Penggunaan energi surya untuk sekolah merupakan salah satu alternatif solusi untuk mengenalkan lebih dini mengenai teknologi PV kepada siswa, selain menjadi solusi pemenuhan kebutuhan listrik sekolah. Rutinitas aktivitas sekolah pada siang hari merupakan pemanfaatan ideal sumber tenaga matahari. Disamping biaya perawatan yang cenderung tidak ada, absennya baterai dapat menjadi faktor efisiensi investasi pemasangan.

Berikut adalah 5 sekolah bertenaga surya yang ada di Indonesia, dimulai dari :

SMAN 3 Jogja

SMAN 3 Jogja menjadi pilot project atau proyek percontohan untuk program green school yang dimotori PT Pertamina Persero dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sekolah hijau yang dimaksudkan adalah sekolah yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi.

Ada 180 sekolah di lainnya Indonesia yang akan menggunakan tenaga surya. Kapasitas terpasang adalah 1 kWp, yang akan dimanfaatkan untuk penerangan dan kebutuhan listrik di laboraturium Fisika dan Biologi. Secara keseluruhan, kapasitas terpasang ini mampu menyokong hingga 2% dari seluruh kebutuhan listrik sekolah.

SMPN 19 Jakarta

SMPN 19 Jakarta juga merupakan salah satu sekolah bertenaga surya di Indonesia. Total daya terpasang mencapai 20 Kwp. Pemasangan PLTS ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar sekolah menghemat penggunaan listrik.

Pengerjaan proyek solar cell ini dimulai pada bulan Oktober 2013 hingga mulai dioperasikan kurang lebih pada Februari 2014. Seluruh konstruksi dari PLTS terpasang di atas masjid yang merupakan satu area dengan gedung sekolah. Proyek PLTS di SMPN 19 ini mampu mengurangi beban pembayaran listrik sekolah hingga Rp 8 juta.

Sekolah bertenaga surya

SDN Malabar 04 Kabupaten Bandung

Pada Juli 2015 Panasonic Corporation mengumumkan pemasangan “Power Supply Container“, sebuah unit penghasil listrik tenaga surya dengan kapasitas kurang lebih 3 kWp, yang dapat dioperasikan secara mandiri bertempat di SDN Malabar 04 di Desa Banjarsari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, untuk mendorong perkembangan sarana pendidikan di wilayah pegunungan ini.

Ingin tahu lebih banyak?

Dapatkan info terbaru tentang aplikasi tenaga surya langsung setiap harinya hanya dengan satu klik, segera gabung!
Email address

Panasonic memberikan “Power Supply Container” secara langsung ke Sekolah Dasar Nasional Malabar 04 melalui proyek kemitraan perusahaan swasta dan pemerintah yang didapat dari Bantuan Hibah untuk Proyek Kesejahteraan Manusia yang dipromosikan oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Melalui proyek ini diharapkan dapat memberi pasokan listrik untuk pencahayaan LED, peralatan listrik sekolah, dan alat-alat pendidikan termasuk PC, proyektor, dan TV dimana pada akhirnya dapat meningkatkan fasilitas dan sarana pendidikan.

sekolah bertenaga surya

Green School Bali

Green School Bali adalah sekolah yang berkonsep pada lingkungan berkelanjutan, baik dari sisi aplikasi bangunan hingga pemenuhan kebutuhan energi mereka. Dengan menggabungkan solar panel dan mini hydro, sekolah ini menggunakan kurang lebih 21 kWp pembangkit, yang dapat menghasilkan hingga energi sebesar 28,25 MWh/tahun.

Kegiatan pembangunan ini berjalan pada 2011 dengan sumber pendanaan dari Akuo Foundation, Sebuah yayasan dari grup perusahaan multinasional Akuo (Perancis) yang memiliki fokus pada penggunaan pembangkit energi terbarukan di seluruh dunia.

Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan bambu sebagai penyangga modul surya. Tidak hanya unit, penggunaan bambu juga sejalan dengan usaha sekolah ini untuk mengkolaborasikan aktivitas kehidupan sehari-hari manusia dengan alam.

sekolah bertenaga surya

Sekolah Internasional Jerman (DIS) Jakarta

Sekolah Internasional Jerman (DIS) Jakarta bisa dikatakan sebagai pelopor sekolah bertenaga surya di Indonesia. Pada 2008, sekolah ini telah menggunakan energi surya sebagai salah satu energi alternatif di bangunan sekolah mereka.

Program yang diberi nama “Atap Surya” ini terwujud berkat kerjasama antara perusahaan SUNSET Energietechnik GmbH bekerjasama dengan Deutsche Energie-Agentur GmbH (dena) – Badan Energi Jerman.

https://janaloka.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_8608-e1393404074224.jpghttps://janaloka.com/wp-content/uploads/2015/10/IMG_8608-e1393404074224-300x168.jpgJanalokaDesignSolarAC Coupling,aplikasi,Asitektural,business,community,DC coupling,design,development,IDN,Indonesia,inovation,kota,Panel Triex,Pemerintah,PLTS,produk,Solar,solar system,SuryaPenggunaan energi surya untuk sekolah merupakan salah satu alternatif solusi untuk mengenalkan lebih dini mengenai teknologi PV kepada siswa, selain menjadi solusi pemenuhan kebutuhan listrik sekolah. Rutinitas aktivitas sekolah pada siang hari merupakan pemanfaatan ideal sumber tenaga matahari. Disamping biaya perawatan yang cenderung tidak ada, absennya baterai dapat menjadi faktor...The #1 Solar Energy Crowd

Artikel yang mungkin anda suka: