Event

Astana Expo: Panggung Tenaga Surya Dunia

Tenaga surya akan hadir di panggung utama pada perhelatan Astana Expo 2017 di Astana, Republic Kazakhstan, Juni ini. Hal ini dikarenakan tenaga surya telah menjadi pilihan sumber energi yang cukup mainstream dan diprediksi akan menjadi sumber energi listrik utama pada tahun 2050, mensuplai lebih dari separuh kebutuhan listrik global.

Astana EXPO

Riset pasar pada tahun 2016, menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga surya secara global mencapai 305 GW, dari sebelumnya hanya 3 GW di tahun 2007. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa; tidak ada sumber energi yang mengalami kenaikan penggunaan sebanyak ini.

Instalasi panel tenaga surya meningkat dari tahun ke tahun, dari Australia hingga Swedia, tenaga surya merupakan pilihan pembangkit listrik energi alternatif yang paling diminati.

Peningkatan kebutuhan tenaga surya tersebut merupakan sebuah kabar gembira untuk planet kita, karena telah memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan dan membantu mengatasi masalah perubahan iklim.

Pada 2016  kebutuhan tenaga surya secara global mencapai 305 GW, dari sebelumnya hanya 3 GW di tahun 2007.

Seperti yang telah disepakati di dalam Paris Agreement, kita harus mengurangi emisi CO² secara drastis untuk mempertahankan suhu agar tidak naik 1.5 derajat celcius. Kini, tenaga surya adalah solusi yang paling dekat dengan kita untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Bersih, terjangkau, dan bisa didapatkan sekarang juga. Faktanya adalah tenaga surya telah mengurangi emisi CO² global sebanyak 200-300 juta ton tiap tahunnya, jumlah yang sama dengan total emisi gas rumah kaca di Prancis. Teknologi tenaga surya merupakan salah satu solusi pemenuhan peningkatan konsumsi energi global sekaligus dekarbonisasi.

Teknologi tenaga surya juga cukup terjangkau. Sejak 2009, biaya pembuatan sistem tenaga surya telah turun sebanyak 75%, dan kedepannya harga akan terus diturunkan. Hingga kini, tenaga surya lebih murah dibandingkan dengan kapasitas bahan bakar fosil di lebih dari 30 negara.

Pemerintah di seluruh dunia kini mulai memperhitungkan teknologi efisiensi biaya ini dan menerapkan target yang ambisius dalam meningkatkan penggunaan tenaga surya. Sebagai contoh, India menargetkan kapasitas 100 GW pada 2022, dan China menargetkan 150 GW pada 2020. Republik Kazakhstan bahkan menargetkan dari seluruh energi listrik yang dihasilkan, 3% berasal dari sumber energi dapat diperbarui termasuk tenaga surya pada 2020, 10% pada 2030, dan 50% pada 2050.

Sejak 2009, biaya pembuatan sistem tenaga surya telah turun sebanyak 75%

Jangkauan kemungkinan-kemungkinan teknologi sistem tenaga surya yang luas akan ditampilkan dalam Astana Expo 2017. Tenaga surya digunakan untuk melistriki seluruh area expo (Panel solar terintegrasi bisa dilihat pada atap paviliun utama).

Para anggota SolarPower Europe akan hadir dalam konferensi, menyampaikan model pengaplikasian tenaga surya. Perusahaan top internasional manufaktur boiler dan  sistem energi industri serta pendingin, Viessman, akan mendemonstrasikan sistem penyimpanan berpendingin bertenaga surya. ABB (Kazakhstan), perusahaan daya dan teknologi otomasi kenamaan, akan menunjukkan pekerjaan ground-breaking mereka pesawat terbang bertenaga surya: Solar Impulse.

Mengenai Astana EXPO 2017

The International Specialized Exhibition Astana EXPO 2017 ‘Future Energy’ akan diselenggarakan pada 10 juni-10 September 2017 di Astana. Pameran akan berlangsung selama 93 hari dan akan menjadi salah satu venue budaya paling spektakuler sepanjang 2017. Hingga saat ini, 115 negara dan 18 organisasi internasional telah mengkonfirmasi partisipasi mereka.

Kunjungi Astana Expo disini!

Apa komentar anda?

20 − 1 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia