Invention

Generasi Sel Surya Yang Telah Dimanfaatkan Hingga Sekarang

Teknik pemanfaatan energi surya dengan teknologi fotovoltaik pertama muncul pada tahun 1839, ditemukan oleh Alexander Edmond Becquerel. Ia menangkap peristiwa dimana secara kebetulan berkas sinar matahari mengenai larutan elektro kimia yang mengakibatkan peningkatan muatan elektron, namun sampai akhir abad ke 19, metode ini belum banyak dikembangkan.

Upaya pengembangan kembali cara memanfaatkan energi surya baru muncul lagi pada awal abad ke 20, oleh Albert Einstein melalui penelitian yang ia sebut Efek Fotovoltaik. Ia melakukan pengamatan pada sebuah lempeng metal yang melepaskan foton partikel energi cahaya ketika energi matahari mengenainya. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan konsep baru yang kemudian dimanfaatkan oleh Bell Telephone Research Laboratories untuk membuat sel surya padat pertama.

Generasi Sel Surya Yang Telah Dimanfaatkan Hingga Sekarang

Generasi Sel Surya

Sekarang, sel surya telah mengalami perkembangan yang pesat. Telah ada 4 generasi sel surya yang umum di temukan di pasaran sekarang.

Sel surya generasi pertama

Disusun dari wafer silikon dengan kinerja sekitar 15-20%. Jenis sel surya ini mendominasi pasar dan banyak digunakan untuk pembangkit listrik surya di dunia. Manfaat teknologi sel surya ini terletak pada kinerja yang baik, serta stabilitasnya yang tinggi. Namun, mereka kaku dan membutuhkan banyak energi dalam produksi.

Sel surya generasi kedua

Didasarkan pada silikon amorf, CIGS dan CdTe, di mana panel surya tersebut memiliki kinerja sekitar 10 – 15%. Karena sel surya generasi kedua menghindari penggunaan wafer silikon dan memiliki konsumsi bahan yang lebih rendah, maka biaya produksi sel surya jenis ini lebih rendah dibandingkan dengan generasi pertama. Sel surya generasi kedua juga dapat diproduksi secara fleksibel hingga beberapa derajat. Namun, produksi sel surya generasi kedua juga masih mengkonsumsi energi cukup besar.

Sel surya generasi ketiga

Menggunakan bahan organik seperti molekul kecil atau polimer, juga mencakup sel surya multi-junction berperforma tinggi yang mahal. Kelas lain dalam generasi ini adalah sel surya film tipis dari perovskit, yang menunjukkan potensi besar dengan efisiensi catatan di atas 20% pada dimensi sel yang sangat kecil. Sel surya polimer atau sel surya plastik, di sisi lain, menawarkan beberapa keuntungan seperti produksi skala besar yang sederhana, cepat dan murah serta penggunaan bahan yang tersedia dan berpotensi murah.

Dan sel surya generasi keempat

Teknologi yang menggabungkan polimer tipis berbiaya murah dan fleksibilitas dengan struktur nano anorganik yang diperkenalkan dengan tujuan meningkatkan sifat optoelektronik dari panel surya. Desain ini dimaksudkan untuk menjaga sifat murah dari struktur panel surya, namun tetap memanfaatkan komponen anorganik untuk meningkatkan produksi energi panel surya.

Sel surya generasi berikutnya

Hingga saat ini, sel surya banya disusun dari materi anorganik, seperti silikon. Namun dengan pemanfatan bersama materi organik, maka diharapkan dapat meningkatkan produksi listrik secara lebih baik. Peneliti berharap sel hybrid ini dapat melampui jauh efisiensi sel surya yang ada sekarang ini, namun dengan biaya produksi yang jauh lebih murah dan efisien energi.

Apa komentar anda?

fourteen + 6 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Secure and Spam free...