipasi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya melalui berbagai skema pendanaan yang menarik dan insentif untuk makin membuka pasar tanpa perlu tergantung pada anggaran pemerintah.

Adapun Dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia ini, semua komponen pihak yang terlibat berkomitmen untuk:

  1. Berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun pasar fotovoltaik nasional yang luas dan kompetitif;
  2. Berkoordinasi, berkolaborasi dan bersinergi dalam mengidentifikasi dan mengimplementasikan strategi-strategi yang efektif untuk menyingkirkan hambatan-hambatan kebijakan dan regulasi, teknis, dan pendanaan yang menghalangi pegembangan fotovoltaik atap;
  3. Bersama-sama melakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat, pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan lainnyal
  4. Berkontribusi secara aktif sesuai dengan bidang keahlian dan kapasitas yang dimiliki;
  5. Berusaha mengoptimalkan pengintegrasian fotovoltaik atap dalam program dan proyek penyediaan listrik, pembangunan perumahan rakyat, serta pembangunan fasilitas dan infrastruktur publik yang diinisiasi dan didukung oleh pemerintah dan pemerintah daerah.
https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/09/janaloka-EBTKE-connext-2017-940x627.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/09/janaloka-EBTKE-connext-2017-300x200.jpgJanalokaInitiativesRooftop PVcara kerja PLTS,DC coupling,development,energi surya,feed in tarif,Financing,grid tie,Indonesia,Listrik desa,net metering,on grid,Panel surya,Pemerintah,produk,renewable energy,rooftop,sel surya,solar system,technology,teknologiDalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional melalui penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), sebesar 23% pada tahun 2025, dimana sebesar 6,4 GW berasal dari pembangkit listrik tenaga surya. Telah dilaksanakan Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia. Deklarasi tersebut dilangsungkan di tengah jamuan makan malam IndoEBTKE...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: