Invention

5 Penelitian Material Sel Surya di Indonesia

Semakin tingginya penggunaan sistem panel surya di Indonesia, telah mendorong inovasi-inovasi dalam pengembangan sel surya, untuk memaksimalkan efisiensi konversi energi yang dilakukan sel surya. Berikut adalah 5 penelitian material sel surya di Indonesia yang dilakukan ilmuwan-ilmuwan inovatif dalam 5 tahun terakhir (2010-2015) :

5 Penelitian Material Sel Surya di Indonesia

2010 – 2011 : Penelitian Sel Surya Polimer

Penelitian ini dilakukan oleh Ayi Bahtiar, Annisa Aprilia dan Fitrilawati, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, pada 2010-2011. Penelitian ini telah diplubikasikan pada Jurnal Material dan Energi Indonesia, Vol. 01, No. 01 (2011) 7 – 14 © Jurusan Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran.

Penelitian dengan judul SEL-SURYA POLIMER: STATE OF ART DAN PROGRES PENELITIANNYA DI UNIVERSITAS PADJADJARAN ini, dilakukan untuk meningkatkan kinerja sel surya melalui modifikasi proses aniling termal, penyisipan lapisan tipis optical spacer dan penambahan molekul aditif dalam bahan aktif.

Penelitian ini merupakan Penelitian Hibah Bersaing (PHB) Tahun 2010 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dikti (DIKTI).

[sociallocker id=”1233″] [wpdm_package id=’1231′][/sociallocker]

 

2011 – 2012 : Penelitian Sel Surya Titania

Penelitian ini dilakukan oleh Rita Prasetyowati, Jurdik Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi kinerja panel surya melalui modifikasi Pemberian doping dye dan penyisipan material konduktif. Penelitian ini memiliki judul SEL SURYA BERBASIS TITANIA SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF.

Titanium dioksida murni mempunyai efisiensi absorbsi sangat kecil, yaitu hanya sebesar 5%. Energi matahari pada panjang gelombang ultraviolet saja yang dapat diserap oleh titanium dioksida. Sehingga penggunaan energi matahari menjadi kurang efektif dan sel surya memiliki efisiensi yang rendah.

Modifikasi lapisan titania dilakukan agar spektrum penyerapan matahari sampai ke area cahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperkecil energi celah pita melalui pemberian doping dye atau material konduktif pada titania.

[sociallocker][wpdm_package id=’1235′][/sociallocker]

 

2012 – 2013 : Penelitian Sel Surya Amorf Silikon Terhidrogenasi

Penelitian ini dilakukan oleh Endhah Purwandari, Staf Laboratorium Fisika Material dan Elektronika Departemen Fisika ITB, dan Toto Winata, Staf Pengajar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Jember. Penelitian ini telah diterbitkan pada Jurnal ILMU DASAR, Vol.14 No. 1, Januari 2013: 29-32.

Judul penelitian ini adalah Analisis Perhitungan Efisiensi Sel Surya Berbasis A-Si:H dalam Penentuan Temperatur Filamen Optimum Bahan, dengan tujuan penelitian untuk menemukan kondisi ideal optimalisasi efisensi sel surya Amorf Silikon Terhidrogenasi melalui teknik VHF-PECVD.

[wpdm_package id=’1239′]

 

2013 – 2014 : Penelitian Sel Surya Organik

Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, Ir. M. Julius St, MS., Ir. Teguh Utomo, MT.,
Eka Maulana, ST, MT, MEng., dari Universitas Brawijaya. Penelitian ini dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Melalui DIPA Universitas Brawijaya.

Penelitian yang memiliki judul SOLAR SEL ORGANIK DENGAN PEWARNA KLOROFIL PADA DSSC (DYE-SENSITIZED SOLAR CELL) DARI EKSTRAKSI DAUN JARAK PAGAR DAN DAUN PEPAYA ini dilakukan untuk membuat teknologi alternatif pengganti solar sel konvensional yang sekarang masih memanfaatkan material semikonduktor anorganik berbasis Si (silicon) sebagai material utamanya.

DSSC (Dye-Sensitized Solar Cell) adalah teknologi solar sel dengan memanfaatkan dye (zat warna) sebagai material mesoskopis penangkap foton untuk dikonversi menjadi energi listrik.

[wpdm_package id=’1241′]

 

2014 – 2015 : Penelitian Sel Surya Thin Film

Penelitian ini dilakukan oleh Ariswan, Jurdik. Fisika, Prodi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Fokus utama penelitian adalah pengembangan material Sn(Se,S), yang merupakan bahan semikonduktor dari perpaduan Sn, Se dan S.

Bahan semikonduktor SnSe banyak digunakan sebagai bahan sel surya, disebabkan karena SnSe memiliki spesifikasi spektrum energi surya yang cukup tinggi. Dengan penelitian ini diharapkan material Sn dapat diterapkan dalam optimalisasi terapan material pada sel surya.

[wpdm_package id=’1243′]

 

1 Komentar

Apa komentar anda?

twelve − 11 =

Ingin Pasang Panel Surya?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi seputar pemasangan sistem listrik surya
Alamat Email
Aman & Rahasia