Bapak Inovasi Sel Surya Indonesia
Invention

Bapak Inovasi Sel Surya Indonesia

Siapa menyangka, ternyata ilmuwan Indonesia ada yang telah berhasil menarik perhatian dunia dengan penemuan material sel surya yang meningkatkan efisiensi sel surya 15-20% dari potensi awal. Adalah Pak Wenas yang menawarkan tekstur sel surya bergerigi untuk pengembangan sel surya.

Bapak Inovasi Sel Surya Indonesia

Mungkin tidak ada salahnya menyematkan penghargaan sebagai bapak inovasi sel surya di Indonesia kepada Bapak Wilson Walery Wenas. Lahir tanggal 21 September 1964 dari pasangan Bernhard Gerungan Wenas dan Jeannette Wuysang, ia adalah salah satu ilmuwan terbaik di bidang ilmu fisika ITB.

Sejak menyelesaikan studi doktor di Jepang pada tahun 1994, Wilson tercatat tiga kali menjadi peneliti muda terbaik Indonesia dalam bidang teknik dan rekayasa, yaitu tahun 1996, 1997, dan 1998. Pada tahun 1998 mendapat penghargaan Dosen Teladan I ITB. Kemudian menerima penghargaan Habibie Award bidang rekayasa pada 2004 dan Herman Yohannes Award, juga pada, 2004.

Selain itu, ia pernah diundang menjadi ilmuwan tamu di Aritsu Companny, Jepang (1999), dosen tamu di Utrech University, Belanda (2000), dan menjadi pembicara pada seminar fotovoltaik internasional, termasuk menghasilkan lebih dari 125 tulisan ilmiah yang sudah termuat di berbagai jurnal akademi tingkat dunia.

Untuk disertasi doktornya, 1994, Pak Wenas mengembangkan sel surya jenis a-Si (amorf silikon) dan menghasilkan rekor efisiensi tertinggi di dunia pada saat itu, sebesar 12,9 %. Disertasinya berjudul Study on Textured ZnO Thin Film and Its Application to Sollar Cells di Department of Electrical and Electronic Engineering, Tokyo Institute of Technology.

Hasil penelitian ini dianggap terbaik sehingga mendapat penghargaan dari Tokyo Engineering Institute of Technology dan dimuat di Nihon Kogyo Shimbun edisi 12 April 1991. Sekarang material ini telah digunakan secara luas di industri sel surya di Jepang, yaitu Fuji Elektrik dan Showa Sel. Penemuan itu kemudian dipatenkan atas namanya, Wilson Walery Wenas, sebagimana dikutip dari kompas.

Bapak Inovasi Sel Surya Indonesia

Pengembangan dan inovasi sel surya sekarang ini

Banyak universitas dan lembaga riset yang mengikuti jejak Pak Wenas dengan mengembangkan material sel surya atau pemanfaatan aplikasi dari sel surya itu sendiri. Nama-nama besar seperti ITB, BPPT, UNDIP, UI, ITS atau P3FT-LIPI, adalah sederet lembaga riset dengan banyak ilmuwan ahli didalamnya.

Sangat besar kemungkinan, mimpi Pak Wenas dan ilmuwan Indonesia lainnya untuk mengembangkan dan memanfaatkan produksi lokal sel surya dan aplikasinya di Indonesia tercapai. Siapa yang dapat memungkiri bahwa listrik adalah kebutuhan pokok dengan konsumen terbesar ada di Indonesia. Jadi, siap kita #goingsolar ?

Apa komentar anda?

fifteen − 10 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia