Categories
Application

Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Surya? Definisi dan Penjelasan

Apa itu pembangkit listrik tenaga surya? Cari tahu definisi dan penjelasan mengenai listrik surya dari artikel yang disediakan oleh janaloka.com berikut!

janaloka.comApa itu pembangkit listrik tenaga surya? Pembangkit listrik tenaga surya, atau disingkat PLTS, sering disebut dengan listrik surya, sistem panel surya, sistem fotovoltaik, dan solar panel system, telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Berikut definisi dan penjelasannya.

Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi listrik, dengan menggunakan teknologi sel surya (fotovoltaik) untuk mengkonversi cahaya radiasi matahari menjadi energi listrik.

Iklan

Iklan

Pesan!

Sel surya yang disusun dalam sebuah rangkaian ini lah yang disebut sebagai panel surya. Kapasitas panel surya yang diukur dalam watt peak, dihasilkan berdasarkan berapa banyak jumlah sel surya yang dirangkai menjadi sebuah panel surya.

Selanjutnya panel surya disusun dan dikoneksikan secara seri dan pararel untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga surya.

Apa saja komponen pembangkit listrik tenaga surya?

PLTS memiliki beberapa komponen inti yang digunakan agar dapat berfungsi sesuai kebutuhan, yaitu:

1. Panel Surya; Panel surya merupakan komponen utama yang harus ada dalam sebuah sistem PLTS. Seperti disebutkan sebelumnya, PLTS terdiri dari satu atau beberapa panel surya yang dirangkai secara seri dan pararel. Jenis panel surya yang banyak dijual di Indonesia merupakan jenis crystalline, baik tipe monocrystalline ataupun polycrystalline.

Iklan

Baca Juga: Perbedaan tipe panel surya monocrystalline ataupun polycrystalline

2. Controller dan Inverter; Komponen produk kedua yang harus ada dalam PLTS adalah Controller dan Inverter. Walaupun kedua produk ini memiliki fungsi berbeda, namun fungsi keduanya tidak dapat dipisahkan.

Controller berfungsi mengatur catu energi (charging) yang dilakukan panel surya dan pelepasan energi (discharging) ke beban. Selain itu, Controller melakukan fungsi proteksi terhadap sistem secara keseluruhan. Controller merupakan otak dari berjalan atau tidaknya sistem PLTS.

Sedangkan inverter berfungsi untuk memaksimalkan fungsi tengangan DC ke DC dan/atau merubah tegangan DC ke AC. Inverter dapat menjadi satu kesatuan di sebuah produk controller ataupun dapat menjadi produk terpisah.

3. Sistem Penyeimbang (atau Balance of System – BOS); Merupakan komponen pelengkap seperti kabel, konektor, proteksi MCB/MCCB, surge arester, pentanahan, penyangga panel surya dan kelengkapan lain yang dapat mendukung berfungsinya sistem PLTS secara optimal.

4. Baterai; Untuk beberapa kebutuhan, baterai dapat menjadi pilihan tambahan pada sistem PLTS. Misalkan untuk kebutuhan cadangan daya ketika listrik PLN padam ataupun untuk mendukung penggunaan 24 jam listrik di lokasi pedalaman dan terpencil.

Iklan

Baterai berfungsi sebagai tempat penyimpanan daya, sehingga dapat digunakan pada saat matahari tidak bersinar, seperti pada malam hari, ketika mendung atau hujan, dan ketika kondisi tertentu yang tidak memungkinkan mendapatkan sinar matahari.

Seluruh komponen diatas memerlukan desain dan perencanaan pembangkit listrik tenaga surya yang tepat agar dapat sesuai dengan kebutuhan penggunaan Anda.

Beberapa aplikasi pembangkit listrik tenaga surya yang sudah digunakan di Indonesia

Di Indonesia ada beberapa aplikasi PLTS yang sudah banyak digunakan, beberapa diantaranya:

  1. PLTS SHS; Jenis PLTS ini banyak digunakan secara mandiri di rumah-rumah yang jauh dan sulit terjangkau PLN. Persebaran PLTS ini, terutama, berada di wilayah Papua, Sulawesi dan sebagian Kalimantan. Beberapa wilayah kepulauan di Indonesia juga banyak mengaplikasikan PLTS SHS. Kelebihan sistem ini adalah paket produk yang ringkas dan sederhana, sehingga mudah dipasag dan dirawat.
  2. PLTS Terpusat; Jenis PLTS ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan banyak digunakan untuk mensuplai listrik di desa, wilayah-wilayah pegunungan, perbatasan, kepulauan ataupun lokasi pedalaman dan terpencil. Sistem ini mampu mengaliri mulai dari puluhan hingga ratusan KK. Kelebihan sistem ini adalah model aplikasinya yang terpusat, sehingga memudahkan pemantauan dan perawatan.
  3. PLTS pompa air: Jenis PLTS ini khusus mengaplikasi panel surya dengan pompa air, sehingga pengguna dapat menikmati air bersih yang dialirkan secara otomatis oleh sistem ini.
  4. PLTS pada atap; Jenis PLTS ini mulai banyak dilirik masyarakat perkotaan, karena dapat membantu efisiensi penggunaan daya PLN untuk rumah. Instalasi panel surya yang dapat dilakukan pada atap dan dapat terkoneksi dengan PLN, dengan konsep jual-beli/EXIM, menjadi nilai tambah untuk aplikasi ini.

Jadi apa Anda sudah memahami mengenai pembangkit listrik surya? Tertarik untuk mulai melakukan pemasangan?

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menemukan aplikasi PLTS yang tepat, janaloka menyediakan layanan perhitungan mudah dengan mengklik link ini “kalkulator surya“.

Iklan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =

Iklan

Pesan