BUMD Di Provinsi Jambi Kembangkan PLTS Off Grid 7,35 MWp
Initiatives

BUMD Di Provinsi Jambi Kembangkan PLTS Off Grid 7,35 MWp

Langkah nyata kerjasama proyek kelistrikan antara PT. Surya Utama Nuansa ( PT. SUN ) dengan PT. Bungo Dani Mandiri Utama (PT. BDMU), sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dalam mengembangkan PLTS Off Grid 7,35 MWp ditunjukkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. SUN dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Bertempat di Sinar Mas Land Tower 2, Selasa (26/02/2019), penandatanganan dilakukan oleh Bapak Ryan Putera Pratama Manafe selaku CEO PT.SUN bersama dengan Mr. Philipp Schukat selaku Lead Advisor Climate, GIZ.

Hadir juga dalam acara ini, Bapak H. Ridwan Is selaku Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo dan Bapak Albert Hendra Lukman, Anggota DPRD Sumatera Barat.

Langkah positif Pemerintah dan Swasta

Kerjasama ini merupakan langkah positif pemerintah dan swasta, dalam mendorong pemanfaatan energi surya dalam memenuhi target rasio elektrifikasi 100%.

Dalam kesepahaman yang dibangun, PT. SUN sebagai pihak yang menjalankan keseluruhan pengembangan dan implementasi proyek, sementara GIZ sebagai pihak yang akan memfasilitasi penyediaan tenaga ahli, dalam pengembangan dan implementasi proyek untuk membantu proses perizinan, peninjauan proyek, hingga membantu pendanan proyek.

Sehingga hasil kerjasama ini, dapat mendukung PT BDMU sebagai penyedia listrik di wilayah 19 Desa, yang terletak di Kabupaten Bungo dan akan dialiri listrik tersebut.

“Kami sudah mendapatkan persetujuan dari Gubernur, izin lokasi juga sudah punya, dan sekarang kami sedang memproses UKL/UPL dan sebentar lagi akan melakukan wilayah izin usaha, disini lah syaratnya yaitu studi, dan proses ini kami optimis.” Terang Bapak Firdaus, selaku Direktur Utama PT.BDMU.

Proyek Inovatif BUMD dalam bidang energi terbarukan

Proyek ini akan mentargetkan lebih dari 5.000 rumah dan 8.127 kepala keluarga, untuk memenuhi kebutuhan harian listrik rumah tangga, seperti penerangan, peralatan rumah tangga lainnya, dan peralatan usaha kecil.

“Sekarang ini, pengalokasian listrik masyarakat cukup besar, yaitu sebesar Rp 8.000-10.000 per liter, dan untuk mendapatkannya (mereka, red) harus pergi ke kota untuk membeli BBM”. Jelas Bapak Verry selaku kepala proyek Off-grid PT. SUN.

Ia juga menambahkan “Masyarakat disana sangat unik, penghasilan mereka yaitu sebagai nelayan, mempunyai kebun karet dan sawit, dan beberapa dari mereka masih berprofesi sebagai petani. Jadi kurang lebih pendapatan mereka sebulan sekitar Rp. 1.000.000 – 3.000.000 perbulan.”

Sehingga dengan ide out of the box dari BUMD, yang mencoba menyediakan listrik dengan menjawab tantangan lokasi, sumber energi, serta kemampuan masyarakat, maka proyek ini merupakan salah satu bentuk inovasi dalam membantu masyarakat dalam mengakses energi listrik secara lebih baik.

Apa komentar anda?

3 × three =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia