Application

Pertanian Terintegrasi Solar Panel

Pertanian terintegrasi solar panel adalah salah satu solusi aplikasi pemanfaatan tenaga surya dengan menggunakan solar panel. Konsepnya cukup mudah, yaitu menggabungkan konsep pertanian konvensional dengan penyediaan energi dalam satu lahan yang sama.

Aplikasi ini sudah banyak dilakukan, baik di Asia, Eropa ataupun Amerika. Salah satu contoh sukes adalah pertanian terintegrasi solar panel di Jepang. Pada 2013, Kementerian Pertanian Jepang menyetujui kebijakan penggunaan lahan pertanian bersamaan dengan instalasi solar panel.

Pertanian Terintegrasi Solar Panel

Pada aplikasi pertanian terintegrasi solar panel, Solar panel akan diletakkan pada kebun tanaman petani. Jenis tanaman yang dapat ditanam pun dapat beragam, mulai dari palawija hingga jagung dan padi. Solar panel akan diletakkan pada lahan tersebut dengan model mounting free standing.

Aplikasi pertanian terintegrasi solar panel, di Indonesia, dapat menggunakan model pembangkit ON Grid (terkoneksi dengan jaringan) ataupun OFF Grid (tidak terkoneksi dengan jaringan. Model ON Grid dapat diaplikasikan pada lahan-lahan yang berada dekat dengan sambungan utilitas grid PLN, seperti daerah Jawa.

Sedangkan model OFF Grid akan cocok digunakan di daerah-daerah yang jauh dari sambungan grid, misalkan di beberapa daerah di sumatera dan kalimantan. Model ini, juga mampu menjadi sumber energi listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar lahan terpasang.

Cara aplikasi pertanian terintegrasi solar panel

Aplikasi pertanian terintegrasi solar panel akan bergantung dengan luasan lahan yang akan dipasang dan tanaman yang akan ditanam. Tidak ada standar batas minimum atau maksimum untuk kapasitas yang dapat dipasang. Semakin luas lahan yang dapat dipasang, semakin tinggi produksi daya dan semkain besar potensi penggunaan energi.

Jenis tanaman akan mempengaruhi penyangga modul surya, terutama tinggi tanaman dan jenis lahan yang digunakan. Kebanyakan, panel surya dapat dipasang pada ketinggian ideal 2 – 2,5 meter diatas tanah dengan jarak terjauh antar panel adalah 1 meter, pada aplikasi pertanian terintegrasi solar panel. Hal ini bertujuan agar tanaman tetap mendapatkan sinar matahari, namun tidak mengganggu panel surya.

Dengan produksi energi listrik dari solar panel, petani bisa memanfaatkan energi tersebut untuk pengairan, otomatisasi pemumupukan, hingga penggunaan untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, sebuah lahan dapat dimaksimalkan pemanfaatannya.

Apa komentar anda?

18 − five =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia