Storage

Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya

Energi terbarukan dan baterai adalah sebuah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Sumber energi terbarukan membutuhkan baterai untuk menyimpan energi yang dihasilkan sehingga dapat digunakan terus menerus, bukan hanya ketika matahari bersinar atau angin bertiup. Di sisi lain, baterai harus selalu diisi ulang agar dapat selalu siap setiap saat akan digunakan.

Tapi bagaimana jika baterai bisa menyimpan energi, sekaligus menghasilkan energi yang dibutuhkan tersebut secara otomatis, dengan melakukan catu daya ulang mandiri? Hal inilah yang sedang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Kogakuin di Jepang. Mereka telah menciptakan sebuah baterai lithium-ion tipis yang dapat mengisi dirinya sendiri saat terkena sinar matahari langsung.

Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya

Alih-alih menempatkan panel surya dan baterai secara terpisah, tim peneliti menggabungkan sel fotovoltaik dan baterai dalam sebuah komponen yang sama. Baterai sengaja dibuat tembus pandang, sehingga sel surya yang diintegrasikan di dalam baterai dapat memproduksi daya secara mandiri.

Para peneliti berharap, dengan penemuan ini, mereka dapat mengembangkan teknologi Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya ini menjadi komponen yang lebih fungsional, seperti jendela. Sehingga jendela tersebut akan mampu menghasilkan dan menyimpan energi untuk bangunan secara mandiri.

Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya
Sumber : treehugger[.]com
Tim ini sebelumnya telah meluncurkan baterai lithium-ion tembus pandang, empat tahun sebelumnya, dengan penggunaan panel surya sebagai sumber daya. Untuk membuat Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya, tim menggunakan beberapa material pilihan, seperti besi fosfat lithium untuk elektroda positif dan titanat lithium + hexafluorophosphate lithium untuk elektrode negatif.

Cara Kerja Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya

Ketika baterai terkena sinar matahari, baterai akan menjadi transparan hingga sekitar 30 persen untuk dapat menangkap sinar radiasi matahari. Baterai akan tetap transaparan, karena ketebalannya sangat tipis – hanya 80 sampai 90 nanometer, hingga terisi penuh. Setelah penuh, transparansi akan meningkat hingga 60 persen.

Baterai memiliki output 3.6 V dan tim peneliti telah berhasil menyelesaikan 20 siklus penggunaan baterai dalam pengujian.

Masa Depan Teknologi Baterai

Selanjutnya, teknologi Baterai Lithium dengan Catu Daya Mandiri dari Surya dapat menggantikan layar pada telepon, tablet dan peralatan lainnya, sehingga dapat digunakan secara terus menerus tanpa khawatir kehabisan daya.

Inovasi teknologi ini juga telah dilakukan oleh tim peneliti dari Ohio State University, yang mengembangkan panel surya yang dapat menghasilkan listrik dan menyimpannya secara bersamaan, dengan konsep dye-sensitized mesh solar panel.

Apa komentar anda?

nineteen + 12 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia