Aplikasi Solar Panel untuk Rumah Tangga
Application Energy

Aplikasi Solar Panel untuk Rumah Tangga

Sistem solar panel sudah menjadi salah satu alternatif penggunaan energi listrik di banyak negara-negara di Eropa dan Amerika. Mengapa tidak, sistem ini menggunakan energi terbarukan (matahari) yang akan selalu tersedia setiap harinya, dan cenderung tanpa polusi sampingan.

Lalu apa solusi aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat perkotaan? Karena konsumsi terbanyak biasanya berada di pusat-pusat kota.

Aplikasi Solar Panel Untuk Rumah Tangga

Solar panel untuk rumah tangga dapat menjadi solusi pengembangan pemenuhan kebutuhan masyarakat di kota. Karena aplikasi ini cukup mudah untuk digunakan dan teknologi yang digunakan sudah mampu terhubung dengan penggunaan kapasitas besar sekalipun.

Ada dua jenis aplikasi solar panel untuk rumah tangga yang bisa digunakan, yaitu:

  1. Sistem Grid Tie; adalah sistem solar panel untuk rumah tangga yang terhubung dengan utilitas jaringan PLN dan hanya digunakan sebagai dukungan daya bagi koneksi listrik terpasang.
  2. Sistem Grid Tie dengan penyimpanan; adalah sistem solar panel untuk rumah tangga yang juga terhubung dengan utilitas jaringan PLN, namun dapat digunakan juga sewaktu-waktu jika daya PLN mati atau ingin mengurangi ketergantungan listrik kepada PLN secara lebih besar.

Kedua aplikasi diatas harus terhubung dengan koneksi PLN, dan tidak mampu berdiri secara mandiri. Ada tipe sistem solar panel OFF Grid, yang mampu digunakan secara mandiri, tanpa terkoneksi dengan PLN, namun sistem ini kurang cocok digunakan di daerah kota. Hal tersebut karena biaya penggunaan per kWh akan cenderung jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan koneksi PLN dan membutuhkan ruang yang lebih besar jika dibandingkan sistem Grid Tie.

solar panel untuk rumah tangga

Bagaimana mengaplikasikan solar panel untuk rumah tangga?

Jika kita ingin mengaplikasikan solar panel untuk rumah tangga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Indonesia belum memiliki aturan FiT (Feed in Tariff), yaitu kebijakan yang mengatur jual beli listrik yang diproduksi rumah tangga, namun sudah mengatur untuk net metering, yaitu kebijakan yang mengkonversi jumlah produksi listrik rumah tangga untuk dapat digunakan kembali.
  2. Dengan net metering, rumah tangga dapat :
    • Memproduksi daya lebih besar dari kebutuhan konsumsi harian, sehingga kelebihan daya dapat dijadikan “tabungan” daya untuk dapat digunakan sewaktu-waktu.
    • Memproduksi daya sama dengan atau lebih kecil dari kebutuhan konsumsi harian, sehingga sistem solar panel untuk rumah tangga difungsikan untuk mengefesienkan penggunaan listrik PLN.
  3. Rata-rata biaya pembelian sistem rumah tangga hingga terpasang adalah Rp. 15.000,-/Wp sampai Rp. 40.000,-/Wp, tergantung dari:
    • Jenis dan spesifikasi produk yang dipilih.
    • Kualitas, garansi dan jaminan purna jual yang ditawarkan.
    • Lokasi pemasangan, karena masing-masing atap memiliki perbedaan jenis kekuatan dan solusi yang ditawarkan.

Apa komentar anda?

one + seven =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia