Adani Akan Memulai Pengerjaan Proyek 170 MW di Australia – Sebuah unit dari konglomerat India, Adani, akan mulai membangun fase pertama sebesar 65 MW dari 170 MW instalasi PLTS yang direncakan di negara bagian Queensland Australia pada akhir tahun ini.

Adani Australia baru-baru ini berhasil mendapatkan persetujuan untuk mulai membangun fase awal dari proyek tersebut yang bernilai A$100 juta ($80.3 juta) dari pihak berwenang negara bagian Queensland, Isaac. Pemasangan tersebut – Proyek energi terbarukan besar pertama milik perusahaan ini di Australia – akan selesai dalam 12 bulan dari dimulainya konstruksi.

“Ini merupakan proyek yang menarik dari segi ukuran, lokasi, dan teknologi yang kami gunakan.” Menurut Jennifer Purdie, CEO dari Adani Renewables.

Anak perusahaan yang berbasis di Brisbane ini akan mengawasi pemasangan dari solar panel mono-PERC di lahan berumput sebesar 600 hektar yang berada di kota penambangan batu bara, Moranbah. Namun, perusahaan ini tidak memberitahukan pemasok dari solar panel ataupun sistem single-axis tracking yang akan dipasang di lokasi yang disebut Rugby Run.

Perusahaan ini – yang diidentifikasi oleh Mercom Capital sebagai developer PLTS skala utilitas kedua terbesar di India pada awal tahun ini – telah memulai pembicaraan dengan operator sistem transmisi, Powerlink Queensland, tentang penyambungan susunan solar panel Rugby Run yang besar ke jaringan daerah. Pembangunan fase awal dari proyek ini akan menciptakan sekitar 150 pekerjaan.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Adani Akan Memulai Pengerjaan Proyek 170 MW di Australia

Adani pertama kali mengumumkan proyek ini November lalu, ketika mereka berjanji untuk menginventasikan $300 juta awal untuk dua pemasangan PLTS di Australia. Di samping lokasi Rugby Run di Moranbah, mereka berencana untuk membangun PLTS sebesar 120 MW di dekat Whyalla, Australia Selatan.

Pada akhir Agustus, Adani Mining – anak perusahaan milik sepenuhnya Adani Group – mengungkapkan bahwa mereka akan mulai membangun tambang batu bara, yang sangat ditentang, seharga $16.5 miliar di dekat Moranbah, di daerah Galilee Basin, Queensland Tengah. Rencana tersebut – yang akan meliputi pengembangan infrastruktur untuk rel dan pelabuhan – telah membangkitkan kemarahan aktivis lingkungan di Australia.

Adani – yang menandatangani perjanjian dengan East Hope Group dari Tiongkok di bulan Juni untuk membangun sebuah pabrik senilai $300 juta di Gujarat, India – bertujuan untuk mengembangkan kapasitas PLTS sebesar 1.5 GW di Australia dalam 5 tahun ke depan. Mereka telah membangun sekitar PLTS sebesar 793 MW di India, dengan tambahan 1.2 GW dalam tahap pembangunan yang beragam.

Sumber : www.pv-magazine.com

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/09/adani-janaloka.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2017/09/adani-janaloka-300x200.jpgzulfahmi.akmalFinanceAsitektural,business,community,design,development,energi bersih,energi surya,Financing,india,inovation,listrik surya,net metering,Panel surya,panel surya murah,renewable energy,Solar,solar panel,solar system,Surya,technology,teknologiAdani Akan Memulai Pengerjaan Proyek 170 MW di Australia - Sebuah unit dari konglomerat India, Adani, akan mulai membangun fase pertama sebesar 65 MW dari 170 MW instalasi PLTS yang direncakan di negara bagian Queensland Australia pada akhir tahun ini. Adani Australia baru-baru ini berhasil mendapatkan persetujuan untuk mulai membangun...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: