Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) memanfaatkan panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya. Panel surya berfungsi menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Namun, faktor efisiensi pada panel surya yang menentukan besaran produksi listrik yang dapat dihasilkan.

Panel surya dan sel penyusunnya

Panel surya terdiri dari sel-sel surya (Photovoltaic Cells) yang disusun seri dan paralel. Sel Surya bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi listrik. Sel surya ini terbuat dari bahan khusus semikonduktor yang disebut dengan silikon atau bahan alternatif lainnya.

Baca jugaPerbedaan Jenis Panel Surya Berdasarkan Material Penyusun

Bahan material yang digunakan dalam panel surya tersebut dapat menghasilkan listrik saat disinari cahaya matahari. Kondisi ini disebut efek fotovoltaik. Panel surya menggunakan efek ini untuk mengubah energi dari sinar matahari menjadi energi listrik arus searah (DC).

Arus ini dapat dimanfaatkan langsung oleh pengguna, misal penggunaan lampu LED DC. Atau diubah menjadi arus searah (AC), dengan bantuan inverter, untuk menyalakan rangkaian listrik rumah Anda. Setiap energi berlebih yang dihasilkan dapat dikirim langsung ke PLN dengan konsep net metering atau disimpan ke dalam baterai untuk digunakan kemudian.

Baca jugaYang Harus Anda Ketahui Sebelum Menggunakan Energi Surya

Panel surya bekerja paling baik saat menghadap ke utara (jika berada dibawah garis khatulistiwa) atau ke selatan (jika berada di atas garis khatulistiwa), menunjuk langsung ke arah matahari, pada sudut yang optimal atau 5°- 15° dan tidak terhalang oleh pohon atau naungan. Efektivitas panel surya juga bergantung pada tempat tinggal dan cuaca.

efisiensi pada panel surya

Efisiensi pada panel surya

Efisiensi pada panel surya merupakan ukuran keluaran daya listrik panel surya (dalam watt) dibandingkan dengan luas permukaannya. Umumnya, semakin tinggi efisiensi sebuah panel surya, semakin banyak daya yang bisa Anda dapatkan dari panel surya tersebut.

Mengetahui efisiensi panel menjadi penting karena dapat membantu anda dalam memilih panel surya yang tepat untuk sistem panel surya Anda. Untuk areal pemasangan yang memiliki lahan sempit, diperlukan efisiensi pada panel surya yang lebih tinggi, sehingga dapat memaksimalkan produksi daya yang dihasilkan.

Berikut beberapa langkah mudah dalam menghitung efisiensi pada panel surya yang akan anda gunakan. Sehingga dapat membantu anda menentukan jenis panel surya yang ingin anda gunakan:

Langkah #1  Temukan Pmax

Untuk mengetahui efisiensi panel surya yang akan anda gunakan, terlebih dahulu anda harus mengetahui berapa Pmax (daya keluaran maksimal) yang terdapat pada produk yang akan anda gunakan. Untuk menemukan spesifikasi ini, cukup lihat di brosur atau stiker spesifikasi teknis yang ditempel pada bagian belakang panel surya.

Rumus Pmax = Vmp x Imp

Jika anda kesulitan menemukan Pmax, nilai ini juga bisa didapat dari perkalian Tegangan Operasi Optimal (Vmp) dengan Arus Operasi Optimal (Imp). Sebagai contoh, sebuah panel surya dengan daya 200, memiliki Pmax 200,51 watt, yang didapat dari Vmp sebesar 38,12 V dan Imp sebesar 5,26 A. Keterangan Vmp dan Imp ini, pasti akan selalu ada di brosur ataupun stiker produk panel surya.

 Langkah #2 Temukan besaran dimensi panel surya

Setiap panel surya memiliki dimensi yang berbeda, sesuai dengan desain masing-masing pabrikan. Perbedaan ini dapat memiliki selisih mulai dari mm hingga cm. Anda dapat menemukan dimensi ini pada brosur atau stiker yang terpasang di belakang panel surya.

Semakin besar efisiensi pada panel surya, maka semakin tinggi produksi energi listrik yang dihasilkan. Semakin besar efisiensi sebuah panel surya, maka semakin efektif penggunaan ruang anda untuk pemasangan panel surya.


Penentuan dimensi dapat dihitung berdasarkan spesifikasi produk yang terdapat pada panel surya. Sebagai contoh, sebuah produk panel surya 200 Wp dapat memiliki dimensi dengan ukuran kurang lebih, 1,250 meter panjang dan 0,975 meter lebar. Sehingga secara keseluruhan, panel surya 200 Wp tipe ini memiliki luas 1,218 meter².

Rumus dimensi : Panjang x Lebar (dalam meter)

Perhatikan! Setiap panel surya memiliki dimensi yang berbeda sesuai dengan standar desain dari masing-masing pabrikan. Tidak ada panel surya yang memiliki dimensi secara benar-benar sama. Sehingga sangat penting bagi pengguna untuk mengetahui masing-masing karakter panel surya yang digunakan, secara mendetail.

 Langkah #3 Lakukan perhitungan efisiensi

Setelah anda menemukan Pmax (dalam watt) dan dimensi (dalam meter), maka satu koefisien yang harus anda ketahui adalah incident radiation flux dalam standard test conditions (STC).

Incident radiation flux adalah jumlah sinar matahari yang diterima permukaan bumi dengan satuan W/m². Sedangkan STC adalah kondisi pengujian kinerja panel surya utama yang digunakan oleh kebanyakan produsen dan badan pengujian.

STC merupakan standar industri untuk menunjukkan kinerja panel surya dengan ketentuan suhu sel 25 ° C dan radiasi 1000 W / m² dengan spektrum massa 1,5 (AM1.5) . Hal ini sesuai dengan radiasi dan spektrum kejadian sinar matahari pada hari yang cerah pada kemiringan permukaan 37° yang menghadap matahari dengan sudut 41,81° di atas cakrawala.

Kondisi ini kurang lebih mewakili matahari pada siang hari di dekat equinoxes, biasanya terjadi pada musim semi dan musim gugur di daratan Amerika Serikat, dengan permukaan sel yang mengarah langsung ke matahari. Namun, kondisi ini jarang ditemui di dunia nyata. Pengukuran kinerja berbasis STC, umum diterapkan dalam tes flash oleh seluruh produsen-produsen profesional industri panel surya.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Setelah anda mengetahui incident radiation flux sebesar 1000 W / m², maka masukkan semua komponen perhitungan ke dalam rumus:

efisiensi pada panel surya

Dimana Pmax adalah daya keluaran maksimal, pada contoh sebesar 200,51 watt. Dan Ac atau dimensi panel surya, pada contoh sebesar 1,218 m². Maka didapat efisiensi sebesar:

efisiensi pada panel surya

Jadi contoh panel surya 200 wp yang ada tersebut memiliki efisiensi 16,46%, yang berarti jika dibandingkan dengan produk setipe dan sejenis di pasaran yang hanya memiliki efisiensi <16%, dapat dikatakan contoh panel surya diatas adalah baik.


Seberapa penting Efisiensi pada panel surya?

Contoh panel surya diatas, mungkin, bukan contoh yang ideal. Hal ini dikarenakan masih banyak merek, tipe dan jenis panel surya yang memiliki efisiensi lebih tinggi. Bahkan Panasonic mengklaim panel surya mereka, memiliki efisiensi paling tinggi untuk tipe panel surya produksi masal, sebesar 22,5%.

Baca jugaEfisiensi Panel Surya Tertinggi dari Panasonic

Yang patut dipahami bersama adalah efisiensi pada panel surya merupakan salah satu komponen yang perlu diperhitungkan saat melakukan pemasangan sistem energi surya. Namun bukan penentu utama. Anda mungkin ingin memulai pemasangan dengan biaya yang rendah. Maka panel dengan efisiensi tinggi tidak menjadi pilihan.

Karena, jika Anda memiliki area atap dan bangunan yang cukup luas, Anda mungkin merasa lebih ekonomis untuk membeli panel yang lebih murah dengan efisiensi lebih rendah dan menggunakan lebih banyak unit. Sehingga dapat tetap menghasilkan produksi daya sesuai target pemasangan anda!

Namun, jika anda merasa area pemasangan panel surya anda, tidak cukup luas. Maka, panel surya dengan efisiensi yang lebih tinggi dapat menjadi pilihan. Sehingga anda dapat memaksimalkan produksi daya, agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan!

Berapa rata-rata efisiensi pada panel surya di Indonesia?

Di Indonesia, lebih dari ±90%* pembangkit listrik terpasang adalah milik pemerintah (baik pusat atau daerah) atau hasil tender pemerintah (baik pusat atau daerah) yang kemudian dikelola swasta atau masyarakat. Sisanya adalah kepemilikan murni oleh swasta, lembaga riset dan pendidikan non-pemerintah, dan masyarakat umum.

Maka, merujuk pada Peraturan Menteri ESDM dan persyaratan pengadaan barang yang lazim dilakukan oleh pemerintah. Efisiensi yang sering digunakan adalah Panel surya 200 Wp memiliki efisiensi minimal 16% dan panel surya 20 Wp memiliki efisiensi minimal 12%.


Lalu berapa efisiensi yang patut kita gunakan? Sesuaikan kembali dengan kebutuhan dan target pemasangan sistem panel surya Anda. Jika ingin mendapatkan hasil maksimal dari ruang yang terbatas, panel dengan efisiensi tinggi menjadi pilihan. Namun jika ada cukup ruang untuk total kapasitas kebutuhan anda, panel dengan efisiensi rendah dapat digunakan.

Untuk penggunaan secara individual pada rumah, panel surya dengan efisiensi tinggi masih jarang digunakan. Karena biaya investasi yang relatif besar, dan masih cukup ruang untuk meletakkan panel surya sesuai kebutuhan rumah tangga.

Panel surya dengan efisiensi tinggi, biasanya digunakan untuk skala utilitas dan bisnis, seperti IPP (independent power producer). Karena jenis pembangkit ini, mendapatkan profit dari besaran produksi panel surya mereka. Dengan memanfaatkan efisiensi panel secara maksimal, maka produksi listrik meningkat dan penjualan akan semakin besar.

Namun, pilihan kembali kepada anda sebagai pengguna. Dan jangan sungan untuk bertanya kepada ahlinya atau memanfaatkan layanan konsultasi online janaloka.com untuk membantu anda memilih panel surya yang tepat.

Efisiensi Panel Surya itu penting, tapi …

Efisiensi Panel Surya itu penting, tapi masih ada faktor lain yang perlu diperhatikan. Karena pengaruhnya hanya pada kenyataan bahwa: panel surya yang memiliki efisiensi rendah akan mengambil ruang penempatan yang sedikit lebih besar daripada panel surya dengan efisiensi tinggi, dengan perbedaan biaya yang cukup signifikan.

Ketika memilih panel surya, namun ada beberapa faktor lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan, baca artikel berikut untuk mempelajari lebih lanjut panel surya mana yang terbaik untuk Anda:

  1. Panel Surya dan Suhu Operasional Ideal
  2. Mono / Poly / Thin / CIgS – Mana yang lebih baik?
  3. Memilih merek terbaik untuk produk Panel Surya?

*Dirangkum dari ebtke.esdm.go.id, Perpres No. 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional, STATISTIK EBTKE 2016


 

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/07/efisiensi-pada-panel-surya.jpeghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/07/efisiensi-pada-panel-surya-300x172.jpegGalih RadityaDesignSolaraplikasi,business,cara kerja PLTS,design,development,efisiensi panel surya,energi surya,ESDM,feed in tarif,IDN,Indonesia,inovation,janaloka.com,Listrik desa,OFF GRID,panasonic,Panel surya,panel surya murah,Pemerintah,peraturan pemerintah tentang energi surya,PLTS,produk,renewable energy,sel surya,Solar,solar city,solar system,technology,TenderPembangkit listrik tenaga surya (PLTS) memanfaatkan panel surya fotovoltaik sebagai sumber pembangkit listriknya. Panel surya berfungsi menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Namun, faktor efisiensi pada panel surya yang menentukan besaran produksi listrik yang dapat dihasilkan. Panel surya dan sel penyusunnya Panel surya terdiri dari sel-sel surya (Photovoltaic Cells)...The #1 Solar Energy Crowd